Selasa, September 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Surat Imajiner Buat Gus Kikin

Redaksi by Redaksi
September 15, 2026 9:30 am
in Ruang Cendekia
Surat Imajiner Buat Gus Kikin
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Wahyu Muryadi

KEPADA Yang Terhormat,
Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Di tempat.

READ ALSO

Sinergi Kurikulum: Mengakhiri Warisan Dualisme Pendidikan Kolonial

Membaca Pesantren dari Akar Jawa: Mengurai Dikotomi Kelembagaan Tradisional

Assalamualaikum Wr. Wb.

Gus Kikin yang budiman.

Malam ini, ketika kemarau masih menyengat, dan ketika riuh-rendah dunia perlahan surut dan menyisakan sunyi yang hening dan bening, saya duduk terpekur menghadapi lembaran-lembaran kosong.

Di luar, angin berbisik. Menyampaikan kabar dari akar-akar rumput, dari tanah yang basah oleh keringat para petani. Meniupkan berita dari musala-musala kecil di pelosok desa yang lampu teploknya berkedip setia menantang gulita.

Di dalam keheningan itulah, bayangan logo Nahdlatul Ulama, lambang bumi yang dikelilingi tali jagat, serasa bersinar lembut dalam benak saya. Sebuah lambang yang kini beratnya, maknanya, dan tarikan napasnya bertumpu pada pundak panjenengan.

Surat ini bukanlah maklumat politik. Bukan pula proposal keduniawian yang kerap memadati (dan mungkin bakal merepotkan) meja kantor njenengan—baik di Kramat Raya maupun di Tebuireng.

Ini adalah sepucuk surat imajiner. Sebuah dialog sunyi dari hati seorang santri kelana atawa santri bakiak yang sedang merenungi arti menjadi penjaga umat di era yang ringkih ini.

Dibilang santri bakiak karena saya memang merindukan zaman dulu ketika mengaji di masa kanak-kanak, memakai alas kayu yang dinamai klompen atau bakiak, Gus.

Gus, membaca langkah njenengan seperti membaca lembaran-lembaran kitab klasik yang diajarkan di pesantren. Kitab kuning yang penuh berkah. Ada ketenangan Pesantren Tebuireng yang mengalir di darah njenengan.

Tebuireng bukan sekadar nama geografi. Ia adalah episentrum spiritual yang sakral, tempat Hadratusyaikh Hasyim Asy’ari menanam benih-benih keikhlasan yang akarnya menembus jantung bumi Nusantara.

Ketika njenengan melangkah memimpin PBNU, berpidato mengingatkan kembali makna Qanun Asasi gagasan Mbah Hasyim, kakek buyut njenengan yang mendirikan jam’iyyah ini, saya melihat bayang-bayang kearifan masa lalu yang mencoba menyapa masa depan yang serba cepat dan membingungkan.

Kita hari ini hidup dalam zaman yang riuh wal gaduh, Gus. Zaman ketika suara yang paling keras sering kali dianggap sebagai kebenaran dan ketenangan dianggap sebagai kelemahan. Manusia modern kehilangan kemampuan untuk mendengar bisikan hati nuraninya sendiri karena telinga mereka tersumbat oleh gawai dan algoritma.

Dalam situasi seperti ini, menjadi Ketua Umum PBNU bukan sekadar mengelola organisasi sosial keagamaan terbesar di dunia. Ini adalah tugas kosmis untuk menjaga kewarasan spiritual bangsa.

Panjenengan kudu jernih dalam memandang samudera manusia yang bernaung di bawah bendera NU hari ini. Di sana, ada jutaan jiwa yang merindukan bimbingan. Ada kiai-kiai sepuh di pondok pesantren salaf yang tasbihnya tak pernah berhenti dipilin. Mereka semua mendoakan keselamatan negeri yang sering kali lupa berterima kasih.

Namun, di sana juga ada generasi muda nahdliyin yang hidup di megapolitan. Mereka bergulat dengan kecerdasan buatan, krisis iklim, dan pencarian identitas yang rapuh—mungkin juga mengkhawatirkan.

Njenengan berdiri di jembatan itu, Gus. Menjadi perekat antara tradisi yang kokoh dan modernitas yang cair.

Dalam kontemplasi saya, tugas njenengan mirip seorang nahkoda di tengah laut yang sedang mengamuk. Gelombang disrupsi datang dari segala arah. Nilai-nilai lama digugat, sedangkan nilai-nilai baru belum sepenuhnya matang untuk menawarkan kedamaian.

Di sinilah letak pentingnya ketenangan yang njenengan miliki, Gus. Watak santri yang tak mudah goyang dan goyah oleh pujian dan tak tumbang oleh cacian.

Njenengan mengajarkan kepada kami, lewat diam dan laku, bahwa politik tertinggi NU adalah politik kemanusiaan dan kebangsaan. Bukan politik praktis yang berumur pendek. Saya setuju banget, Gus.

Baca juga: Muktamar ke-35 NU Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU

Gus Kikin yang baik.

Sering kali saya merenungkan wasiat para pendiri jam’iyyah ini. Beliau-beliau mengingatkan bahwa tali yang melingkari bumi pada lambang NU bukanlah tali yang menjerat. Melainkan tali silaturahmi yang longgar namun tak pernah putus.

Tali yang melingkari bola dunia itu sengaja dibuat longgar, agar ada ruang bagi perbedaan. Agar ada ruang bagi mereka yang jalannya tertatih-tatih untuk tetap merasa memiliki rumah.

Tersebab NU adalah rumah besar yang pintunya tak pernah dikunci. Siapa saja boleh masuk: si alim yang faqih, si miskin yang mencari berkah, bahkan si pendosa yang sedang mengetuk pintu tobat.

Sebagai pemimpin, njenengan adalah tiang tengah dari rumah besar ini. Ketika badai perbedaan pendapat menerpa internal umat, ketika polarisasi sosial mengancam keutuhan bangsa, di sanalah keteguhan njenengan benar-benar diuji. Bahkan dipertaruhkan…

Kami berdoa agar njenengan senantiasa dianugerahi dada yang lapang seluas samudera. Dada yang mampu menampung segala keluh kesah, segala caci maki, dan mengubahnya menjadi energi kasih sayang yang menyejukkan.

Gus Kikin yang saya hormati.

Tetaplah menjadi oase di tengah gurun pasir sekularisme ini. Tetaplah menjadi kiai yang merangkul, bukan memukul. Menjadi pemimpin yang menyayangi dengan tindakan, bukan sekadar mengumbar kata-kata di podium. Teruskanlah tradisi sowan dan mendengar, karena dengan mendengar, kita sedang menghormati kemanusiaan itu sendiri.

Zaman akan terus berganti, kepengurusan akan silih berganti. Namun khidmat kepada umat adalah keabadian. Ketika kelak lembaran sejarah menuliskan era kepemimpinan njenengan, semoga yang terukir adalah tinta emas tentang seorang pemimpin yang berhasil menjaga kemurnian pesantren di tengah gempuran zaman. Seorang kiai yang membawa jam’iyah melompat maju tanpa kehilangan pijakan akarnya.

Malam semakin larut, Gus.

Pameo lama bilang: lilin di meja saya mulai meredup, menyisakan lelehan yang beku. Surat imajiner ini saya akhiri bukan karena kata-kata telah habis. Melainkan karena ada hal-hal yang memang lebih indah jika dibiarkan tetap menjadi doa yang tak terucapkan.

Selamat berjuang, Gus.

Jaga kesehatan, dan jangan lupa bahagia, karena di pundak njenengan ada harapan dan doa dari jutaan santri yang mencintai kedamaian.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan, ketabahan, dan petunjuk-Nya yang tak terputus kepada njenengan dan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama serta seluruh umat beriman.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Pondokgede, 14 September 2026.

Dari al-faqir, santri bakiak di Ujungaspal.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

editor: jatmiko

*Tugumalang.id mengundang para akademisi maupun praktisi untuk menulis di Ruang Cendekia melalui email: ruangakademika2026@gmail.com

 

Tags: Gus KikinNahdlatul UlamaopinipbnuPesantren

Related Posts

Sinergi Kurikulum: Mengakhiri Warisan Dualisme Pendidikan Kolonial
Ruang Cendekia

Sinergi Kurikulum: Mengakhiri Warisan Dualisme Pendidikan Kolonial

Senin, 14 Sep 2026
Membaca Pesantren dari Akar Jawa: Mengurai Dikotomi Kelembagaan Tradisional
Ruang Cendekia

Membaca Pesantren dari Akar Jawa: Mengurai Dikotomi Kelembagaan Tradisional

Minggu, 13 Sep 2026
Marah dan Cara Mengelolanya dengan Bijak
Ruang Cendekia

Marah dan Cara Mengelolanya dengan Bijak

Sabtu, 12 Sep 2026
Nusantara Serumpun dan Poros Intelektual Islam yang Terlupakan
Ruang Cendekia

Nusantara Serumpun dan Poros Intelektual Islam yang Terlupakan

Jumat, 11 Sep 2026
Munir dan Jawaban “Gustiallah” di Lesehan Melawai
Ruang Cendekia

Munir dan Jawaban “Gustiallah” di Lesehan Melawai

Senin, 7 Sep 2026
Menata Ulang Pencegahan Kekerasan dan Bullying di Pesantren
Ruang Cendekia

Menata Ulang Pencegahan Kekerasan dan Bullying di Pesantren

Senin, 7 Sep 2026
Next Post
FST ITSK Soepraoen Buka Layanan Cek Kesehatan dan Akupunktur Gratis bagi Warga Kiduldalem

FST ITSK Soepraoen Buka Layanan Cek Kesehatan dan Akupunktur Gratis bagi Warga Kiduldalem

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Bunuh Diri, Mahasiswa Kedokteran UB Lompat dari Lantai 6

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.