Kota Batu, Tugumalang.id – Tudingan penjual ronde di Alun-alun Kota Batu menjual kembali sisa kuah pembeli viral di media sosial. Namun, Pemerintah Kota Batu menegaskan unggahan itu belum disertai bukti yang dapat diverifikasi.
Meski demikian, Pemkot Batu menjadikan narasi yang beredar sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan wisata. Pelaku usaha di kawasan wisata juga diingatkan agar tetap menjaga standar pelayanan kepada pengunjung.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu Alfi Nurhidayat menegaskan persoalan tersebut harus disikapi secara bijak dari dua sisi. Di satu sisi, citra pariwisata Kota Batu harus dijaga. Di sisi lain, para pelaku usaha mikro di kawasan Alun-alun juga berhak memperoleh perlindungan karena tudingan tersebut belum didukung bukti yang valid.
“Pihak pengunggah sendiri juga tidak melampirkan foto maupun video, sehingga kita tidak bisa serta-merta percaya begitu saja. Bisa jadi hoaks. Namun dalam konteks ini, kita juga mengambil hikmah untuk introspeksi,” ujar Alfi saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).
Baca juga: Belum Tuntas Getok Parkir, Oknum Jukir Alun-alun Kota Batu Diduga Beri Karcis Bekas
Menurut Alfi, Pemkot Batu juga telah berupaya melakukan penelusuran. Namun, identitas akun pengunggah sulit dideteksi dan unggahan tersebut tidak dilengkapi bukti yang dapat diverifikasi. Karena itu, masyarakat diimbau lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.
Meski demikian, Pemkot Batu tidak akan menyalahkan wisatawan maupun warganet secara sepihak. Setiap kritik dan masukan yang diterima akan dijadikan bahan evaluasi bersama demi meningkatkan kualitas pelayanan sektor pariwisata.
Peristiwa ini, kata Alfi, menjadi pengingat bagi pelaku usaha di Alun-alun Kota Batu agar tidak mengabaikan standar pelayanan wisatawan.
“Niatnya untuk memperbaiki diri. Teman-teman pelaku usaha harus mengambil hikmahnya, kalau bekerja, pelayanan ya yang benar, protapnya harus dijalankan,” tegasnya.
Baca juga: DPRD Kota Batu Soroti Dugaan Pungli dan Jual Beli Lapak PKL di Alun-Alun
Sebagai informasi, unggahan yang menjadi perbincangan tersebut pertama kali muncul melalui akun Threads @eggieeew. Pemilik akun mengaku membeli ronde di Alun-alun Kota Batu pada Sabtu (18/7/2026) malam dan menduga melihat penjual memasukkan sisa kuah ronde bekas pembeli ke dalam panci untuk dijual kembali.
“Gue coba pantau terus pergerakan si ibu, bener aja dia selalu melakukan hal yang sama, sisa kuah ronde orang dimasukin ke panci tsb dan dijual lg buat pembeli baru. Intinya air jahe ini, ada kumpulan sisa kuah ronde pembeli2 sebelumnya,” tulis pemilik akun tersebut.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























