Malang, Tugumalang.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang memetakan potensi pengembangan pariwisata di kawasan Malang Selatan. Langkah itu dilakukan untuk mendorong pengelolaan kawasan pesisir pantai dengan menggandeng investor dan kelompok masyarakat lokal.
Kepala Disparbud Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang menjelaskan, secara umum terdapat dua pola pengelolaan kawasan pantai di Malang Selatan. Yakni di bawah naungan Perhutani dan Kehutanan Sosial.
Di kawasan Kehutanan Sosial terdapat masyarakat penerima hak pengelolaan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di bawah Kelompok Tani Hutan (KTH).
Baca juga: Disparbud Kabupaten Malang Luncurkan Segoro Kidul Jeep Adventure, Jelajah Pantai Selatan Lewat Jalur Offroad
“Bagi kawasan Kehutanan Sosial, Kementerian Kehutanan mendelegasikan wewenangnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” kata Firmando, belum lama ini.
Saat ini, Disparbud mendata dan mengidentifikasi kawasan pantai yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama KUPS dengan investor. Potensi tersebut kemudian dipetakan untuk dikoordinasikan dengan Kementerian Kehutanan atau Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Koordinasi itu dilakukan untuk memfasilitasi pertemuan antara investor dan KUPS.
Salah satu kawasan yang sudah dipetakan berada di Kecamatan Donomulyo. Namun, Firmando belum bisa memastikan pantai mana saja yang berpotensi dikembangkan melalui investasi tersebut.
Baca juga: Wisata di Kabupaten Malang Terdampak Efisiensi Anggaran Pemerintah, Disparbud Siapkan Travel Pattern
Kawasan lain yang sudah dilirik investor adalah Pantai Ngliyep. Pantai tersebut berada di bawah pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PD Jasa Yasa.
Luas area pengelolaan mencapai sekitar 10 hektare dengan nilai investasi miliaran rupiah.
“Untuk Pantai Ngliyep, pihak investor sudah menunjukkan ketertarikannya dan saat ini berada dalam tahap studi kelayakan (feasibility study),” ungkap Firmando.
Dia menambahkan, keberadaan jalan nasional Gondanglegi-Balekambang diperkirakan mendorong lebih banyak investasi untuk mengembangkan wisata Pantai Selatan. Jalan tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko































