Malang, Tugumalang.id – Kota Malang dipercaya menjadi tuan rumah Akademi Dewi Pertiwi Batch 3 pada Minggu (27/9/2026). Ratusan kader PSI dan perempuan di Malang Raya diajak memperkuat keterlibatan dalam memecahkan berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitar.
Akademi Dewi Pertiwi menghadirkan sejumlah narasumber. Di antaranya tiga founder Dewi Pertiwi, Fenty Noverita, Cheryl Tanzil, dan Imelda Bernanty; Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin; Dewan Pembina Dewi Pertiwi Kota Malang Saila El Adzkiya; Ketua Dewi Pertiwi Kota Malang Kristina Yanuar; serta tiga Ketua DPD PSI di Malang Raya.
Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menjelaskan, Akademi Dewi Pertiwi memiliki misi strategis, yakni mengintegrasikan peran perempuan dalam menuntaskan persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Jadi tujuannya menghimpun, mengumpulkan dan mengkolaborasikan kekuatan kekuatan perempuan,” ucapnya.
Baca juga: Kemensos Dorong Pendampingan Spiritual Jadi Bagian dari Layanan Kesejahteraan Sosial
Meski para pendiri Dewi Pertiwi merupakan tokoh PSI, Ali menyebut semua perempuan bisa bergabung untuk menyampaikan solusi atau aspirasi tanpa harus menjadi anggota PSI terlebih dahulu. Program-program advokasi strategis juga masif dilakukan Akademi Dewi Pertiwi.
“Ada advokasi terkait isu isu keperempuanan, kekerasan seksual, dan banyak lagi. Kekuatan kekuatan perempuan ini kan bisa lintas sektor, bukan soal elektoral semata, tapi bagaimana secara substansial nilai yang ada di PSI ini bisa diterjemahkan dalam ruang lingkup masyarakat,” kata Ali yang juga merupakan Pengurus DPP PSI itu.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat bisa berkolaborasi dalam menuntaskan berbagai isu sosial yang ada. Terlebih, menurutnya, penanganan isu kekerasan perempuan dan anak memang memerlukan sinergi berbagai elemen masyarakat.
“Kami di Pemerintah Kota Malang juga sangat terbuka dan siap berkolaborasi dengan semua elemen dalam menyelesaikan persoalan persoalan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Founder Dewi Pertiwi Fenty Noverita mengatakan organisasi ini memiliki 14 departemen. Salah satunya berfokus pada advokasi isu perempuan dan anak. Ia melihat peran perempuan cukup penting dalam menangani persoalan sosial.
“Jadi sebenarnya kerja kerja perempuan di wilayah itu banyak sekali. Ada pendidikan, kesehatan, sosial, olahraga hingga politik,” ujarnya.
Baca juga: 4 Rekomendasi Film yang Mengangkat Isu Sosial dan Kesenjangan Sosial
Fenty memandang banyak perempuan Indonesia yang sangat potensial menjadi tokoh publik. Untuk itu, peran perempuan dalam mengatasi persoalan sosial lewat kuota 30 persen legislatif perempuan wajib dipenuhi.
“Maka kami akan mempertemukan para perempuan dengan Dewi Pertiwi, karena ternyata banyak perempuan yang memang belum tersalurkan secara kepengurusan partai, mereka bisa bergabung dengan Dewi Pertiwi,” jelasnya.
Dikatakan, Gerakan Dewi Pertiwi juga akan dimasifkan melalui deklarasi secara nasional di Jakarta pada 1 Oktober 2026 mendatang. Sejumlah program kerja nasional juga akan dituangkan dalam deklarasi tersebut.\
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko































