Malang, Tugumalang.id – Sebanyak 13.912 jiwa atau sekitar 4.307 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan yang tersebar di 10 desa pada enam kecamatan di Kabupaten Malang. Kekeringan masih berlangsung sejak awal Agustus 2026.
Enam kecamatan terdampak meliputi Sumawe, Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak yang berada di Malang selatan.
Sejak 8 Agustus hingga 20 September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah mendistribusikan 2.353.850 liter air bersih ke wilayah terdampak.

Baca juga: Kekeringan di Malang Selatan Meluas, 4.119 KK Krisis Air Bersih
Kecamatan Sumawe menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak paling banyak, yakni 7.341 jiwa. Rinciannya, Desa Sumberagung sebanyak 3.777 jiwa, Desa Sitiarjo 1.898 jiwa, dan Desa Kedungbanteng 1.666 jiwa.
Di Kecamatan Sumberpucung, kekeringan berdampak terhadap 3.055 jiwa di Desa Karangkates. Sementara di Kecamatan Gedangan, sebanyak 1.461 jiwa di Desa Tumpakrejo terdampak kekeringan.
Dampak kekeringan di Kecamatan Kalipare tercatat di Desa Sumberpetung sebanyak 1.330 jiwa dan Desa Kalirejo sebanyak 121 jiwa.
Selanjutnya, sebanyak 773 jiwa di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, terdampak kekeringan. Di Kecamatan Pagak, dampak tercatat di Desa Sumberejo sebanyak 545 jiwa dan Desa Pagak 516 jiwa.
Baca juga: Kekeringan di Malang Selatan, BPBD Salurkan 170 Ribu Liter Air
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD bersama sejumlah unsur terkait terus melakukan dropping air bersih. Khusus pada Minggu (20/9/2026), BPBD menyalurkan 58.000 liter air bersih menggunakan empat armada dengan total 10 rit.
Distribusi pada hari tersebut menyasar Desa Sitiarjo, Desa Kedungbanteng, Desa Sumberpetung, serta Desa Pagak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan berdasarkan pemantauan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
“Distribusi air bersih terus kami lakukan sesuai dengan kebutuhan dan hasil monitoring di lapangan. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan kebutuhan air masyarakat terdampak tetap terpenuhi,” jelas Sadono.
Dalam pendistribusian air bersih tersebut, BPBD Kabupaten Malang melibatkan sejumlah pihak. Di antaranya PMI Kabupaten Malang, Damkar Kabupaten Malang, PJT I Karangkates, Perumda Tirta Kanjuruhan, AMCF, perangkat desa, Puskesmas Sitiarjo, Buana Solusindo, dan Marva Telekomunikasi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko































