Tugumalang.id – Fenomena bediding kembali dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia selama musim kemarau, terutama di daerah dataran tinggi seperti Malang Raya, Batu, Pasuruan, Probolinggo, hingga kawasan pegunungan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi ini membuat suhu udara pada malam hingga pagi hari terasa lebih dingin dibanding biasanya.
Di Jawa Timur, BMKG memperkirakan fenomena bediding berlangsung sepanjang musim kemarau, dengan suhu udara dini hari di wilayah dataran tinggi seperti Malang Raya dapat mencapai kisaran 17–18 derajat Celsius.
Saat suhu udara menurun, pemilihan bahan pakaian menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga kenyamanan tubuh ketika beraktivitas di luar ruangan maupun saat berada di rumah. Berikut beberapa jenis bahan yang umum digunakan untuk menghadapi cuaca dingin.
1. Wol
Wol dikenal sebagai salah satu bahan pakaian yang memiliki kemampuan menahan panas dengan baik. Menurut The Woolmark Company, serat wol memiliki struktur bergelombang (crimp) yang membentuk kantong-kantong udara kecil. Struktur tersebut membantu memerangkap panas tubuh sehingga pemakainya tetap merasa hangat meski suhu lingkungan menurun.
Baca Juga: Dari Pakaian, Buku, hingga 29.000 Pohon: PNM Perluas Makna Pemberdayaan di Masyarakat Akar Rumput
Selain menjaga kehangatan, wol mampu menyerap uap air hingga sekitar 30 persen dari berat seratnya tanpa terasa basah. Hal ini membuat pakaian berbahan wol tetap nyaman dikenakan dalam waktu lama. Sifat thermoregulation yang dimilikinya juga membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil di berbagai kondisi cuaca.
2. Kasmir
Kasmir merupakan serat alami yang berasal dari bulu halus kambing kasmir (cashmere goat). Bahan ini dikenal memiliki tekstur yang sangat lembut, ringan, tetapi tetap mampu memberikan kehangatan.
The Good Cashmere Standard Foundation menjelaskan bahwa serat kasmir memiliki diameter yang sangat halus sehingga mampu membentuk lapisan udara yang membantu mempertahankan panas tubuh tanpa menambah banyak bobot pada pakaian.
Karena sifat tersebut, kasmir banyak digunakan sebagai bahan sweater, cardigan, syal, hingga mantel untuk cuaca dingin. Dibandingkan bahan yang lebih tebal, pakaian berbahan kasmir tetap terasa ringan saat dikenakan sehingga nyaman digunakan ketika suhu udara menurun.
3. Fleece
Fleece termasuk bahan sintetis yang umumnya dibuat dari serat poliester dan banyak dipilih untuk pakaian saat cuaca dingin. Struktur seratnya mampu memerangkap udara sehingga membantu mempertahankan panas tubuh, tetapi tetap terasa ringan saat dikenakan. Selain memberikan kehangatan, fleece juga cepat kering sehingga tetap nyaman digunakan ketika beraktivitas di luar ruangan.
4. Jaket Berinsulasi
Jaket berinsulasi dirancang untuk membantu mempertahankan panas tubuh melalui lapisan insulasi yang memerangkap udara di dalamnya. Material insulasi pada jaket umumnya terbagi menjadi dua jenis, yakni down atau bulu angsa dan serat sintetis.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Bahan Pakaian untuk Cuaca Panas, Adem dan Nyaman Dipakai
Insulasi down dikenal memiliki kemampuan menjaga kehangatan dengan bobot yang ringan dan mudah dipadatkan saat disimpan. Sementara itu, insulasi sintetis tetap mampu memberikan kehangatan meski dalam kondisi lembap atau basah, serta lebih cepat mengering setelah terkena air.
Selain lapisan insulasi, banyak jaket juga dilengkapi bahan luar yang membantu menahan angin dan percikan air ringan sehingga panas tubuh tidak mudah keluar ketika digunakan di cuaca dingin.
5. Celana Katun Tebal
Celana berbahan katun tebal dapat digunakan saat cuaca dingin. Dibandingkan katun tipis, bahan dengan gramasi lebih tinggi mampu memberikan perlindungan yang lebih baik dari udara dingin sekaligus tetap terasa nyaman karena memiliki sirkulasi udara yang baik.
Pada suhu yang lebih rendah, celana katun tebal juga kerap dipadukan dengan lapisan termal di bagian dalam agar membantu mempertahankan panas tubuh.
6. Legging Ternal
Legging termal banyak digunakan sebagai lapisan dasar (base layer) saat cuaca dingin. Pakaian ini dirancang menempel pada tubuh untuk membantu mempertahankan panas sekaligus mengalirkan kelembapan dari permukaan kulit agar tubuh tetap kering selama beraktivitas.
Legging termal tersedia dalam berbagai bahan, seperti wol merino maupun serat sintetis. Pada beberapa produk, bagian dalam juga dilengkapi lapisan fleece untuk menambah kehangatan.
7. Celana Kargo
Celana kargo kerap dipilih saat cuaca dingin karena memiliki ruang yang cukup longgar untuk dipadukan dengan lapisan termal di bagian dalam. Banyak produk celana kargo juga menggunakan material yang lebih tebal, seperti softshell, ripstop, atau kain yang dilengkapi lapisan fleece, sehingga mampu membantu mengurangi paparan angin sekaligus mempertahankan kehangatan tubuh.
Pada aktivitas luar ruangan, seperti mendaki atau menjelajahi kawasan pegunungan, celana kargo berbahan softshell banyak digunakan karena memiliki sifat tahan angin (wind-resistant) dan cepat kering. Sementara itu, beberapa celana kargo untuk suhu yang lebih rendah juga dilengkapi lapisan fleece pada bagian dalam guna menambah insulasi panas.
Saat fenomena bediding yang menyebabkan udara terasa lebih dingin, penggunaan pakaian dengan bahan yang mampu mempertahankan panas tubuh, seperti wol, kasmir, fleece, maupun lapisan termal, dapat membantu menjaga kenyamanan selama beraktivitas.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
Editor: Herlianto. A


























