MALANG, Tugumalang.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menggelar Gladi Lapang atau Field Training Exercise (FTX) dengan skenario erupsi Gunung Kelud di Selorejo Camping Ground, Desa Banturejo, Kecamatan Ngantang, selama 7–8 Juli 2026.
Simulasi tersebut merupakan ajang menguji kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana erupsi gunung api yang dapat berdampak pada wilayah Kabupaten Malang. Dalam simulasi ini, seluruh peserta berlatih menjalankan peran sesuai skenario tanggap darurat.
Baca Juga: BPBD Kabupaten Malang Matangkan Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Kelud Lewat Gladi Posko
Skenario latihan mengasumsikan terjadi erupsi Gunung Kelud yang berdampak pada Kecamatan Ngantang, Kasembon, dan Pujon. Di tahun 2014, untuk pertama kalinya wilayah Kabupaten Malang turut terdampak erupsi Gunung Kelud.

Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib mengatakan, Kabupaten Malang merupakan daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Salah satu bencana yang rawan terjadi adalah erupsi gunung berapi, termasuk Gunung Kelud.
“Oleh karena itu, perlu adanya penguatan sinergi lintas sektor. Jangan sampai ego sektoral menghambat proses penanganan darurat. Latihan ini adalah bentuk investasi keselamatan,” pesan Lathifah kepada para peserta gladi lapang, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga: BPBD Kabupaten Malang Matangkan Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Kelud Lewat Gladi Posko
Berbagai simulasi dilakukan selama gladi berlangsung, mulai dari evakuasi mandiri warga, evakuasi massal menuju lokasi pengungsian, penyelamatan korban yang terperosok jurang melalui vertical rescue, hingga pencarian korban tertimbun reruntuhan.
Peserta juga melakukan simulasi pemberian pertolongan pertama kepada penyandang disabilitas dan warga yang mengalami luka saat proses evakuasi. Simulasi lainnya yang dilakukan di kegiatan ini adalah distribusi logistik ke daerah terisolasi menggunakan metode tension line.
Tak ketinggalan, peserta juga melakukan simulasi pencarian dan evakuasi korban di perairan, pengoperasian rumah sakit lapangan, pelayanan dapur umum, sekolah darurat di pengungsian, hingga pemulihan awal berupa pembersihan material erupsi, pembukaan akses jalan, dan pemulihan jaringan listrik.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto mengatakan, hasil simulasi akan dijadikan bahan evaluasi untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Terutama dalam menyamakan persepsi, mengasah keterampilan, dan mempererat jejaring komunikasi antarinstansi dalam menentukan jalur evakuasi, titik pengungsian, serta mekanisme distribusi logistik.
“Gladi telah berlangsung dengan baik dan lancar. Meski begitu, koordinasi dan kinerja setiap organisasi perangkat daerah yang terlibat penanggulangan bencana tetap perlu ditingkatkan,” kata Purwoto.
Pelaksanaan Gladi Lapang ini merupakan bagian dari rangkaian pengujian kesiapsiagaan. Sebelumnya telah dilaksanakan penyusunan dan uji Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB), dilanjutkan Tabletop Exercise (TTX) pada November 2025 dan Command Post Exercise (CPX) pada Kamis (2/7/2026).
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A























