Malang, Tugumalang.id – Program Angkot Pelajar Gratis di Kota Malang segera beroperasi. Pemerintah Kota Malang kini memasang GPS dan stiker penanda pada armada yang disiapkan untuk melayani pelajar.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan program tersebut ditargetkan mulai diresmikan pada Agustus 2026. Saat ini, masih ada satu tahapan yang harus diselesaikan sebelum layanan angkutan sekolah gratis diluncurkan.
“Ya mudah mudahan di bulan Agustus ini selesai dan segera launching pelaksanaan. Saat ini masih pemasangan stiker dan GPS,” kata Widjaja, Sabtu (15/8/2026).
Ada sekitar 90 armada angkutan kota yang disiapkan untuk mengikuti program tersebut. Artinya, tidak semua angkot di Kota Malang digunakan sebagai angkutan sekolah gratis.
Hanya armada yang telah terpasang stiker khusus yang dapat digunakan pelajar secara gratis. Stiker itu menjadi penanda bagi pelajar untuk mengetahui angkot yang bisa digunakan tanpa membayar ongkos.
Pemasangan GPS dilakukan untuk membantu Dinas Perhubungan memantau pelaksanaan layanan angkutan pelajar gratis. Dengan begitu, program tersebut diharapkan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Baca juga: Pemkot Malang Matangkan Rencana Angkot Pelajar Gratis
Rute Angkot Pelajar Gratis
Rute yang disiapkan mengacu pada jalur yang selama ini menjadi rute pelajar, termasuk rute angkutan sekolah yang telah berjalan. Rute itu kemudian ditambah dengan trayek yang dinilai belum menjangkau kawasan sekolah secara optimal.
Dengan demikian, angkutan gratis tersebut diharapkan bisa menjangkau pelajar secara lebih merata.
“Rutenya nanti berdasarkan rute bus sekolah dan elf sekolah yang selama ini sudah berjalan. Ditambah lagi rute atau trayek jalur sekolah lain yang belum tercover angkutan,” jelasnya.
Pelajar juga tidak perlu membawa kartu khusus untuk menikmati layanan tersebut. Widjaja menyebut seragam sekolah sudah cukup menjadi penanda bahwa penumpang merupakan pelajar yang berhak menggunakan layanan gratis.
“Pelajar tentunya berseragam. Itu sudah cukup. Kalau sudah pakai seragam, sudah tahu, sudah gratis naik angkutan,” katanya.
Armada yang digunakan tetap dapat mengangkut masyarakat umum. Namun, operasionalnya harus mengikuti trayek yang telah ditentukan dan memenuhi persyaratan kelayakan kendaraan.
Anggaran Operasional Rp 1,9 Miliar
Untuk mendukung operasional program ini, Pemkot Malang menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,9 miliar untuk satu tahun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk biaya operasional kendaraan atau BOK.
BOK antara lain mencakup kebutuhan bahan bakar, perawatan kendaraan, biaya pengemudi, hingga pengawasan.
Baca juga: Pemkot Malang Finalisasi Program 80 Angkot Pelajar Gratis
Widjaja menegaskan, pengemudi nantinya juga dipersiapkan agar mampu memberikan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Salah satunya memastikan pengemudi tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu keselamatan dan kenyamanan pelajar, seperti merokok saat membawa penumpang.
Selain itu, pengemudi diminta mematuhi seluruh ketentuan lalu lintas. Hal tersebut dinilai penting karena layanan ini secara khusus membawa pelajar yang membutuhkan keamanan selama perjalanan.
Widjaja juga mengajak orang tua memanfaatkan program tersebut ketika sudah resmi beroperasi. Ia berharap keberadaan angkutan sekolah gratis dapat mengurangi kebiasaan pelajar yang belum cukup umur membawa sepeda motor sendiri ke sekolah.
Program tersebut juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di Kota Malang.
“Ini juga sebagai upaya memecah kepadatan arus lalu lintas di Kota Malang,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























