Rabu, Juli 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Jangan Cuma Cek Kedaluwarsa, Ini Cara Membaca Label Gizi pada Makanan Kemasan

Redaksi by Redaksi
Juli 15, 2026 5:11 pm
in Tips
Jangan Cuma Cek Kedaluwarsa, Ini Cara Membaca Label Gizi pada Makanan Kemasan

Ilustrasi membaca label informasi nilai gizi pada produk makanan kemasan. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Memeriksa tanggal kedaluwarsa memang penting saat membeli makanan atau minuman kemasan. Namun, kebiasaan itu belum cukup. Konsumen juga perlu membaca Informasi Nilai Gizi (ING) yang tercantum pada kemasan agar dapat memilih produk sesuai kebutuhan tubuh.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjelaskan, Informasi Nilai Gizi merupakan daftar kandungan zat gizi dan zat non gizi yang wajib dicantumkan pada label pangan olahan sesuai ketentuan. Melalui informasi tersebut, masyarakat dapat mengetahui kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, gula, garam (natrium), serta zat gizi lain yang dipersyaratkan pada label pangan.

READ ALSO

Mengapa Pelaku Usaha Perlu Memahami Perilaku Konsumen, Bukan Sekadar Menjual Produk?

Perbedaan CV dan Portofolio untuk Mahasiswa, Ketahui Fungsi dan Penggunaannya

Salah satu bagian yang kerap diabaikan ialah takaran saji. Padahal, seluruh angka yang tercantum pada label gizi dihitung berdasarkan satu takaran saji, bukan selalu untuk satu kemasan.

Baca juga: 5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya

Sebagai contoh, satu bungkus camilan bisa terdiri atas dua hingga tiga takaran saji. Jika seluruh isi kemasan dihabiskan sekaligus, asupan kalori, gula, lemak, maupun natrium yang masuk ke tubuh otomatis menjadi dua atau tiga kali lebih besar dibanding angka yang tercantum untuk satu sajian. Karena itu, jumlah sajian per kemasan perlu dipahami sebelum melihat kandungan gizi lainnya.

Label Gizi: Perhatikan Kalori, Gula, Garam, dan Lemak

Selain takaran saji, konsumen juga perlu memperhatikan jumlah energi atau kalori pada setiap sajian. Besarnya kebutuhan energi setiap orang tidak sama karena dipengaruhi usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi fisiologis.

Mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI, informasi kalori pada label sebaiknya digunakan sebagai acuan untuk menyesuaikan kebutuhan masing-masing, bukan sebagai patokan yang berlaku sama bagi semua orang.

Kandungan gula, garam, dan lemak atau yang dikenal dengan singkatan GGL juga tidak boleh luput dari perhatian. Ketiga komponen tersebut berpengaruh terhadap pola konsumsi harian.

Kementerian Kesehatan RI menganjurkan masyarakat membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak melalui pesan “G4 G1 L5”, yakni gula maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan per hari, garam maksimal 2.000 miligram natrium atau setara sekitar 5 gram atau satu sendok teh garam per hari, serta lemak maksimal 67 gram atau sekitar lima sendok makan minyak per hari.

Dengan melihat kandungan gula, natrium, dan lemak pada label, konsumen dapat membandingkan beberapa produk sejenis sebelum menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Label Gizi: Pahami Persentase AKG dan Daftar Komposisi

Hal lain yang juga perlu diperhatikan ialah persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG). Angka tersebut menunjukkan kontribusi suatu zat gizi dalam satu takaran saji terhadap kebutuhan gizi harian.

Sebagai contoh, apabila suatu produk mencantumkan natrium sebesar 20 persen AKG, berarti satu takaran saji produk tersebut memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan natrium harian berdasarkan acuan pada label. Informasi itu membantu konsumen menilai apakah kandungan suatu zat gizi tergolong rendah atau tinggi sekaligus membandingkannya dengan produk lain.

BPOM juga mengimbau masyarakat tidak hanya membaca Informasi Nilai Gizi, tetapi juga mencermati daftar komposisi. Bahan pangan disusun berdasarkan jumlah penggunaannya, mulai dari yang paling banyak hingga paling sedikit.

Dengan memahami Informasi Nilai Gizi dan daftar komposisi sebelum membeli maupun mengonsumsi pangan olahan, konsumen diharapkan dapat menentukan pilihan makanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan gizinya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Maura Sampetoding/ Magang
editor: jatmiko

Tags: BPOMcara membaca label kemasan makananedukasi kesehatanGGLgula garam lemakinformasi label giziKalorikalori makananKemenkeslabel gizilabel gizi makananmakanan kemasannutrisitakaran sajitips membaca label gizi

Related Posts

Ilustrasi perilaku konsumen, yaitu membandingkan suatu produk dengan produk lain berdasarkan kondisi ekonomi dan pengalaman. (Foto: Pinterest)
Tips

Mengapa Pelaku Usaha Perlu Memahami Perilaku Konsumen, Bukan Sekadar Menjual Produk?

Rabu, 15 Jul 2026
Perbedaan CV dan Portofolio untuk Mahasiswa, Ketahui Fungsi dan Penggunaannya
Tips

Perbedaan CV dan Portofolio untuk Mahasiswa, Ketahui Fungsi dan Penggunaannya

Rabu, 15 Jul 2026
Ilustrasi website untuk mengakses jurnal bereputasi (Foto: Pexels)
Tips

Website Resmi untuk Mencari Jurnal Bereputasi, Referensi yang Banyak Digunakan Mahasiswa Menyusun Skripsi

Senin, 13 Jul 2026
5 Pasar Tradisional Dekat Kampus di Malang, Cocok untuk Belanja Harian Mahasiswa
Tips

4 Pasar Tradisional Dekat Kampus di Malang, Cocok untuk Belanja Harian Mahasiswa

Jumat, 10 Jul 2026
5 Cara Membangun Kebiasaan Belajar yang Konsisten agar Hasil Belajar Lebih Efektif
Tips

5 Cara Membangun Kebiasaan Belajar yang Konsisten agar Hasil Belajar Lebih Efektif

Jumat, 10 Jul 2026
CV ATS vs CV Kreatif, Mana yang Lebih Tepat untuk Melamar Kerja?
Tips

CV ATS vs CV Kreatif, Mana yang Lebih Tepat untuk Melamar Kerja?

Kamis, 9 Jul 2026
Next Post
Wali Kota Batu Sidak MPLS, Pastikan Hari Ketiga Berjalan Aman dan Bebas Bullying

Wali Kota Batu Sidak MPLS, Pastikan Hari Ketiga Berjalan Aman dan Bebas Bullying

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.