Kamis, Oktober 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Mengenal Impulse Buying, Saat Keinginan Mengalahkan Kebutuhan

Redaksi by Redaksi
Juli 16, 2026 2:09 pm
in Tips
Mengenal Impulse Buying, Saat Keinginan Mengalahkan Kebutuhan

Ilustrasi impulse buying. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Kemudahan berbelanja melalui marketplace, banjir promo, hingga program flash sale membuat masyarakat semakin mudah melakukan transaksi kapan saja. Di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul kebiasaan yang perlu diwaspadai, yakni impulse buying atau pembelian impulsif.

Impulse buying merupakan tindakan membeli barang atau jasa secara spontan tanpa perencanaan sebelumnya. Menurut Cambridge Dictionary, perilaku ini terjadi ketika seseorang membeli sesuatu yang sebelumnya tidak direncanakan karena muncul keinginan secara tiba-tiba setelah melihat produk.

READ ALSO

Cara Memakai Kerudung Segiempat untuk Wajah Bulat agar Terlihat Tirus

Tips Menghafal Al-Qur’an agar Cepat Hafal dan Konsisten

Kebiasaan tersebut tidak hanya terjadi saat berbelanja di toko fisik, tetapi juga ketika bertransaksi secara daring. Seseorang yang awalnya berniat membeli kebutuhan pokok, misalnya, dapat berakhir membawa pulang camilan, aksesori, atau barang lain karena tertarik pada tampilan produk maupun promosi yang ditawarkan.

Baca juga:  Tips Belanja Online Sesuai Budget untuk yang Doyan Shopping

Berbagai Faktor Memicu Pembelian Spontan

Pembelian impulsif dipengaruhi sejumlah faktor. Meta-analisis yang dipublikasikan dalam Journal of the Academy of Marketing Science menyebut perilaku tersebut berkaitan dengan karakteristik konsumen, kondisi saat berbelanja, serta rangsangan pemasaran seperti promosi, potongan harga, penataan produk, hingga suasana toko. Faktor-faktor tersebut dapat mendorong konsumen mengambil keputusan membeli tanpa perencanaan.

Di era digital, peluang terjadinya impulse buying semakin besar. Notifikasi diskon, rekomendasi produk berdasarkan riwayat pencarian, serta fitur flash sale membuat konsumen lebih mudah terdorong menyelesaikan transaksi tanpa kembali mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan.

Kondisi emosional juga berperan dalam keputusan pembelian. Rasa senang, bosan, maupun keinginan memberi penghargaan kepada diri sendiri dapat memicu seseorang membeli barang secara spontan.

Berpotensi Mengganggu Keuangan

Pembelian impulsif tidak selalu berdampak negatif apabila dilakukan sesekali dan masih sesuai kemampuan finansial. Namun, jika menjadi kebiasaan, pengeluaran dapat membengkak karena pembelian lebih didasarkan pada keinginan sesaat daripada kebutuhan.

Kondisi tersebut membuat anggaran bulanan lebih sulit dikendalikan dan berpotensi menghambat tujuan keuangan lain, seperti menabung maupun memenuhi kewajiban yang lebih penting. Tidak sedikit pula barang yang dibeli secara impulsif akhirnya jarang digunakan.

Cara Mengurangi Impulse Buying

Salah satu langkah sederhana untuk menekan kebiasaan belanja impulsif ialah menyusun daftar kebutuhan sebelum berbelanja. Cara ini membantu konsumen tetap fokus pada barang yang memang diperlukan sehingga mengurangi peluang membeli produk di luar rencana.

Menetapkan anggaran belanja juga dapat membantu mengontrol pengeluaran. Ketika menemukan produk yang menarik atau sedang didiskon, memberi jeda sebelum membeli dapat menjadi kesempatan untuk menilai kembali apakah barang tersebut memang dibutuhkan atau sekadar dibeli karena dorongan sesaat.

Consumer Financial Protection Bureau (CFPB) juga menganjurkan konsumen menyusun anggaran dan membuat rencana pembelian sebelum berbelanja. Perencanaan tersebut membantu mempertimbangkan biaya, membandingkan berbagai pilihan, serta mengambil keputusan pembelian secara lebih terencana.

Memahami penyebab impulse buying menjadi langkah awal agar konsumen lebih menyadari berbagai faktor yang memengaruhi keputusan membeli. Penelitian menunjukkan karakteristik individu, kondisi saat berbelanja, serta rangsangan pemasaran seperti promosi dan tampilan produk dapat mendorong terjadinya pembelian impulsif. Dengan mengenali faktor-faktor tersebut, masyarakat dapat lebih berhati-hati sebelum memutuskan membeli suatu produk.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Maura Sampetoding/ Magang
editor: jatmiko

Tags: apa itu impulse buyingbelanja impulsifbelanja onlinecara menghindari impulse buyingdampak impulse buyingimpulse buyingLiterasi keuanganmanajemen keuangan

Related Posts

Cara Memakai Kerudung Segiempat untuk Wajah Bulat agar Terlihat Tirus
Tips

Cara Memakai Kerudung Segiempat untuk Wajah Bulat agar Terlihat Tirus

Rabu, 14 Okt 2026
Tips Menghafal Al-Qur’an agar Cepat Hafal dan Konsisten
Tips

Tips Menghafal Al-Qur’an agar Cepat Hafal dan Konsisten

Rabu, 14 Okt 2026
Rekomendasi Menginap Dekat Kampus, Ini Hotel Bintang 4 di Sekitar Universitas Brawijaya
Tips

Rekomendasi Menginap Dekat Kampus, Ini Hotel Bintang 4 di Sekitar Universitas Brawijaya

Jumat, 4 Sep 2026
5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi
Tips

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi

Jumat, 14 Agu 2026
Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa
Tips

Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa

Minggu, 9 Agu 2026
7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak
Tips

7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak

Sabtu, 8 Agu 2026
Next Post
Jamsostek Award 2026, Pemkab Malang Tegaskan Komitmen Perluas Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

Jamsostek Award 2026, Pemkab Malang Tegaskan Komitmen Perluas Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.