Solok, Tugumalang.id – Zaahira Ramadhani (13) tumbuh di rumah berdinding kayu tanpa privasi. Setelah orangtuanya berpisah, hidupnya berubah menjadi bagian dari keluarga besar.
Bersama tujuh bersaudara, terdiri atas tiga saudara kandung dan empat saudara tiri, Zaahira tinggal bersama ibu, ayah tiri, dan saudara barunya. Mereka menempati rumah dari kayu bekas berukuran 5×3 meter di Koto Gaek.
Kondisi perpisahan orangtua, rumah sempit, dan ekonomi pas-pasan bukan hal mudah bagi anak seusianya. Zaahira berusaha menjalani semuanya dengan tenang.
Ia selalu dikelilingi suara berisik ketika sang adik menangis, keributan tetangga, percakapan anggota keluarga, hingga suara lain yang membuatnya sulit berkonsentrasi dan kurang stabil.
Baca juga: Sekolah Rakyat, Bupati Mamuju Tengah Serahkan Sertifikat Lahan ke Kemensos

Satu rumah menampung terlalu banyak kebutuhan. Ibu kandung Zaahira hanya seorang ibu rumah tangga yang mengandalkan suami baru sebagai tulang punggung keluarga.
Namun, Zaahira tidak pernah mengeluh atas apa yang dijalaninya. Hingga akhirnya ia masuk ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok.
Di sekolah itu, Zaahira merasakan banyak perubahan besar.
“Dulu jarang sholat. Sekarang sholat lima waktu terjaga,” katanya.
Di Sekolah Rakyat, ia memiliki kamar sendiri, waktu belajar lebih teratur, rasa kekeluargaan dalam pengawasan, serta suasana yang membuat hatinya lebih dekat dengan agama.
“Di sini ada zikir, baca Al-Qur’an tiap hari, puasa juga, lebih tenang rasanya,” ucapnya.

Dari rasa ketenangan itu, prestasinya mulai tumbuh. Sejak tinggal di asrama, ia mulai jatuh cinta pada buku.
Kelak, ia ingin menjadi pengusaha dan memiliki karier yang stabil. Ia juga ingin mengangkat ekonomi keluarga.
“Doain orang tua dan keluarga. Rezekinya dilancarkan, supaya hidup lebih layak,” tuturnya.
Doa kecil itu mencerminkan hati seorang anak perempuan yang memikul banyak hal. Di antaranya rindu, harapan, dilema keluarga, dan keinginan untuk membuat semuanya lebih baik.
Ia ingin tetap bersekolah di Sekolah Rakyat hingga SMA. Namun, ia juga percaya jika berprestasi, ia bisa masuk sekolah favorit.
Anak perempuan dari rumah kayu ini tidak sekadar punya mimpi. Ia punya arah besar dalam hidupnya di usia yang masih sangat muda.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: RIlis Kemensos RI
editor: jatmiko




























