Kota Batu, Tugumalang.id – SMA Al Izzah Batu membangun mental santri baru melalui Speech and Drama Contest Festival 2026. Mereka ditantang tampil di depan publik sekaligus bekerja sama dalam sebuah tim.
Ajang yang digelar Jumat (7/8/2026) malam itu menjadi bagian dari cara Mahad Al Izzah Batu mengasah keberanian, kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan kerja sama para santri baru.
Dalam pentas tersebut, para santri tampil bersama kelompok masing-masing dengan membawakan beragam cerita. Mulai kisah inspiratif, kehidupan sehari-hari, hingga cerita yang mengangkat nilai moral dan keislaman.
Tak hanya dituntut berakting, para santri juga harus mampu menguasai panggung dan membangun komunikasi antaranggota demi menyampaikan pesan.
Menariknya, pementasan tersebut diwajibkan menggunakan bahasa asing. Para santri menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris, tetapi tetap menghadirkan bahasa Indonesia. Kegiatan ini menjadi ruang praktik untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing.
Direktur Humas Mahad Al Izzah, Aziz Effendy S.Si., M.Pd., menjelaskan kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Jati Diri (Projadi). Program itu merupakan orientasi sekaligus penguatan karakter bagi santri baru SMA Al Izzah Batu.
‘‘Motto yang kami bawa kali ini yakni Born To Be A Leader. Artinya dilahirkan untuk menjadi pemimpin. Diharapkan siswa menanamkan nilai ketakwaan, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan sejak dini,’’ jelasnya.
Baca juga: Wali Kota Batu Buka Super Camp 2025, 900 Santri IIBS Al Izzah Dilatih Jadi Pemimpin Tangguh
Selain itu, tambah dia, program tersebut juga menjadi sarana membangun kedisiplinan serta meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi melalui Morning Math Activity. Harapannya, sejak awal bersekolah, mereka sudah siap bersaing secara global.
“Speech and Drama Contest Festival ini menjadi bagian dari rangkaian pembentukan mental dan karakter. Acara ini menjadi wadah bagi para santri untuk membuktikan proses adaptasi dan rasa percaya diri mereka,” urainya.
Diketahui, konsep drama yang ditampilkan umumnya berupa drama kolosal. Drama tersebut melibatkan proses panjang. Mulai menyusun konsep, menulis naskah, membagi karakter, hingga bekerja keras untuk latihan sebelum tampil di atas panggung.
Baca juga: SMA Al-Izzah Batu Jadi Role Model School Religious Culture Tingkat Provinsi Jatim
Proses tersebut secara tidak langsung mengajarkan berbagai keterampilan penting. Mulai public speaking, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan ketika menghadapi kendala selama persiapan.
’’Melalui seni peran, santri baru dipaksa keluar dari zona nyaman untuk belajar public speaking, bekerja sama dalam tim, memecahkan masalah (problem solving), serta memupuk tanggung jawab,” imbuh dia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























