Malang, Tugumalang.id – Sebanyak 4.800 liter air dijatuhkan dari udara untuk memadamkan karhutla di kawasan TNBTS, Jumat (7/8/2026). Water bombing menyasar titik panas di kawasan Pusung Ledok Bedor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, operasi pemadaman dari udara melibatkan dua helikopter milik TNI AL dan satu helikopter milik BNPB. Lokasi water bombing berada sekitar 1,5 kilometer dari Pusung Jantur.
“Operasi water bombing menyasar kawasan Pusung Ledok Bedor yang menjadi lokasi meluasnya dampak kebakaran,” ujar Sadono.
Ia menerangkan, helikopter Bell 412 EP HU-4205 milik TNI AL melakukan satu kali sortie dengan membawa sekitar 800 liter air. Sementara itu, helikopter BNPB dengan registrasi PK-DBM AS35 melakukan empat kali ritase, masing-masing membawa 1.000 liter air.

Baca juga: BPBD Kabupaten Malang Petakan 26 Kecamatan Rawan Karhutla Saat Kemarau 2026
Sebelum pemadaman dari udara dilakukan, satu unit helikopter TNI AL HU-4206 diterjunkan untuk mengamati kondisi area karhutla. Meski water bombing telah dilakukan, pemantauan tim menunjukkan masih terdapat titik panas yang mengeluarkan asap di kawasan Pusung Ledok Bedor.
“Hot spot masih berasap di area Pusung Ledok Bedor,” ujar Sadono.
Operasi water bombing kemudian tidak dilanjutkan karena kondisi cuaca dan jarak pandang yang tidak memungkinkan. Selain operasi udara, pemadaman juga dilakukan dari darat.
“Tim gabungan membuat sekat bakar dan melakukan pembasahan terhadap sisa bara api yang masih dapat dijangkau,” kata Sadono.
Dalam operasi darat tersebut dikerahkan satu unit truk pemadam dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), satu mobil tangki portabel TNBTS, satu truk tangki BPBD Provinsi Jawa Timur, serta satu truk tangki BPBD Kabupaten Malang.
Sadono mengatakan operasi pemadaman masih akan dilanjutkan. Tiga unit helikopter BNPB direncanakan kembali dikerahkan untuk mendukung water bombing di sekitar Pusung Ledok Bedor.
“Rencana operasi selanjutnya melanjutkan upaya water bombing serta operasi darat dan udara di sekitar Pusung Ledok Bedor,” jelasnya.
Baca juga: Kebakaran di Bromo Meluas, 50 Hektare Lahan Terdampak
Sementara itu, luas lahan yang terdampak karhutla diperkirakan telah mencapai sekitar 135 hektare. Vegetasi yang terbakar meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar.
Untuk wilayah administratif Kabupaten Malang, saat ini dilaporkan sudah tidak terdapat titik api. Namun, area Pusung Ledok Bedor yang masuk wilayah administratif Kabupaten Lumajang dan Probolinggo masih menjadi perhatian karena terdapat hot spot yang masih mengeluarkan asap.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























