Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Marsinah Diculik dan Dibunuh, ‘Pahlawan’ Buruh tanpa Keadilan

Redaksi by Redaksi
Oktober 19, 2021 8:18 am
in Ruang Cendekia
Marsinah, aktivis buruh yang tewas masa Orde Baru dan belum mendapatkan keadilan./tugu malang

Marsinah, aktivis buruh yang tewas masa Orde Baru dan belum mendapatkan keadilan. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Marsinah adalah nama yang akan selalu dikenang dalam sejarah kaum buruh Indonesia. Pemuda buruh yang diculik dan dihabisi pasca memperjuangkan hak-hak kaum buruh di tempat ia bekerja.

Marsinah menjadi simbol perlawanan kaum buruh dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraannya. Dia adalah sosok buruh yang pernah melawan rezim bersama para dedengkot kapitalisnya. Tetapi kemudian dia hilang dibunuh. Pembunuhan di masa rezim Orde Baru yang hingga hari ini tak pernah ada keadilan untuknya.

READ ALSO

Pentingnya Pemberitaan yang Objektif dan Empatik bagi Kesehatan Mental

Jebakan Penerbitan Nakal dan Mengapa Penulis Butuh Ekosistem, Bukan Sekadar Mesin Cetak

Marsinah lahir di Nganjuk 10 April 1969. Dia seorang aktivis buruh pada masa rezim Orde Baru. Marsinah bekerja di PT Catur Putra Surya (CPS), pabrik pembuat jam arloji di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Ditempatkan pada bagian operator mesin bagian injeksi.

Marsinah dikenal sebagai orang yang penuh energi dan pantang menyerah. Meskipun terlahir dari kalangan menengah ke bawah, dia tetap tak mau menyerah pada nasib. Dia juga dikenal pemberani dan lantang menyuarakan keadilan dan penegakan HAM bagi rakyat kecil, termasuk kaum buruh. Saat itu, dia masih berusia 24 tahun. Marsinah diculik dan ditemukan tewas dengan luka penganiayaan.

Dilansir dari YouTube Adi Channel, kejadian bermula dari Pemerintah Suharto mengeluarkan aturan baru untuk menaikkan gaji buruh sebesar 20 persen. Aturan baru itu disambut gembira oleh para buruh di Indonesia, namun tidak bagi sebagian pengusaha. Salah satunya PT. CPS, tempat di mana Marsinah bekerja.

Perusahaan tersebut menolak adanya kenaikan gaji bagi para buruhnya. Ketidakpatuhan perusahaan menyebabkan para buruh yang bekerja di dalamnya memberontak. Merka melakukan mogok kerja pada 3 hingga 4 Mei 1993.

Pada 5 Mei 1993, Yuda Prakosa, pemimpin aksi demo dipanggil menghadap ke kantor Koramil bersama dengan 12 buruh lainnya. Ke 13 buruh itu dipaksa untuk menandatangani surat pengunduran diri dari PT. CPS dengan alasan mereka telah melaksanakan rapat ilegal dan menghasut para buruh untuk melakukan mogok kerja.

Mendengar informasi tersebut, Marsinah tak tinggal diam. Ia tidak terima rekan-rekan seperjuangannya diperlakuan seenaknya hanya karena menuntut keadilan dari perusahaan di mana ia bekerja. Marsinah mengorganisir teman-temannya dan melakukan negosiasi terkait pengunduran diri dan masa depan pekerjaan mereka. Dia juga mengatakan bahwa akan menuntut ke Kodim dengan bantuan saudaranya yang berada di Surabaya.

Negosiasi selesai pada pukul 10 malam. Kemudian Marsinah pamit kepada teman-temannya untuk makan malam. Tetapi tak ada yang menyangka bahwa pertemuan malam itu adalah pertemuan terakhir mereka dengan pahlawan buruh tersebut. Dia hilang diculik, sempat dilakukan pencarian selama tiga hari.

Marsinah ditemukan tak bernyawa pada 9 Mei 1993 di Hutan Wilungan, Nganjuk, Jawa Timur dengan tubuh penuh luka. Pergelangannya lecet, tulang panggulnya hancur, dan beberapa bagian tubuhnya berdarah. Kemudian jasadnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Nganjuk dan dilakukan autopsi pada jasadnya. Berdasarkan hasil autopsi, Marsinah sempat diperkosa sebelum akhirnya dibunuh dengan kejam.

Kejadian ini mendapat banyak perhatian banyak masyarakat Indonesia, terutama kaum buruh yang senasib. Mereka mendesak pemerintah saat itu, agar membongkar dan menemukan pelaku kejahatan atas tewasnya wanita pemberani itu. Namun, sebagaimana korban penculikan lainnya di masa rezim Suharto, tuntutan tak pernah diwujudkan. Keadilan itu tak pernah datang.

Hingga hari ini pelaku pembunuhan Marsinah tidak diketahui dan kasusnya seakan-akan dilupakan oleh rezim penguasa. Namun demikian, Marsinah tetap menjadi simbol perlawanan kaum buruh. Namanya tercatat sebagai salah satu persolan pelanggaran HAM di masa Orde Baru yang tidak dituntaskan.

Penulis : Anggie Puspita Sari

Editor : Herlianto. A

Tags: MarsinahOrde BaruPenculikan Marsinah

Related Posts

Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, Fuji Astutik, M.Psi, Psikolog. /Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Pentingnya Pemberitaan yang Objektif dan Empatik bagi Kesehatan Mental

Jumat, 16 Okt 2026
Achmad Sufyan Wahyudi, M.Pd/ Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Jebakan Penerbitan Nakal dan Mengapa Penulis Butuh Ekosistem, Bukan Sekadar Mesin Cetak

Kamis, 15 Okt 2026
Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Next Post
Sephia-Sheila On 7, salah satu lagu yang memiliki kisah misteri.

Punya Kisah Mistis, 6 Lagu Ini Sempat Hits

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.