Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Dari Pelatihan ke LMS, UB Perkuat Pemanfaatan AI bagi Aparatur Desa

Redaksi by Redaksi
September 1, 2026 4:17 pm
in Advertorial, Pendidikan
Dari Pelatihan ke LMS, UB Perkuat Pemanfaatan AI bagi Aparatur Desa

Gambar Aplikasi LMS Pelatihan AI Aparatur Desa

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Strategis Universitas Brawijaya mengembangkan model penguatan kapasitas aparatur desa berbasis kecerdasan artifisial (AI) di Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Program itu kini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dilanjutkan melalui LMS self-paced dan aplikasi web sederhana.

Program tersebut merupakan bagian dari Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Strategis Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya (DRPM UB) Tahun 2026. Pelaksanaannya berdasarkan Kontrak Nomor 00833.26/DST/UN10.A0501/B/PM.01.01/2026 dengan fokus Pemberdayaan Aparatur Pemerintah Desa melalui Pelatihan Artificial Intelligence (AI).

READ ALSO

Data Desil Tak Sesuai, Mensos Gus Ipul Buka Saluran Pemutakhiran

PodoRukun Track, Aplikasi Podo Rukun Group untuk Pantau Progres Pembangunan Rumah

Tim dipimpin M. Rizki Pratama, S.IAN., MPA. dari Fakultas Ilmu Administrasi UB. Anggota tim terdiri atas Endry Putra, S.I.Kom., M.I.Kom. dan Bayu Amengku Praja, S.Mn., M.Si.

Pelaksanaan lapangan juga melibatkan mahasiswa MMD. Mereka membantu pendampingan praktik, dokumentasi, pengumpulan umpan balik, serta pengelolaan bantuan belajar bagi peserta.Dari Pelatihan ke LMS, UB Perkuat Pemanfaatan AI bagi Aparatur Desa

Kebutuhan penggunaan AI dipetakan dari pekerjaan aparatur sehari-hari. Penyusunan surat, laporan pertanggungjawaban, notulen, SOP, publikasi, hingga pengolahan data masih dapat menyita waktu.

Namun, penggunaan AI tanpa panduan juga memiliki risiko. Di antaranya keluaran yang keliru, penyebaran informasi yang belum terverifikasi, serta kemungkinan data pribadi warga masuk ke layanan AI publik.

Survei awal eksploratif terhadap 10 responden di Wonorejo dan Dawuhan menunjukkan seluruh responden menggunakan telepon pintar dan teknologi digital setiap hari. Tujuh responden juga dapat menggunakan laptop atau komputer.

Seluruh responden pernah mendengar AI dan mencoba setidaknya satu layanan AI. Meski demikian, kebutuhan praktis dan kekhawatiran mereka masih beragam.

Baca juga: Transformasi Pendidikan, Tim PKM-PM Eco-Guardians UB Dorong Karakter Holistik Anak Marginal

Kebutuhan yang muncul meliputi penyusunan LPJ dan surat, pembaruan data kependudukan, pembuatan RAB, pengelolaan media sosial, promosi usaha, pelayanan warga, serta pengolahan data. Kekhawatiran peserta mencakup penipuan daring, keamanan data pribadi, kesalahan penggunaan, hoaks, dan kemungkinan pekerjaan digantikan mesin.

Karena jumlah responden terbatas dan sebarannya tidak proporsional, data tersebut digunakan sebagai pemetaan awal. Data itu bukan gambaran statistik seluruh aparatur desa.

Pelatihan kemudian dirancang dengan prinsip active learning. Peserta tidak hanya mempelajari Gemini, NotebookLM, prompt engineering, etika AI, dan perlindungan data pribadi. Mereka juga mengerjakan contoh yang berkaitan dengan administrasi dan pelayanan desa.

Salah satu fondasi pembelajaran menggunakan kerangka S-P-I-F, yakni Subjek, Perintah, Informasi, dan Format. Kerangka itu membantu peserta menyusun instruksi yang lebih terstruktur kepada mesin AI.

Peserta juga diarahkan menyamarkan data, menggunakan data dummy saat latihan, dan memeriksa kembali setiap draf sebelum digunakan.

Prinsip human-in-the-loop diterapkan sepanjang kegiatan. AI digunakan sebagai asisten untuk mempercepat penyusunan draf dan eksplorasi gagasan. Manusia tetap memegang kewenangan untuk memverifikasi informasi dan mengambil keputusan.

Program menghasilkan tiga jalur pembelajaran. Pertama, Modul Gamifikasi dengan Gemini untuk membantu guru, siswa, dan mahasiswa merancang permainan edukatif.

Kedua, Modul Peningkatan Produktivitas Aparatur Desa dengan Gemini yang berfokus pada pekerjaan administratif dan komunikasi publik. Ketiga, Modul AI untuk Desa yang memadukan pembelajaran Gemini dan NotebookLM.

Materi Modul AI untuk Desa kemudian dikembangkan menjadi LMS self-paced yang dapat diakses melalui aidesa.kepublikan.web.id. Aparatur dapat mempelajari kembali materi secara bertahap, menyesuaikannya dengan waktu kerja, dan menggunakannya sebagai rujukan ketika menghadapi tugas baru.

LMS juga menjadi bagian dari strategi keberlanjutan program. Pengetahuan tidak sepenuhnya bergantung pada kehadiran fasilitator. Modul dapat dimanfaatkan kembali dan diadaptasi oleh aparatur maupun pelaksana pengabdian di desa lain.

Untuk menghubungkan pelatihan dengan pekerjaan sehari-hari, tim menyiapkan empat prototipe aplikasi web sederhana. Prototipe itu terdiri atas Generator Surat Keterangan Desa, Generator Alur SOP Desa, Generator Poster APBDes, dan Generator Postingan Media Sosial Desa.

Keempat prototipe tersebut tidak dimaksudkan menggantikan pemeriksaan aparatur atau prosedur resmi desa. Fungsinya sebagai contoh penerapan kompetensi yang dipelajari dalam pelatihan menjadi alat bantu yang mudah dicoba, diperbaiki, dan disesuaikan.

Jalur gamifikasi juga menghasilkan contoh Game Belajar Tata Surya, Game Belajar Finansial, dan Game Cita-Cita.

Melalui kelompok MMD, Wonorejo menjadi lokasi utama penguatan produktivitas aparatur. Dawuhan menjadi ruang adaptasi gamifikasi. Perluasan itu ditempatkan sebagai replikasi hasil, sedangkan Desa Wonorejo tetap menjadi mitra utama sesuai kontrak hibah.

Pengembangan dari pelatihan menuju LMS dan aplikasi web menjadi bagian dari upaya membangun model yang dapat direplikasi. Dalam program tersebut, aparatur mendapatkan materi yang dapat diulang, contoh penggunaan yang relevan, dukungan ketika menemui masalah, serta aturan yang melindungi data warga.

AI tetap ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti aparatur desa. Teknologi digunakan untuk membantu pekerjaan administratif lebih terstruktur, sementara aparatur tetap memegang kewenangan dalam verifikasi informasi dan pengambilan keputusan serta pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis PKM Strategis Universitas Brawijaya

editor: jatmiko

Tags: AIaparatur desaDesa Wonorejokabupaten malangkecerdasan artifisialLMSPengabdian masyarakatponcokusumoubuniversitas brawijaya

Related Posts

Data Desil Tak Sesuai, Mensos Gus Ipul Buka Saluran Pemutakhiran
Advertorial

Data Desil Tak Sesuai, Mensos Gus Ipul Buka Saluran Pemutakhiran

Selasa, 1 Sep 2026
PodoRukun Track, Aplikasi Podo Rukun Group untuk Pantau Progres Pembangunan Rumah
Advertorial

PodoRukun Track, Aplikasi Podo Rukun Group untuk Pantau Progres Pembangunan Rumah

Selasa, 1 Sep 2026
Unikama Gelar Monev RPL Afirmasi, 119 Peserta PG PAUD Dinyatakan Lulus
Advertorial

Unikama Gelar Monev RPL Afirmasi, 119 Peserta PG PAUD Dinyatakan Lulus

Selasa, 1 Sep 2026
Kemensos Pantau Kesehatan Siswa Sekolah Rakyat di Tengah Karhutla
Advertorial

Kemensos Pantau Kesehatan Siswa Sekolah Rakyat di Tengah Karhutla

Selasa, 1 Sep 2026
Mahasiswa Unikama Bantu Tingkatkan Produktivitas Budidaya Ikan Talangagung
Advertorial

Mahasiswa Unikama Bantu Tingkatkan Produktivitas Budidaya Ikan Talangagung

Senin, 31 Agu 2026
Dosen UIN Malang Nur Mahmudah Ikuti Halaqah Ulama Perempuan
Advertorial

Dosen UIN Malang Nur Mahmudah Ikuti Halaqah Ulama Perempuan

Senin, 31 Agu 2026
Next Post
Data Desil Tak Sesuai, Mensos Gus Ipul Buka Saluran Pemutakhiran

Data Desil Tak Sesuai, Mensos Gus Ipul Buka Saluran Pemutakhiran

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.