Minggu, Juli 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

6 Penyebab Kebiasaan Menggertakkan Gigi

Redaksi by Redaksi
September 30, 2021 8:10 am
in Tips
Ilustrasi orang yang sedang menggertakkan gigi (burxism/tugu malang

Ilustrasi orang yang sedang menggertakkan gigi (bruxism). (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pernah mendengar bunyi gigi atas dan bawah saling bergesekan? Itulah yang disebut bruxism atau kebiasaan menggertakkan gigi. Kebiasaan ini terjadi karena gigi rahang bawah dan atas bergesekan dengan kuat sehingga terdengar bunyi yang keras.

Kejadian ini terkadang dialami tanpa sadar oleh pelakunya. Bisa saja pada siang atau malam hari ketika tidur (sleep bruxomania). Kebiasaan ini mengganggu Anda, juga orang lain.

READ ALSO

Tanda-Tanda Burnout pada Mahasiswa, Jangan Anggap Sekadar Lelah Biasa

5 Rekomendasi Buket Kawat Bulu di Malang, Cocok untuk Hadiah Wisuda hingga Ulang Tahun

Dampak yang dihasilkan dari bruxism tidak main-main. Dikutip dari halodoc, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan gangguan seperti gigi patah, longgar, gangguan pada rahang, sakit kepala, dan lain-lain.

Orang-orang biasanya tidak menyadari bahaya bruxism hingga merasakan dampaknya yang besar. Penting sekali untuk mengetahui penyebabnya. Berikut ini 6 penyebab kebiasaan menggertakkan gigi.

1. Warisan secara Genetik

Bruxism berpotensi dialami oleh orang yang memiliki garis keturunan yang punya kebiasaan tersebut.  Kebiasaan itu rupanya bisa diwariskan. Misalnya, seorang anak yang bruxism bisa jadi mengikuti gen orang tuanya yang juga demikian.

2. Merasa Cemas atau Marah

Menggertakkan gigi bisa disebabkan oleh gangguan psikologis. Ketika seseorang cemas, marah, stres atau mengalami tekanan, maka kadang tanpa sadar menggertakkan gigi. Kebanyakan dokter mengatakan bahwa stres merupakan penyebab utama bruxism.

Dikutip dari hellosehat.com,  kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur menjadi pertanda anak mengalami bullying. Sebuah penelitian mengamati remaja usia 13-15 tahun yang terkena bullying lebih berpotensi mengalami bruxism dibanding yang tidak mengalaminya.

Pada orang dewasa, bruxism dialami karena permasalahan yang membuatnya cemas dan tertekan.  Dalam kegiatan sehari-hari mungkin ada hal yang memicu emosi menjadi tidak stabil, cemas, marah, stres, hingga otot menjadi tegang. Ketegangan otot rahang itulah yang menyebabkan gigi saling beradu.

3. Gangguan Tidur

Orang yang memiliki gangguan tidur seperti sleep apnea atau sleep paralysis (ketindihan) juga bisa menjadi penyebab seseorang mengalami bruxism.  Sleep apnea sendiri adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan berhenti sesaat. Sedangkan sleep paralysis adalah gangguan tidur yang sering disebut dengan ketindihan. Di mana seseorang tidak mampu bergerak dan berbicara saat terbangun dari tidur atau ketika hendak tidur.

4. Pengaruh Kepribadian

Orang-orang yang memiliki ciri kepribadian yang agresif, kompetitif dan hiperaktif rentan mengalami bruxism. Seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya, kebiasaan itu berhubungan dengan emosi seseorang.

Orang-orang yang memiliki kepribadian ini biasanya kuat dan tidak ingin kalah. Ini bisa memicu kecemasan jika yang diinginkan tidak sesuai ekspektasi.

5. Gaya Hidup yang Tidak Sehat

Gaya hidup juga dapat memengaruhi kebiasaan bruxism. Orang yang memiliki gaya hidup tidak sehat seperti merokok, narkoba,  dan mengonsumsi minuman berakohol dapat mengalami kebiasaan tersebut.

6. Menderita Penyakit Tertentu

Bruxism bisa disebabkan karena penyakit asam lambung, epilepsi, parkinson, dan demensia. Ini terjadi karena penyakit tersebut berhubungan dengan kondisi emosional dan fungsi otak seseorang.

Seperti asam lambung yang berhubungan dengan kecemasan yang berlebihan, epilepsi yang bisa diakibatkan oleh trauma, parkinson yang menyebabkan tingkat dopamine (hormon pengendali emosi) menurun, dan demensia yang ditandai penurunan fungsi otak.

Penulis : Millenia Safitri

Editor : Herlianto. A

Tags: BruxismMenggertakkan GigiPenyebab Menggertakkan Gigi

Related Posts

Tanda-Tanda Burnout pada Mahasiswa, Jangan Anggap Sekadar Lelah Biasa
Tips

Tanda-Tanda Burnout pada Mahasiswa, Jangan Anggap Sekadar Lelah Biasa

Sabtu, 18 Jul 2026
5 Rekomendasi Buket Kawat Bulu di Malang, Cocok untuk Hadiah Wisuda hingga Ulang Tahun
Tips

5 Rekomendasi Buket Kawat Bulu di Malang, Cocok untuk Hadiah Wisuda hingga Ulang Tahun

Sabtu, 18 Jul 2026
Promosi dari Mulut ke Mulut Tetap Efektif bagi UMKM
Tips

Promosi dari Mulut ke Mulut Tetap Efektif bagi UMKM

Jumat, 17 Jul 2026
Jalur Angkot ke Kawasan Kampus di Kota Malang, Ini Trayek yang Melayani UB, UM, Polinema, dan UIN
Tips

Jalur Angkot ke Kawasan Kampus di Kota Malang, Ini Trayek yang Melayani UB, UM, Polinema, dan UIN

Jumat, 17 Jul 2026
Ilustrasi edukasi finansial, menghitung pengeluaran harian. (Foto: Pinterest)
Tips

Sering Diabaikan, 7 Kebiasaan Kecil Berdampak pada Kondisi Finansial Anda

Jumat, 17 Jul 2026
Mengenal Impulse Buying, Saat Keinginan Mengalahkan Kebutuhan
Tips

Mengenal Impulse Buying, Saat Keinginan Mengalahkan Kebutuhan

Kamis, 16 Jul 2026
Next Post
Ilustrasi orang bermain gadget./tugu malang

4 Aplikasi Ini Mempermudah Pekerjaan Anda

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.