Kota Batu, Tugumalang.id – DPRD Kota Batu menilai Pemkot Batu perlu memiliki grand design pembangunan yang jelas agar citra sebagai Kota Wisata dapat dipertahankan. Salah satunya dengan mempercepat penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA).
RIPPDA dinilai penting untuk memastikan arah pembangunan pariwisata sekaligus pelaksanaan proyek prioritas tetap fokus dan berkelanjutan. Dokumen itu juga menjadi pedoman agar pembangunan pariwisata terintegrasi dengan tata ruang serta dapat meningkatkan kepercayaan investor dan masyarakat.
Kritik tersebut disampaikan Anggota Komisi B DPRD Kota Batu dari Fraksi NasDem Sujono Djonet, Senin (21/9/2026). Dia menilai program pembangunan prioritas Pemkot Batu selama ini cenderung berubah-ubah karena belum memiliki acuan grand design yang jelas.
“Selama ini program-program prioritas selalu tidak punya fokus dan selalu berubah-ubah. Padahal, kalau sudah namanya prioritas, ya harus dikawal serius bersama sampai berhasil tercapai secara holistik. Misal prioritasnya sektor pertanian, ya itu yang digarap serius. Kalau sudah berhasil, baru geser program yang lain,’’ ungkap Djonet.
Baca juga: Ketua DPRD Kota Batu Dorong Pejabat Sekda Baru Akselerasi Pembangunan Terpadu
Menurut Djonet, salah satu contoh belum matangnya penataan proyek prioritas terlihat pada revitalisasi kawasan Alun-Alun Kota Batu. Dia menilai pembangunan di Kota Batu bukan terkendala ketersediaan anggaran, melainkan konsep perencanaan.
“Kalau bicara soal anggaran, sebenarnya ya bisa-bisa saja dialokasikan. Cuma masalahnya hingga hari ini terletak pada konsep. Dokumen perencanaan dan konsep ini diampu oleh Bappelitbangda, dan ini menjadi catatan evaluasi tersendiri yang harus segera dilakukan,” ujarnya.
Baca juga: Kota Batu Menuju UCCN 2027 dengan Konsep Living Mountain Gastronomy
Sujono menekankan Bappelitbangda Kota Batu memiliki peran sentral dalam menyusun grand design identitas Kota Batu sebagai kota wisata. Dia meminta Bappelitbangda responsif dalam menyelaraskan berbagai dokumen perencanaan daerah, mulai RIPPDA, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), hingga Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
Menurutnya, integrasi dokumen tersebut dibutuhkan agar sektor unggulan Kota Batu, terutama pariwisata dan pertanian, memiliki pijakan pembangunan yang terarah dan tidak berjalan parsial.
“Bappelitbangda harus menyusun grand design identitas Kota Wisata Batu secara utuh, termasuk menyinkronkan RIPPDA, RTRW, dan RDTR. Dengan begitu, arah pembangunan Kota Batu di masa depan betul-betul terkonsep, memiliki fokus yang jelas, dan pastinya ada keberlanjutan,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko































