Tugumalang.id – Kerja sama strategis antara Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berlanjut. Setelah sebelumnya dipercaya menyusun Road Map Ocean Monitoring System (OMS), ITN Malang kini kembali digandeng oleh Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut (DJPRL) KKP untuk memantapkan integrasi basis data perencanaan ruang laut.
Langkah kolaboratif ini sekaligus menegaskan komitmen ITN Malang untuk hadir sebagai kampus yang berdampak nyata, di mana karya akademis dan riset perguruan tinggi dapat memberikan solusi konkrit bagi kebutuhan bangsa.
Sinergi tersebut diwujudkan lewat gelaran koordinasi dan workshop finalisasi basis data serta mock-up Sistem Informasi DJPRL yang berlangsung di Ruang Workshop Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) ITN Malang, pada Kamis (30/07/2026).
Baca Juga: Gandeng SMKN 2 Singosari, Dosen dan Mahasiswa ITN Malang Latih 106 Siswa Kuasai Python dan Sains Data
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan KKP memilih ITN Malang sebagai mitra strategis dalam pengolahan data spasial laut nasional.

“Mewakili seluruh sivitas akademika ITN Malang, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ditjen Penataan Ruang Laut atas kepercayaannya. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi kolaborasi kita kedepannya. Kami juga sudah menyiapkan tim ahli yang siap berkolaborasi langsung dengan kementerian,” ungkapnya.
Rektor menambahkan, ITN Malang memiliki berbagai program studi yang sangat relevan untuk menyokong kebutuhan KKP, mulai dari Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Teknik Geodesi, hingga Teknik Informatika, dan analisis data terkait cyber security.
“Harapannya, produk-produk yang dikembangkan bersama ini bisa memberikan kontribusi nyata bagi penataan ruang laut, khususnya bagi pengembangan wilayah laut Indonesia ke depan,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Ditjen Penataan Ruang Laut KKP, Dr. Effin Martiana, SH., MH., yang hadir langsung bersama timnya, menegaskan, pengembangan sistem terintegrasi ini merupakan arahan langsung dari pimpinan KKP demi memperkuat tata kelola ruang laut dari hulu ke hilir.

“Ini merupakan pengembangan dari sistem-sistem yang sudah ada di tempat kami sebelumnya agar semakin kuat dan besar. Arahan pimpinan, kami harus punya sistem sendiri yang terintegrasi. Alhamdulillah bisa bekerja sama dengan ITN Malang untuk membangun sistem yang mengakomodasi seluruh kegiatan tata ruang laut, mulai dari perencanaan hingga pengendalian,” jelas Effin.
Tak berhenti di laut, Effin juga membeberkan rencana jangka panjang KKP yang akan merambah penataan perairan darat seperti sungai dan waduk. “Ke depan kami juga berencana menata ruang perairan darat. Sebab kalau perairan darat tidak ditata dengan tepat, kerusakannya akan berdampak ke laut juga. Kami berharap bisa terus bersinergi (dengan ITN), termasuk dengan Kementerian ATR/BPN,” tegasnya.
Sementara itu, tim ahli dari ITN Malang, Ir. Gatot Subroto, ST., M.Ars., menjelaskan, ini merupakan tindak lanjut konkret dari Nota Kesepahaman (MoU) antara ITN Malang dan KKP yang berlaku hingga tahun 2028. Fokus utama acara kali ini adalah memfinalisasi basis data tata ruang laut serta mematangkan mock-up sistem informasi.
Menariknya, sistem informasi hasil kolaborasi ITN Malang dan KKP ini ditargetkan rampung untuk diluncurkan pada ajang internasional bergengsi dalam waktu dekat.
“Secara prinsip, ITN mendampingi KKP dalam mengembangkan sistem tersebut yang nantinya akan di-launching pada bulan Oktober dalam acara Marine Spatial Planning Summit (MSP Summit). Acara tersebut rencananya akan dibuka langsung oleh Pak Menteri dan dihadiri beberapa negara sahabat,” terang Gatsu akrab disapa.
Dosen PWK ini berharap sistem yang dibangun tak sekadar menjadi alat bantu teknis, melainkan menjadi basis pengambilan keputusan yang efisien bagi para pemangku kepentingan.
“Targetnya, selain mengejar momen MSP Summit, kami ingin membuat sistem di Ditjen Penataan Ruang Laut ini benar-benar memudahkan stakeholder, dan mempermudah proses penataan ruang laut Indonesia di KKP. Harapannya, sistem ini bisa menjadi sarana pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan memudahkan para pengguna,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis ITN Malang
Editor: Herlianto. A


























