Sabtu, Agustus 29, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Bisnis

Pedagang di Area Kampus Harap Mahasiswa Segera Kuliah Tatap Muka

Dulu Sehari Bisa Habis 25 Kg Beras, Sekarang 3 Kg Tidak Habis

Redaksi by Redaksi
Oktober 18, 2021 4:15 pm
in Bisnis
Pedagang di area kampus Kota Malang. Foto: Feni Yusnia

Pedagang di area kampus Kota Malang. Foto: Feni Yusnia

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id Berbagai cerita kehidupan di masa pandemi COVID-19 menjadi pelajaran berharga. Bagaimana para pedagang, utamanya usaha mikro, harus bersiap menghadapi situasi yang tak pasti. Perubahan situasi secara drastis ini, tentunya harus bisa diantisipasi.

Seperti para pedagang pemilik warung makan di area kampus Kota Malang yang susah payah bertahan dengan keterbatasan. Satu persatu di antara mereka harus gulung tikar. Namun banyak juga pedagang yang masih bertahan, berharap situasi kembali normal dan mahasiswa kembali datang di Kota Pendidikan ini.

READ ALSO

Saham Sawit Menguat di Tengah Karhutla, Ini Penjelasannya

Mazda Pamerkan 4 Mobil Terbaru di Kota Malang, Ada Mazda 6e Fastback hingga CX-60 Sport

Salah satunya Susiati, pemilik warung makan di Jalan Kertosono Ketawanggede. Jalan tersebut menjadi salah satu akses keluar masuk Universitas Brawijaya (UB). Tidak jauh juga dari kampus UIN Malang. Ribuan mahasiswa lalu lalang di kawasan tersebut setiap harinya, sebelum pandemi.

Pedagang di area kampus Kota Malang. Foto: Feni Yusnia

“Dulu warung ini sangat ramai. Sehari bisa habis 25 kg beras. Sekarang sepi, 3 kg saja sehari tidak habis,” kata perempuan berumur 60 tahun tersebut.

Saat ini, akses masuk kampus UB di jalan tersebut ditutup. Susiati menyebutnya kampus mati. Tidak hanya itu, rumah kos yang dikelolanya juga kosong. Sejak pandemi datang, sejak itu pula mahasiswa pulang.

“Saya sempat tidak jualan selama empat bulan. Sekarang saya beranikan, ya berdoa semoga kampus bisa segera masuk,” harapnya.

Begitu juga dengan Andika, penjual lalapan di Jalan Simpang Gajayana Merjosari. Dia mengaku penghasilannya selama berjualan menurun.

Andikapun kaget saat virus COVID-19 ramai diperbincangkan dan mahasiswa ramai berbondong-bondong hilang. “Awal-awal corona saya masih sempat jualan. Sueeepi.. mahasiswa hilang,” terangnya.

Dirinyapun berpikir, bertahan saja dari hantaman pandemi, sudah bisa aman. Dia tidak berpikir untuk menerjang pandemi karena energi dan finansialnya akan habis. Andika memilih menutup warungnya dan membuka kembali saat kondisi sudah memungkinkan.

“Ada tiga warung cabang lalapan ini ditutup. Salah satunya yang saya jualan. Ya, ini harapannya agar bisa bertahan (sampai pandemi reda),” imbuhnya.

Tidak hanya itu, dia mengakui dampak penutupan warung lalapan tersebut adalah pengurangan karyawan. Padahal, penjualan lalapan dalam sehari bisa laris hingga 700 porsi, di masa normal.

“Sekarang ini buka lagi, masih melihat-lihat bagaimana situasinya ke depan,” ucapnya.

Tak jauh berbeda, Ningsih, pemilik warung makan di Jalan Bendungan Sutami Gang VI. Area tersebut padat mahasiswa karena dekat dengan kampus Universitas Negeri Malang (UM) dan kampus kedokteran UMM.

Perempuan berumur 48 tahun tersebut harus menutup warungnya selama delapan bulan lamanya karena pandemi COVID-19. Saat ini, Ningsih kembali membuka warungnya, meskipun mengurangi bahan jualan hingga 80 persen. Menurutnya, yang penting warung tersebut buka, meskipun belum ramai seperti sebelum pandemi.

“Semoga pandemi cepat selesai saja, jadi mahasiswa bisa kuliah lagi masuk kampus. Saya kira itu harapan para pemilik warung yang ada di sekitar kampus,” pungkasnya.

Harapan para pedagang itu tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kampus. Kesehatan komunal menjadi paling penting dalam proses pembelajaran, sehingga kuliah dilaksanakan secara daring. Sejumlah kampus melakukan inovasi pembelajaran dan pemanfaatan teknologi digital.

Rektor UM, Prof Dr AH Rofi’uddin MPd menyatakan pihaknya selama ini sudah sangat siap dengan pembelajaran daring. Sejak awal, kampus memberikan pelatihan kepada para dosen agar cakap digital. Namun sejumlah kendala seperti jaringan internet di lokasi peserta didik yang lemah, dan lainnya.

“Tentu perkuliahan masih kami laksanakan secara daring, sembari melihat perkembangan level PPKM di Kota Malang. Kami lihat perkembangannya, kami evaluasi terus. Jika memungkinkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas, akan kami lakukan, semua regulasi sudah kami siapkan,” tuturnya.

UM, kata Prof Rofi’uddin, sudah menyiapkan perangkat sarana prasarana perkuliahan tatap muka dengan protokol kesehatan. Mahasiswa juga harus mendapatkan surat persetujuan dari orang tua secara tertulis, vaksinasi, dan lainnya.

“Bisa kami laksanakan secara hybrid, tidak full tatap muka. Mahasiswa angkatan pertama dan kedua saja, selanjutnya bisa menyesuaikan,” tambahnya.

Pihaknya sadar, masuknya mahasiswa dalam perkuliahan di kelas, berdampak pada ekonomi masyarakat sekitar kampus. Perkuliahan tatap muka, kata Prof Rofi’uddin, salah satu faktornya untuk menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat sekitar kampus. Selain karena statistik COVID-19 saat ini terus menurun.

“Kami sadar COVID-19 menjadi pukulan berat bagi masyarakat sekitar kampus yang memang berwirausaha makanan dan kos-kosan. Saya sangat merasakan itu. Saya melihat situasinya. Harapannya mari bersama berdoa agar situasi segera pulih kembali,” pungkasnya.

Di Kota Malang saat ini, pembelajaran tatap muka sudah mulai dilakukan secara terbatas. Mulai dari sekolah TK hingga SMA.

Memang yang belum dilaksanakan yaitu untuk perkuliahan. Namun Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi terkait perkuliahan tatap muka. Banyak kampus yang mengajukan izin melaksanakan perkuliahan tatap muka terbatas.

“Sudah ada sejumah kampus yang mengajukan untuk kuliah tatap muka terbatas. Ini masih kami pelajari seperti apa, pakai aplikasi PeduliLindungi, swab, atau vaksinasi. Tapi prinsipnya memang benar, keberadaan mahasiswa menjadi salah satu faktor pendongkrak ekonomi di Kota Malang,” pungkasnya.

Reporter: Feny Yusnia & M Sholeh

Editor: Lizya Kristanti

Tags: kota malangmalangpedagang

Related Posts

Saham Sawit Menguat di Tengah Karhutla, Ini Penjelasannya
Bisnis

Saham Sawit Menguat di Tengah Karhutla, Ini Penjelasannya

Minggu, 23 Agu 2026
Mazda Pamerkan 4 Mobil Terbaru di Kota Malang, Ada Mazda 6e Fastback hingga CX-60 Sport
Bisnis

Mazda Pamerkan 4 Mobil Terbaru di Kota Malang, Ada Mazda 6e Fastback hingga CX-60 Sport

Sabtu, 22 Agu 2026
Mazda Buka Dealer Pertama di Malang
Bisnis

Mazda Buka Dealer Pertama di Malang

Rabu, 12 Agu 2026
Kos
Advertorial

Rumah Kos Jadi Pilihan Investasi Properti di Malang

Selasa, 4 Agu 2026
Gaya Hidup Mahasiswa Dorong Investasi Rumah Kos Premium di Malang
Bisnis

Gaya Hidup Mahasiswa Dorong Investasi Rumah Kos Premium di Malang

Kamis, 23 Jul 2026
Pedagang Online Dipungut Pajak PPh Per Juli 2026, Siapa Saja yang Terkena?
Bisnis

Pedagang Online Dipungut Pajak PPh Per Juli 2026, Siapa Saja yang Terkena?

Sabtu, 18 Jul 2026
Next Post
Pohon Basia Setinggi 15 Meter Tumbang karena Angin Kencang

Pohon Basia Setinggi 15 Meter Tumbang karena Angin Kencang

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.