Minggu, Oktober 25, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

NU Bukan Rental Maesan

Redaksi by Redaksi
Januari 15, 2022 8:24 pm
in Ruang Cendekia
Ilustrasi

Ilustrasi

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

 

Catatan M. Khusen Yusuf

READ ALSO

Ngalam Emas 2045: Ketika Budaya, Perjuangan, dan Teknologi Menemukan Jalan Bersama

Sepuluh Tahun Menanam, Enam Puluh Lima Tahun Menaungi: Refleksi FKIK untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

“Monggo kito lereni yah ono yah ene kulino nyewa’-nyewa’no maesan mbah-mbah ingkang minulyo.”

[“Mari kita hentikan kebiasan menyewakan nisan para leluhur yang mulia (derajatnya).”]

Meski diselingi guyonan-guyonan khas pesantren, kritik Gus Yahya Cholil Staquf masih nampak keras sekali. Pesan bernada peringatan tersebut disampaikan Ketua Umum PBNU yang baru terpilih pada Muktamar ke-34 di Lampung itu disampaikan pada momen Haul ke-83 al-Maghfurlah KH Muhammad Munawwir bin Abdulllah Rosyad di Pesantren al-Munawwir, Krapyak, Jogjakarta, 13 Januari 2021 tadi malam.

Penulis: M Khusen Yusuf. dok

Kepada siapa peringatan itu tertuju? Tentu kepada semua aktivis NU yang mendapatkan mandat sosial dan politik untuk ngurusi jam’iyyah Nahdlatul Ulama, terkhusus jari telunjuk peringatan itu terarah kepada para “pemain NU” yang biasa jualan NU dan menjajakan hasil perjuangan para pendiri NU. “Ini peringatan untuk kita semua, khususnya teman-teman pemain NU. Kudu dilereni olehe mengeksploitasi kuburane mbah-mbahe (harus dihentikan kebiasaan mengeksploitasi kuburan kakek moyangnya). Rodok (agak) kasar. Tapi perlu disampaikan terang-terangan supaya diingat,” ujar Gus Yahya.

Istilah penyewaan maesan (batu nisan) leluhur adalah sebentuk sindiran yang relatif nyelekit kepada para pihak yang kerap “jualan NU” dalam setiap momen politik, entah itu Pilkada maupun Pilpres; Sebuah perilaku politik yang tentu saja berpotensi menyakiti warga Nahdliyyin dan mbelok dari cita-cita luhur para pendiri NU. “Kadang disewakno kanggo pilkada, kanggo pilpres. Usaha kok penyewaan maesan. (kadang disewakan untuk pilkada, untuk pilpres. Bikin usaha kok penyewaan batu nisan),” sindir Gus Yahya.

Gus Yahya menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama adalah organisasi besar yang dalam perjalanannya semakin membesar. Catatan sejarah menegaskan kian besarnya NU. Pada Pemilu 1955, Ketika menjadi partai politik, NU tercatat memiliki konstituen sebesar 18 persen. Membesarnya NU tak mampu dibentuk oleh Rezim Orde Baru yang selama 32 tahun kekuasaannya berupaya mengkerdikan dan membatasi ruang gerak organisasi para kyai dan santri ini.
Terbukti paska Orde Baru tumbang, NU tetap berdiri dengan jumlah warga yang kian membesar. “Hasil survey (sebuah lembaga) pada tahun 2019, yang mengaku ikut NU itu berjumlah 50,7 % dari seluruh penduduk Muslim di Indonesia. Itu artinya ada lebih dari 120 juta orang NU di negeri ini.”

Kian membesarnya NU itu menurut Gus Yahya berasal dari jasa para Kyai yang istiqomah menunggui pondok pesantren serta mengajar para santri dan masyarakat. Dan keberadaan para kyai saat ini, yang mendapatkan kepercayaan publik untuk mendidik santri dan masyarakat umum bukan karena perjuangannya sendiri, tetapi merupakan lungsuran kramate sing duwur—warisan keramat para kyai pendahulu. “Jadi, NU itu besar seperti ini karena mendapatkan warisan kramat kyai pendahulu kita, seperi Kyai Hasyim Asy’ari, Mbah Wahab Hasbullah, Mbah Bisri, Mbah Munawwir, Mbah Ali Maksum, dan Kyai-Kyai lainnya.”

Jasa para Muassis dan Kyai pendahulu itulah yang harus selalu diingat oleh semua aktivis NU, terutama mereka yang saat ini mendapatkan mandat sosial dan politik dari nahdliyyin. Dengan menyadari jasa, perjuangan, dan kramat para Kyai tersebut, kita diharapkan tidak terjerembab ke dunia usaha penyewaan kuburan alias tukang rental maesan (batu nisan) para leluhur.
Wallahu a’lam.

Tags: Nahdlatul UlamaNUpbnu

Related Posts

Ngalam Emas 2045: Ketika Budaya, Perjuangan, dan Teknologi Menemukan Jalan Bersama
Ruang Cendekia

Ngalam Emas 2045: Ketika Budaya, Perjuangan, dan Teknologi Menemukan Jalan Bersama

Sabtu, 24 Okt 2026
Sepuluh Tahun Menanam, Enam Puluh Lima Tahun Menaungi: Refleksi FKIK untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Ruang Cendekia

Sepuluh Tahun Menanam, Enam Puluh Lima Tahun Menaungi: Refleksi FKIK untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Sabtu, 24 Okt 2026
Insinyur Ulul Albab: Meneguhkan Peran Rekayasa dalam 65 Tahun UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Ruang Cendekia

Insinyur Ulul Albab: Meneguhkan Peran Rekayasa dalam 65 Tahun UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Jumat, 23 Okt 2026
Bahasa Arab dan Ekosistem Keilmuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: Menjaga Warisan, Merawat Keunggulan
Ruang Cendekia

Bahasa Arab dan Ekosistem Keilmuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: Menjaga Warisan, Merawat Keunggulan

Jumat, 23 Okt 2026
Dosen Pascasarjana Universitas Raden Rahmat Malang, Dr. Aries Musnandar, M.Pd. /Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Merawat Akar Pesantren, Menguatkan Masa Depan Bangsa

Kamis, 22 Okt 2026
Dari Kamar Santri Menuju Pengabdian kepada Negeri
Ruang Cendekia

Dari Kamar Santri Menuju Pengabdian kepada Negeri

Kamis, 22 Okt 2026
Next Post
yatim piatu terima bantuan

Ferdi Pengemis Yatim Piatu Dapat Bantuan dari RS Bhayangkara

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.