Malang, Tugumalang.id – Yuniar Faizati meraih IPK 3,93 dan menjadi lulusan terbaik Fakultas Teknologi Industri (FTI) serta Prodi Teknik Industri S-1 ITN Malang. Wisudanya berlangsung 19 September 2026.
Prestasi itu diraih Yuniar setelah melewati masa berat. Ayahnya, Jarkoni, meninggal dunia pada 1 Juni 2026 akibat penyakit jantung. Saat itu, Yuniar tinggal sebulan lagi menjalani seminar hasil skripsi.
“Alhamdulillah, perasaan saya bahagia, tapi di balik itu ada rasa haru dan sedih yang dalam. Prestasi ini sangat emosional karena sejujurnya ada masa di mana saya hampir memilih berhenti kuliah dan kerja saja. Kehilangan ayah sebulan sebelum seminar hasil jadi ujian terberat, tapi saya percaya Allah yang memberi kekuatan untuk menyelesaikan ini semua,” ungkap Yuniar.
Jarkoni sehari-hari berjualan martabak dan terang bulan. Sebagai ayah, ia punya keinginan sederhana. Melihat putrinya menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar sarjana.
Yuniar merupakan putri bungsu dari lima bersaudara. Ia masih sempat bertemu ayahnya saat Idulfitri. Ketika itu, sang ayah mengaku bangga karena putrinya segera wisuda.
“Ayah itu tidak sempat sekolah tinggi, jadi beliau ingin sekali anak-anaknya bisa sarjana. Waktu Idulfitri kemarin masih sempat bertemu, dan Ayah bilang bangga sekali saya mau wisuda. Saya tidak menyangka itu jadi momen terakhir kami,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.
Dorongan ibunya, Siti Hayati, serta para dosen Teknik Industri membuat Yuniar kembali bangkit dan menyelesaikan studinya.
Baca juga: Hamsah, Anak Buruh Sawit di Sabah Jadi Wisudawan Terbaik ITN Malang
Selain meraih IPK 3,93, Yuniar menyelesaikan skripsi berjudul Analisis Downtime Mesin Fiber Semen (FS) 8 Sebagai Dasar Penentuan Interval dan Teknikal Maintenance di PT Nusantara Building Industries.
Penelitian itu membahas tingginya waktu henti mesin atau downtime akibat kerusakan komponen selama 2025. Yuniar menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Age Replacement.
Ia juga memanfaatkan teknologi AI Google Studio untuk memvisualisasikan alur produksi mesin semen.
“Tantangannya harus paham karakter lima mesin produksi satu per satu, padahal saya bukan anak Teknik Mesin. Dari analisis, didapatkan interval perawatan pencegahan (preventif) di angka 2.000 menit dengan peluang downtime hanya 0,13 atau 13 persen. Angka ini tergolong rendah dan efektif menekan kerusakan,” terangnya.
Pengalaman akademik Yuniar tidak hanya berasal dari penelitian. Selama kuliah, ia mengikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) ke Manado dan aktif berorganisasi selama dua periode di Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI).
Ia juga menjadi editor di Industrial Magazine dan menjalani magang di PT Nusantara Building Industries, Demak.
“Dari pengalaman magang di divisi maintenance maupun marketing communication, saya sadar ilmu Teknik Industri itu luas sekali. Seorang Industrial Engineer bukan hanya mengoptimalkan mesin, tapi paham bagaimana seluruh sistem terhubung, mulai dari manusia, teknologi, hingga kebutuhan bisnis,” tambahnya.
Baca juga: Mahasiswa ITN Malang Diterima Kerja di Anak Perusahaan Pertamina Sebelum Wisuda
Yuniar mengaku tidak memiliki rahasia khusus untuk membagi waktu antara organisasi, praktikum, dan kuliah. Ia mengandalkan disiplin dan doa.
“Setiap habis Subuh saya usahakan tidak tidur lagi. Saya selalu buka aplikasi Notion buat menyusun skala prioritas, mana tenggat waktu yang paling dekat dan tugas mana yang paling ringan untuk diselesaikan duluan. Kalau ada tugas, kerjakan totalitas, jangan ala kadarnya,” tutur alumnus SMAN 1 Singaraja tersebut.
Setelah menyelesaikan studi, Yuniar ingin masuk ke dunia kerja profesional. Ia membidik bidang marketing analyst dan supply chain.
Kepada mahasiswa FTI ITN Malang, Yuniar berpesan agar fokus pada proses masing-masing tanpa membandingkan diri dengan orang lain.
“Sembunyikan prosesmu, fokus sama diri sendiri, dan terapkan ilmu padi. Fokus bukan berarti kehilangan empati, simpati, atau sosial, tapi mengesampingkan kata-kata yang tidak membangun. Percayalah pada prosesmu sendiri, karena setiap orang punya waktunya masing-masing untuk berhasil,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis ITN Malang
editor: jatmiko































