Malang, Tugumalang.id – Seorang warga Kota Malang tertipu Rp 150 juta oleh oknum kepala desa (kades) di Banyuwangi berinisial AS (34). Uang itu raib dalam kasus penipuan berkedok program beasiswa pendidikan tinggi di China.
Polresta Malang Kota menangkap AS dan menetapkannya sebagai tersangka dugaan penipuan dan penggelapan pada Minggu (30/8/2026).
Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Rahmad Aji Prabowo menjelaskan, kasus tersebut bermula saat MRR, pelajar SMA negeri di Kota Malang, mendapat informasi program beasiswa kuliah di China melalui guru BK pada Juni 2025.
MRR kemudian memperoleh nomor kontak AS dan menghubunginya. Dalam komunikasi tersebut, AS mengaku mewakili program “Kuliah Hebat” dari PT Indo Universia Multinasional.
“AS menawarkan program beasiswa penuh Fakultas Kedokteran di salah satu universitas di Hainan, China. Program tersebut disebutnya mencakup biaya kuliah, asrama, uang saku selama masa studi hingga sejumlah biaya administrasi,” ungkapnya, Rabu (2/9/2026).
Untuk mengikuti program tersebut, korban diminta membayar Rp 150 juta. Orang tua korban awalnya membayar secara bertahap. Mulai dari Rp 4 juta, Rp 11 juta hingga Rp 35 juta pada periode 25–27 Juni 2025.
“AS sempat mengirimkan dokumen pemberitahuan pendaftaran dengan kop salah satu universitas kedokteran di Hainan, menggunakan bahasa Mandarin dan Inggris, untuk meyakinkan korban,” lanjutnya.
Baca juga: Polres Batu Ungkap Modus Penipuan Live IG, Warga Pekanbaru Tipu Korban hingga Puluhan Juta
Keluarga korban kemudian melunasi kekurangan biaya dengan mentransfer Rp 100 juta pada 28 Juni 2025. Pada hari yang sama, tersangka bersama rekannya mendatangi rumah korban di perumahan wilayah Kecamatan Klojen.
Keduanya meyakinkan korban bahwa dia telah resmi diterima dalam program S1 Kedokteran di China.
Keberangkatan dijadwalkan 10 September 2025. Korban juga diminta menyiapkan Rp 22,5 juta untuk biaya keberangkatan hingga pengurusan visa.
Namun, pemberangkatan beberapa kali mengalami perubahan. Bahkan sempat gagal meski korban sudah berada di Bandara Juanda pada 21 September 2025.
“Saat itu, keluarga kemudian diarahkan berangkat melalui Bali. Pada malam harinya, mereka akhirnya terbang menuju China,” kata Aji.
Persoalan kembali muncul setelah korban berada di China. Korban diminta mengikuti pelatihan bahasa selama setahun sebagai syarat masuk pendidikan kedokteran tersebut.
Baca juga: Perempuan Singosari Diduga Tipu Sejumlah Pemasok Sembako
Hal itu memicu kecurigaan hingga kasus tersebut dilaporkan ke polisi.
Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka diketahui menggunakan uang yang dibayarkan korban untuk kepentingan pribadi.
Kini, oknum kades tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Saat ini proses pemeriksaan masih dilanjutkan, sebelum kami limpahkan ke kejaksaan,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko































