Malang, Tugumalang.id – Tagihan listrik membengkak tidak selalu disebabkan banyaknya peralatan elektronik di rumah. Kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele juga bisa membuat konsumsi listrik meningkat tanpa disadari.
Mulai dari membiarkan charger tetap terpasang, mengatur suhu AC terlalu rendah, hingga membiarkan perangkat elektronik dalam mode standby bisa menambah penggunaan listrik.
Berikut tujuh kebiasaan yang perlu diperhatikan.
1. Membiarkan charger tetap terpasang
Charger ponsel atau laptop yang tetap terhubung ke stopkontak meski tidak digunakan masih dapat menimbulkan konsumsi daya siaga (standby power).
Jumlahnya relatif kecil. Namun, jika kebiasaan tersebut dilakukan terus-menerus pada banyak perangkat, penggunaan listrik ikut bertambah.
2. Mengatur suhu AC terlalu rendah
AC menjadi salah satu peralatan rumah tangga dengan konsumsi listrik cukup besar. Suhu yang terlalu rendah membuat kompresor bekerja lebih lama untuk mencapai suhu yang diinginkan.
PLN menganjurkan penggunaan AC pada kisaran 24–26 derajat Celsius agar tetap nyaman sekaligus lebih hemat energi.
3. Membiarkan rice cooker menyala seharian
Mode warm pada rice cooker memang menjaga nasi tetap hangat. Namun, mode tersebut tetap menggunakan energi listrik jika dibiarkan menyala sepanjang hari.
Sebaiknya rice cooker digunakan seperlunya dan dimatikan jika nasi tidak akan dikonsumsi dalam waktu lama.
4. Terlalu sering membuka pintu kulkas
Membuka pintu kulkas terlalu lama atau terlalu sering membuat udara dingin keluar. Akibatnya, kompresor harus bekerja lebih keras untuk menurunkan suhu kembali.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan konsumsi listrik sekaligus memengaruhi kualitas penyimpanan bahan makanan.
5. Membiarkan lampu menyala saat tidak digunakan
Lampu yang tetap menyala di ruangan kosong masih menjadi kebiasaan banyak orang. Mematikannya saat tidak digunakan menjadi langkah sederhana untuk menghemat penggunaan listrik setiap hari.
6. Menggunakan mesin cuci untuk muatan sedikit
Mencuci pakaian dalam jumlah sedikit tetapi dilakukan berulang kali membuat mesin cuci bekerja lebih sering.
Jika memungkinkan, pakaian dapat dikumpulkan hingga mencapai kapasitas yang disarankan. Cara ini membuat penggunaan listrik dan air lebih efisien.
7. Membiarkan perangkat elektronik dalam mode standby
Televisi, set top box, speaker aktif, hingga komputer yang hanya berada dalam mode standby tetap mengonsumsi daya listrik.
Mencabut kabel atau mematikan aliran listrik setelah perangkat selesai digunakan dapat membantu mengurangi konsumsi energi.
Selain mengubah kebiasaan, masyarakat dapat memilih peralatan elektronik yang hemat energi dan memiliki label efisiensi. Penggunaan lampu LED, pengaturan suhu AC sesuai kebutuhan, serta mematikan peralatan yang tidak digunakan juga dapat membantu menekan konsumsi listrik bulanan.
Dengan kebiasaan tersebut, penggunaan listrik di rumah dapat lebih efisien tanpa harus mengurangi kenyamanan saat menggunakan peralatan elektronik.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Dwiyana Khusnul Qotimah / Magang
editor: jatmiko


























