Rabu, September 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Dinkes Gelar Workshop Antropometri dan Pemberian Makan Bayi dan Anak untuk Ketahui Balita Stunting

Redaksi by Redaksi
November 13, 2021 10:06 pm
in Tugu Sehat
Dinkes - Dinkes Gelar Workshop Antropometri dan Pemberian Makan Bayi dan Anak untuk Ketahui Balita Stunting

Dinkes Gelar Workshop Antropometri.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

KOTA BATU – Dinas Kesehatan Kota Batu terus berupaya untuk menurunkan angka balita stunting. Salah satu caranya dengan menggelar workshop antropometri dan pemberian makan bayi dan anak (PMBA) atau cara pengukuran tubuh dimensi manusia dari tulang, otot dan jaringan adiposa atau lemak, dan untuk menentukan stutus gizi anak.

Penilaian status anak dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran berat badan dan panjang/tinggi badan anak. Pengukuran ini salah satunya untuk mengetahui apakah balita mengalami stunting atau tidak.

READ ALSO

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Menurut Emi Kusrilowati Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Batu menyampaikan, di Batu pernah tercatat angka balita stunting yang cukup tinggi. Tetapi setelah diteliti secara mendalam/dilakukan validasi ulang untuk pengukuran berat badan dan tinggi badan ternyata ada kesalahan pengukuran pada balita.

“Sehingga seolah-olah angka stunting di Kota Batu tinggi, padahal itu salah satu penyebabnya adalah kurang tepat dalam pengukuran,” ungkap dia.

Misalnya pengukuran menggunakan timbangan dacin dengan penyeimbang yang kurang pas atau juga ketika mengukur tinggi badan memakai meteran itu cara mengukur yang dilakukan oleh kader kurang tepat.

Sehingga oleh dinkes dan nutrisionis puskesmas bersama bidan desa harus dicek lagi dan ternyata ditemukan ada yang kurang tepat. “Kalau timbangan yang pakai timbangan dacin dengan penyeimbang pakai pasir agar lebih tepat dan untuk pengukuran tinggi badan menggunakan micritoise,” ujar Emi.

Untuk itu lanjut dia, melalui workshop tersebut para petugas pengukuran/kader balita sudah diberi pelatihan tentang tata cara pengukuran yang benar. Misalnya ketika mengukur panjang badan bayi harus dilakukan oleh tiga orang. Dua orang memegang bayi agar tidak bergerak gerak, satu orang melakukan pengukuran.

Nah, selama ini masih banyak pengukuran dilakukan oleh satu orang. Sehingga ketika bayi bergerak ukurannya menjadi berbeda dengan ukuran yang sebenarnya.

Diungkapkan oleh Emi, pada tahun 2019 lalu tercatat ada 700 bayi stunting di Kota Batu. Angka tersebut dinilai jauh lebih rendah dibanding dengan data sebelumnya yang mencapai 1.400 bayi. “Setelah diukur ulang ternyata hanya 700 bayi yang dinyatakan stunting, padahal sebelumnya tercatat 1.400,” terang dia.

Sementara itu, untuk pelayanan di masa pandemi, petugas atau kader posyandu dan bidan yang menjadi mitra dinkes mengunjungi rumah warga. Dengan ketentuan setiap ada 10 bayi/lewat dasa wisma dijadikan satu dan kemudian diadakan kunjungan ke sana.

Tujuannya agar pertumbuhan mereka bisa tetap terpantau dengan maksimal. Karena bila selama tiga bulan berturut- turut bila tidak ada kenaikan berat badan /pertumbuhan bayi tersebut maka akan terus dipantau.

Jika diketahui tidak ada perkembangan yang baik maka akan dilakukan rujukan berjenjang mulai dari puskesmas diperiksa lebih lanjut kenapa tidak ada kenaikan berat badan dan tinggi badan balita tersebut. Apakah ada penyakit lain pada balita tersebut, dan jika ditemukan maka bisa dirujuk ke rumah sakit untuk ditangani oleh dokter spesialis anak.

Dikatakan Emi, selama ini jika ada bayi yang tidak mengalami perkembangan biasanya ada penyakit penyerta, seperti jantung bocor atau gangguan pada jantung atau penyakit penyerta lain nya.

Penyebab yang lain misal karena pola asuh atau pemberian makan yang tidak tepat. Yaitu memberi asupan yang tidak memiliki protein terutama protein hewani. Termasuk pemberian makan setelah asupan ASI 6 bulan (ASI eksklusif) juga bisa mempengaruhi.

Untuk itu, kepada para ibu menyusui setelah ASI eksklusif diminta untuk memberikan asupan yang tepat bagi bayi. Misalnya jika memberi makanan pendamping ASI jangan asal membeli makanan, tetapi harus dicek dulu kebersihan dan kandungan gizinya. (lid)

Tags: Balitabalita stuntingDinkes Kota Batustunting

Related Posts

Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Tugu Sehat

Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Jumat, 31 Jul 2026
Next Post
Wisata alami Sumber Taman, Pagelaran

Yuk, Wisata ke Pemandian Alam Sumber Taman di Pagelaran

BERITA POPULER

  • 3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekomendasi Cafe Pinggir Sungai di Malang: Sajikan Tempat Ngopi yang Estetik dan Menyegarkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.