Malang, Tugumalang.id – Pertunjukan angklung hingga teater siswa Sanggar Seni SDIT Insan Permata Malang memukau pengunjung Pasar Legenda Stadsklok Kayutangan (PASLEKA) #2 di halaman Hotel Trio Indah, Kota Malang, Selasa (15/9/2026) malam. Penampilan mereka mendapat apresiasi dari DPRD Kota Malang.
Penampilan para siswa diawali dengan pertunjukan musik angklung. Alat musik tradisional nusantara itu dimainkan dengan apik hingga menghasilkan pertunjukan yang mengundang perhatian pengunjung.
Setelah itu, para siswa yang tergabung dalam klub Sendratari menampilkan pertunjukan teater drama musikal dengan sentuhan tradisi dan modern. Legenda Bawang Merah dan Bawang Putih dikisahkan dalam pertunjukan tersebut.
Wakil Ketua II DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono mengapresiasi penampilan para siswa Sanggar Seni SDIT Insan Permata Malang. Baginya, pertunjukan para seniman cilik itu bisa menjadi wadah mengasah keberanian, pengalaman, dan interaksi dengan masyarakat luas.
“Penampilan mereka bagus. Ini sebagai aktualisasi anak anak. Tentu mereka membutuhkan pembinaan karakter untuk meningkatkan keberaniannya, pengalamannya dan interaksi dengan masyarakat. Sehingga mereka bisa siap kalau nanti sudah besar dan jadi bagian dari masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Sanggar Seni SDIT Insan Permata, Intan Kurniawati Lailatul Asror, S.S., menjelaskan bahwa pertunjukan drama yang dibawakan siswa menyiratkan pesan sederhana namun penting dalam kehidupan sehari-hari. Para seniman cilik itu mengajak penonton untuk tidak terburu-buru menilai atau berprasangka buruk terhadap orang lain.
“Kita tidak boleh suudzon dulu kepada orang lain. Karena kita belum tahu faktanya. Jangan menilai orang bersalah, padahal belum tentu dia salah,” ujarnya.
Baca juga: Sambut 120 Siswa Baru, SDIT Insan Permata Malang Gelar MPLS Ramah Anak dan Anti Bullying
Selain menyampaikan pesan moral, Intan menyebut panggung PASLEKA menjadi kesempatan bagi siswa untuk membangun keberanian. Tampil di depan banyak orang dinilai mampu melatih kepercayaan diri sekaligus menambah pengalaman para siswa di atas panggung.
“Harapannya, bisa jadi ajang anak anak untuk percaya diri, melatih mereka tampil di depan umum, menambah jam terbang, sekaligus memperkenalkan bahwa di Insan Permata ada sanggar seni,” jelasnya.
Dalam pertunjukan tersebut, 30 siswa didampingi tiga pengajar sanggar dan tiga guru sekolah. Untuk drama musikal, Intan sendiri bertindak sebagai sutradara yang mengarahkan para siswa sejak proses latihan hingga tampil di panggung.
Menariknya, persiapan khusus untuk penampilan di PASLEKA hanya dilakukan sekitar satu pekan. Bahkan, beberapa gerakan baru dibuat dua hari sebelum penampilan.
“Beberapa gerakan bahkan baru dibuat dua hari yang lalu karena ada pergantian pemain. Jadi ada beberapa yang masih sedikit gugup,” ungkapnya.
Meski persiapannya singkat, dia mengaku proses latihan berjalan menyenangkan. Menurutnya, semangat siswa menjadi salah satu kunci karena mereka justru kerap meminta tambahan waktu ketika berlatih.
“Namanya kesulitan pasti ada, tapi kita menikmati itu karena setiap latihan isinya tertawa dan senang. Anak anak juga cepat menangkap dan yang paling utama mereka semangat,” katanya
Baca juga: Wisuda Generasi XVII SDIT Insan Permata Malang Siap Menjadi Cahaya Kebaikan
Sanggar Seni Insan Permata sendiri baru berdiri sekitar tiga tahun dan masih dalam tahap pengembangan. Kegiatan latihan rutin digelar setiap Selasa, dengan kesempatan tampil ketika mendapat undangan maupun mengikuti perlombaan.
Intan pun mengapresiasi keberanian para siswa yang tampil malam itu. Dikatakan, keberanian melawan rasa gugup dan naik ke atas panggung di hadapan banyak orang sudah menjadi pencapaian tersendiri bagi para siswa.
“Selamat untuk teman teman yang hari ini tampil. Kalian sudah bisa melawan rasa gugup dan takut tampil di depan umum. Berani naik panggung saja sudah keren, apalagi bisa tampil luar biasa,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko































