Tugumalang.id – Proses pembangunan Jembatan Sonokembang di Pandanwangi, Kota Malang hampir rampung jelang peresmian yang ditargetkan pada akhir Juli 2026. Kini, para pekerja mulai membongkar konstruksi jembatan bailey atau jembatan portable sebagai akses alternatif selama proses pembangunan dilangsungkan.
Terpantau, akses menuju jembatan itu juga telah ditutup dan terpampang papan pengumuman penutupan mulai 9-16 Juli 2026 untuk keperluan pembongkaran konstruksi jembatan bailey. Para pengendara juga diimbau untuk sementara waktu melintasi jalur alternatif lain.
Baca Juga: Jembatan Bailey Sonokembang Kota Malang Ditutup 4 Hari, Ini Jadwalnya
Kepala DPUPR-PKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto mengatakan bahwa pembangunan konstruksi permanen Jembatan Sonokembang yang dimulai sejak Februari itu ditargetkan rampung total pada 25 Juli 2026 mendatang. Saat ini, progresnya sudah lebih dari 88 persen.
“Pekan lalu, progresnya sudah 88 persen. Penutupan akses pada 9-16 Juli ini dilakukan untuk proses pembongkaran jembatan bailey sebagai tahapan akhir dari penyelesaian pembangunan permanen,” kata Dandung.

Setelah konstruksi jembatan bailey selesai dibongkar, pekerjaan selanjutnya adalah finishing badan jalan Jembatan Sonokembang, termasuk finishing plengsengan dan saluran air di sekitar jembatan.
“Jadi masih ada pekerjaan konstruksi, terutama di lereng jembatan dan salurannya,” tandasnya.
Baca Juga: Jembatan Bailey Sonokembang Kota Malang Kembali Dibuka
Diketahui, pembangunan Jembatan Sonokembang yang dianggarkan sebesar Rp 5,2 miliar itu merupakan upaya revitalisasi pasca jembatan tersebut ambrol diterjang aliran air pada Oktober 2025 lalu.
Lantaran proses pengganggaran yang tak bisa dilakukan pada akhir tahun 2025, warga sempat membuat jembatan rakit dari bambu sebelum akhirnya Pemkot Malang memasang jembatan bailey sebagai konstruksi akses alternatif sementara.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A























