Malang, Tugumalang.id – Pusat Studi Integrasi Sains dan Moderasi Beragama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Survei Keberagaman dan Kesehatan Mental bagi seluruh mahasiswa baru yang tinggal di Ma’had UIN Maliki Malang, Kamis (20/8/2026).
Survei tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memetakan kondisi keberagaman sekaligus memahami pengalaman sosial dan kesehatan mental mahasiswa sejak awal memasuki kehidupan perguruan tinggi.
Pelaksanaan survei berlangsung dengan pendampingan murobi-murobiah serta musyrif-musrifah di lingkungan Ma’had. Pendampingan dilakukan untuk memastikan mahasiswa mengikuti kegiatan dengan tertib dan nyaman serta memperoleh penjelasan yang diperlukan selama proses pengisian survei.
Survei keberagaman dan kesehatan mental dinilai penting karena mahasiswa baru datang dari berbagai daerah, budaya, kondisi sosial, pengalaman pendidikan, serta karakter yang berbeda.
Di sisi lain, masa transisi dari sekolah ke perguruan tinggi merupakan fase yang membutuhkan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan akademik, kehidupan sosial, maupun pola kehidupan di Ma’had.
Baca juga: PSGAD UIN Malang Bekali Mahasiswa Baru soal Keadilan Gender dan Inklusi Disabilitas
Melalui survei tersebut, UIN Malang berupaya memperoleh gambaran lebih utuh mengenai pengalaman mahasiswa dalam keberagaman di lingkungan kampus dan Ma’had. Termasuk sejauh mana mereka merasa diterima dan didukung serta kondisi psikologis dalam menjalani masa awal perkuliahan.
Data yang diperoleh diharapkan menjadi dasar dalam merancang program pendampingan dan layanan kemahasiswaan yang lebih tepat sasaran.
Lebih dari sekadar pengumpulan data, kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk membangun lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, sehat, dan menghargai keberagaman.
Hasil survei nantinya dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan program pembinaan mahasiswa. Termasuk penguatan pendampingan, layanan konseling, program moderasi beragama, serta penguatan kehidupan sosial mahasiswa.
Bagi UIN Malang, perhatian terhadap keberagaman dan kesehatan mental merupakan bagian penting dari ikhtiar membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik.
Kampus juga menaruh perhatian pada kematangan pribadi, kesehatan psikologis, akhlak, toleransi, dan kemampuan mahasiswa hidup berdampingan dalam keberagaman.
Baca juga: Rektor UIN Malang Tegaskan Jaga Kepercayaan Orang Tua Mahasiswa
Melalui kegiatan ini, Pusat Studi Integrasi Sains dan Moderasi Beragama menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kajian dan program yang berbasis data serta relevan dengan kebutuhan mahasiswa.
Dengan memahami kondisi mahasiswa sejak dini, kampus dapat memberikan dukungan yang lebih tepat dan menciptakan lingkungan Ma’had serta perguruan tinggi yang semakin nyaman bagi seluruh mahasiswa.
Memahami keberagaman, menjaga kesehatan mental, dan membangun lingkungan yang inklusif merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi mahasiswa yang unggul, berkarakter, dan mampu hidup harmonis di tengah masyarakat yang beragam.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis UIN Malang
editor: jatmiko





























