Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Tradisi Adu Sapi Musim Kemarau di Masalembu Sumenep

Redaksi by Redaksi
Oktober 16, 2021 2:15 pm
in Budaya, Catatan
Tradisi adu sapi oleh petani Masalembu, Sumenep, di musim kemarau

Tradisi adu sapi oleh petani Masalembu, Sumenep, di musim kemarau. (Foto: Dokumen)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Musim kemarau, petani pulau Masalembu Sumenep, menggelar tradisi adu sapi yang disebut tok-tok. Tradisi mengadu dua sapi jantan ini sebagai jeda tanam sebelum memasuki musim penghujan.

Tok-tok berbeda dengan Karapan Sapi yang ada di Madura. Jika Karapan Sapi mengadu kecepatan sepasang sapi, sementara tok-tok mengadu sapi saling dorong dengan tanduknya masing-masing.

READ ALSO

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Sapi yang kalah kuat biasanya langsung lari begitu saja. Tetapi, ada juga jenis sapi yang tidak mau mengalah. Mereka bertarung habis-habisan sampai para pemilik sapi memutuskan untuk melerainya. Sapi demikian biasanya disebut petthel.

Tradisi ini biasanya digelar pada musim kemarau, mulai bulan Juni hingga November setiap tahunnya. Musim kemarau dipilih, karena pada musim tersebut sapi tidak digunakan untuk membajak ladang. Selain itu, lahan yang digunakan untuk arena tok-tok juga tidak ditanami tumbuhan seperti jagung atau singkong. Masyarakat Masalembu bertani hanya pada musim hujan, dengan mengandalkan air hujan.

Jadi tradisi tok-tok adalah jeda bertani yang diisi dengan adu sapi. Pada mulanya tradisi ini, sama seperti Karapan Sapi yaitu agar para petani bersemangat merawat sapi. Biasanya, sapi yang akan diadu dirawat dengan baik. Diberikan makanan terbaik dan juga jamu, agar sapi bertenaga saat bertarung. Jamu yang digunakan bermacam-macam, mulai dari telur, soda, hingga ramuan-ramuan tradisional.

Perawatan yang ekstra tersebut membuat kondisi fisik sapi sehat dan gemuk. Tentu saja, kondisi sapi yang prima juga bagus digunakan untuk membajak ladang. Walaupun pada perkembangannya, ada pergeseran dari niatan awal. Kini tok-tok juga bernilai prestis dan ekonomis. Sapi yang bisa bertarung dengan lihai harganya cenderung mahal dan sang pemilik sapi seperti memiliki nilai lebih di masyarakat.

Bila musim kemarau tiba, pengumuan tok-tok segera menyebar. Lokasinya yang sangat terkenal adalah Jureg yaitu lahan sekitar seluas lapangan bola dengan permukaan cekung, sehingga memudahkan penonton melihat tok-tok dari posisi yang lebih tinggi. Lokasi ini berada di desa Masalima Dusun Tengah, Masalembu.

Proses tok-tok dikoordinir oleh seorang Bhuto yang memasangkan sapi-sapi yang cocok. Yang besar dilawankan dengan besar dan kecil dilawankan dengan kecil. Dia akan mengatur jalannya tok-tok agar sapi dapat bertarung dengan baik. Bhuto yang sangat terkenal bernama Atip.

Saat tok-tok mau dimulai, Atip biasanya menuju tengah arena lalu memberikan informasi, bahwa acara akan dimulai serta memilih sapi yang akan diadu perdana.

Ketenaran Atip dalam dunia tok-tok di Masalembu, tidak hanya kepiawaiannya dalam memasangkan sapi yang akan bertarung. Tetapi, dia juga punya kemampuan menaklukkan sapi yang ngamuk atau lepas.

Jika ada sapi lepas biasanya, Atip akan mengejar sapi itu lalu memegang tanduk kedua sapi dengan kencang sembari ditarik ke samping seperti memutar ster mobil. Anehnya, sapi seperti tak berdaya saat dipegang Atip. Orang Masalembu menyebutnya ekeppek Atip, saat itulah dengan mudah pemilik sapi mengikat hidung sapi dengan tali yang disebut tongar.

Dalam arena tok-tok, masyarakat Masalembu sekaligus membangun silaturahmi antar petani. Bisa jadi mereka bertukar pengetahuan tentang bagaimana merawat sapi yang baik. Sapi yang sangat gemuk dan besar akan dikagumi. Dan, biasanya diadu di sesi akhir sebagai penutup acara tersebut.

Jenis sapi yang diadu ada tiga macam, jenis lokal, jenis sapi Jawa dan sapi limusin. Sapi-sapi ini juga sebetulnya sebagai komoditas perdagangan bagi masyarakat Masalembu. Sapi-sapi yang sudah besar akan dijual ke luar daerah. Salah tujuan utamanya ke Kalimantan.

Dengan demikian, sapi bagi masyarakat Masalembu tidak hanya sekedar hewan peliharaan tetapi juga tradisi, prestis sosial, sumber ekonomi, dan aset masa depan.

Penulis : Herlianto. A

Editor : Herlianto. A

Tags: Kabupaten SumenepPulau MasalembuTradisi Adu Sapi

Related Posts

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Catatan

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang
Catatan

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Kamis, 27 Agu 2026
Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’
Catatan

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’

Senin, 24 Agu 2026
Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?
Catatan

Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?

Minggu, 23 Agu 2026
Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan
Catatan

Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan

Rabu, 19 Agu 2026
Next Post
Ilustrasi gigi anak yang rentan berlubang

Gigi Anak Takut Berlubang, Lakukan 5 Tips Ini

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.