Tugumalang.id – Perum Jasa Tirta I (PJT I) terus mengkampanyekan edukasi pelestarian sumber daya air dengan berbagai cara. Salah satu agenda terbarunya dilakukan lewat ajang trail running bertajuk Selorejo Run Challenge 2026.
Rencananya, ajang yang mengusung slogan “JEJAK: Jaga Ekosistem, Jaga Air Kita” ini akan digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026 di kawasan Waduk Selorejo, Ngantang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca Juga: Kolaborasi PJT I dan Polres Malang Beri Layanan Kesehatan Gratis hingga Sembako Murah di Karangkates
Kepala Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum Perum Jasa Tirta I, Ivania Aestrianingsih menjelaskan ajang olahraga ini tak sekadar ikut tren gaya hidup sehat, tapi membawa misi memerluas edukasi pelestarian sumber daya air.

PJT I, kata Ivana, berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai ruang edukasi masyarakat untuk melihat langsung kondisi hulu dan pentingnya menjaga kawasan tangkapan air (catchment area). Lewat rute lari yang disajikan, peserta diajak melihat langsung tantangan lingkungan saat ini, salah satunya adalah laju sedimentasi waduk.
“Karena kalau kita nanti lari di sana, kita akan tahu bagaimana kondisi sedimentasi di waduk seperti apa. Jika wilayah hulu sudah beralih fungsi, laju erosi meningkat dan sedimentasi akan tertampung di waduk, sehingga ketersediaan air kita menurun. Padahal Selorejo berfungsi mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA),” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga: Lebaran 2026, PJT I Berangkatkan 377 Peserta Mudik Gratis ke Berbagai Kota
Jika keberlanjutan ekosistem hulu tidak dijaga, lanjut dia, pasokan air untuk pembangkit listrik maupun kebutuhan masyarakat sekitar terancam terganggu. Sebab itu, upaya menjaga kelestarian sumber daya air tidak dapat dilakukan satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, korporasi, komunitas, dan masyarakat.
”Selorejo Run Challenge 2026 ini menjadi salah satu media kolaborasi untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” tuturnya.
Tak hanya itu, ajang ini juga menjadi langkah strategis PJT I dalam mengembangkan potensi sport tourism (wisata olahraga) Waduk Selorejo. Para peserta akan melintasi rute dengan panorama pegunungan, hamparan waduk, jalur perkebunan, serta kawasan hutan yang menjadi karakter khas kawasan tersebut.
”Format trail run kali ini sengaja dirancang ramah keluarga, di mana peserta dapat berlari melintasi jalur perkebunan dan hutan, sementara keluarga pendamping tetap bisa menikmati suasana wisata Waduk Selorejo,” ungkapnya.
Sementara, Ketua Panitia Selorejo Run Challenge 2026, Yan Christanto, menambahkan di ajang ini, peserta dapat memilih dua kategori jarak, yaitu pertama kategori 17 kilometer (17K) dengan elevation gain sekitar 542 meter dan cut off time selama 5 jam.
Kategori kedua, 8 kilometer (8K) dengan elevation gain sekitar 239 meter dan cut off time selama 2,5 jam. Kedua kategori ini disiapkan untuk memberikan pengalaman lari lintas alam yang menantang, namun tetap dapat diikuti oleh pelari dengan berbagai tingkat kemampuan. Mulai dari pelari pemula hingga pelari yang lebih berpengalaman.
”Kompetisi ini nanti sifatnya semi-perlombaan yang dilengkapi dengan timing system digital untuk mencatat waktu peserta,” kata dia.
Pihaknya menuturkan ajang ini ditargetkan mampu menyedot total 1.000 peserta dari berbagai komunitas lari di seluruh Nusantara. Saat ini, slot pendaftaran dikabarkan sudah terisi sekitar 60 persen.
”Untuk informasi dan pendaftaran hanya dibuka secara online melalui akun Instagram @selorejorun atau laman gelar.in/event/selorejorun/ . Batas waktu pendaftarannya 20 Juli 2026,” ungkapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A























