Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Wamensos Dorong Kampus Berperan dalam Pengentasan Kemiskinan

Redaksi by Redaksi
Agustus 28, 2026 9:30 am
in Advertorial
Wamensos Dorong Kampus Berperan dalam Pengentasan Kemiskinan

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tuban, Tugumalang.id – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam pengentasan kemiskinan melalui pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Hal itu disampaikan Agus Jabo saat menjadi narasumber Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat XI (SNasPPM XI) Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW).

READ ALSO

Punya Rumah Impian Kini Semakin Mudah Bersama Podorukun Sukses Makmur

Saatnya Sentra Kemensos Gaspol Layani Kelompok Rentan

Seminar bertema “Peran Strategis Pendidikan Tinggi untuk Membangun Generasi Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut digelar secara hybrid dari Aula Lantai II UNIROW, Tuban, Kamis (27/8/2026).

Wamensos Dorong Kampus Berperan dalam Pengentasan Kemiskinan
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono

Wamensos mengikuti kegiatan secara daring dari kantor Kementerian Sosial di Jakarta.

Baca juga: Wamensos Ajak Karang Taruna Banten Perkuat Pengentasan Kemiskinan

Menurut Agus Jabo, pendidikan memiliki keterkaitan erat dengan upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan pendapatan, tetapi juga akses terhadap pendidikan, kesehatan, gizi, keterampilan, modal, serta kesempatan kerja.

“Pendidikan bukan sekadar urusan sekolah. Pendidikan adalah alat perjuangan sosial, alat mobilisasi sosial, dan alat pembebasan manusia dari kemiskinan dan keterbelakangan,” ujar Agus Jabo.

Dalam konteks tersebut, ia menjelaskan Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.

Menurutnya, Sekolah Rakyat bukan sekadar penyediaan ruang kelas dan asrama. Program tersebut merupakan bagian dari perjuangan memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.

“Sekolah Rakyat bukan sekadar sekolah. Sekolah Rakyat adalah gerakan sosial, gerakan pembebasan melawan kemiskinan, gerakan untuk memuliakan rakyat, dan gerakan untuk membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga miskin,” katanya.

Baca juga: Empat Bupati Temui Wamensos, Siapkan Lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Kampus Diminta Beri Dampak Nyata

Agus Jabo menilai perguruan tinggi perlu mengambil peran lebih jauh dengan memastikan ilmu pengetahuan dan riset memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Ilmu pengetahuan tidak boleh hanya berputar di ruang seminar, riset tidak boleh hanya berhenti di jurnal, mahasiswa tidak boleh hanya mengejar nilai, dosen tidak boleh hanya mengejar publikasi. Karena ilmu pengetahuan yang tidak menyentuh persoalan rakyat akan kehilangan sebagian dari maknanya,” tegasnya.

Ia mendorong kampus mengukur keberhasilan tidak hanya dari jumlah lulusan atau publikasi penelitian, tetapi juga dari perubahan yang dihasilkan bagi masyarakat.

“Jangan hanya bertanya berapa banyak penelitian yang kita publikasikan, tetapi tanyakanlah berapa banyak petani, nelayan, UMKM, dan masyarakat miskin yang produktivitasnya meningkat karena dukungan dari kampus dan lulusan-lulusan perguruan tinggi,” ujarnya.

Wamensos Dorong Kampus Berperan dalam Pengentasan Kemiskinan
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono

Menurut Agus Jabo, kolaborasi antara Kemensos dan perguruan tinggi dapat diarahkan pada pemberdayaan masyarakat.

Kemensos memiliki sasaran program, pendamping sosial, sentra, dan berbagai instrumen layanan sosial. Sementara perguruan tinggi memiliki ilmu pengetahuan, dosen, mahasiswa, laboratorium, riset, dan inovasi.

“Kalau kekuatan ini kita gabungkan, kita bisa melakukan sesuatu yang jauh lebih besar. Kemensos membawa persoalan nyata, kampus membawa ilmu pengetahuan, dunia usaha membawa modal dan pasar, pemerintah daerah membawa potensi wilayah, masyarakat akan menjadi pelaku utamanya. Inilah yang saya sebut sebagai ekosistem pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan perlindungan sosial tetap dibutuhkan bagi masyarakat yang menghadapi krisis dan membutuhkan bantuan. Namun, intervensi sosial perlu diarahkan hingga masyarakat mampu mandiri.

“Tugas kita bukan membuat masyarakat harus menunggu bantuan sosial. Tugas kita adalah membuat masyarakat bisa berdaya dan mandiri, hidup sejahtera,” kata Agus Jabo.

Karena itu, Kemensos mendorong pendekatan pemberdayaan ekonomi yang menggabungkan kewirausahaan, bantuan modal, dan pelatihan keterampilan.

Menurut Agus Jabo, perguruan tinggi dapat berkolaborasi melalui pendampingan berkelanjutan. Pendampingan dimulai dari asesmen, pelatihan, praktik, akses modal dan pasar, pengembangan usaha, hingga evaluasi dan graduasi.

Ia juga mengajak perguruan tinggi membangun gerakan “Kampus Berdaya Menuju Masyarakat Mandiri”. Gerakan itu antara lain melalui desa binaan, UMKM binaan, laboratorium kewirausahaan sosial, serta program pemberdayaan yang melibatkan mahasiswa secara langsung.

“Bukan berapa banyak kegiatan yang kita lakukan, tetapi berapa banyak pendapatan masyarakat meningkat, berapa banyak usaha tumbuh, berapa banyak lapangan kerja kita ciptakan, berapa banyak keluarga keluar dari kemiskinan, dan berapa keluarga yang sudah berdaya dan mandiri,” tegasnya.

Agus Jabo berharap perguruan tinggi dapat melahirkan generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga produktif, berkarakter, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

“Dari kampus kita bangun ilmu, dari ilmu kita bangun inovasi, dari inovasi kita bangun produksi, dari produksi kita bangun kemandirian dan kesejahteraan. Dan dari kesejahteraan rakyat, kita bangun Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis Kemensos RI
editor: jatmiko

Tags: indonesia emas 2045KemensosPemberdayaan MasyarakatpendidikanPengentasan kemiskinanPerguruan tinggisekolah rakyatUNIROWWamensos Agus Jabo Priyono

Related Posts

Punya Rumah Impian Kini Semakin Mudah Bersama Podorukun Sukses Makmur
Advertorial

Punya Rumah Impian Kini Semakin Mudah Bersama Podorukun Sukses Makmur

Kamis, 27 Agu 2026
Saatnya Sentra Kemensos Gaspol Layani Kelompok Rentan
Advertorial

Saatnya Sentra Kemensos Gaspol Layani Kelompok Rentan

Kamis, 27 Agu 2026
Satu Sepatu, Seribu Harapan: Atria Hotel Malang Wujudkan Kepedulian Sosial untuk Siswa SDN 2 Sumberpasir
Advertorial

Satu Sepatu, Seribu Harapan: Atria Hotel Malang Wujudkan Kepedulian Sosial untuk Siswa SDN 2 Sumberpasir

Kamis, 27 Agu 2026
Sekolah Rakyat - Zaahira Merajut Asa di Sekolah Rakyat
Advertorial

Zaahira Merajut Asa di Sekolah Rakyat

Rabu, 26 Agu 2026
Dosen ITN Malang gelar doktor ITS
Advertorial

Riset Nanokurkumin Antarkan Dosen ITN Malang Raih Doktor dari ITS

Rabu, 26 Agu 2026
Bukan Sekadar Medali, 10 Pelajar MTsN 3 Malang Bawa Cerita dari Malaysia
Advertorial

Bukan Sekadar Medali, 10 Pelajar MTsN 3 Malang Bawa Cerita dari Malaysia

Rabu, 26 Agu 2026
Next Post
Presiden Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas

Presiden Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.