Rabu, Juli 22, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Siswa SD Akui Tak Perlu Lagi Tunggu Orang Tuanya Pulang Kerja untuk Belajar

Pembelajaran Tatap Muka di Kota Malang Dibuka, Protokol Kesehatan Tetap Dijaga

Redaksi by Redaksi
September 17, 2021 9:31 am
in Pendidikan
Sebelum belajar para siswa melakukan cek suhu

Sebelum masuk kelas, setiap siswa wajib melakukan cek suhu. dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Sinar mentari menyinari pagi hari Kamis (16/9/2021), di SDN 1 Kasin Kota Malang. Suara riuh para siswa di halaman sekolah menggugah semangat para guru untuk segera masuk dan belajar di kelas. Sejumlah orang tua yang mengantar ke sekolah, terlihat memastikan putra-putrinya bersemangat belajar bersama teman-teman.

Setiap siswa yang akan masuk kelas wajib cuci tangan. dok

Siswa yang masuk sekolah di Kasin tersebut semuanya mengenakan masker. Sebelum masuk sekolah Duta Satgas COVID-19 SDN 1 Kasin melakukan pengecekan suhu tubuh siswa. Satgas lalu mengarahkan siswa mencuci tangan dengan sabun di wastafel. Terlihat semua siswa yang datang, masuk sekolah dalam keadaan sehat. Sekolah hari Kamis ini, diperuntukkan siswa dengan nomor absen genap saja.

READ ALSO

Lepas Kontingen PORSENI XV, Polinema Tekankan Tentang Prestasi dan Pembentukan Karakter Mahasiswa

Pembekalan KKN Unikama, 618 Mahasiswa Siap Dorong Transformasi Desa Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal

Siswi Kelas IV C, Janeeta Ardi Lukitasari, mengaku senang karena sekolah di Kota Malang sudah bisa tatap muka meskipun dengan skala terbatas. Alasannya, sekolah online sering terkendala jaringan internet. Bahkan dirinya mengaku kesulitan mencerna pelajaran yang disampaikan guru, lebih-lebih jika diminta mengerjakan tugas.

“Kalau di rumah, tidak banyak diajarin sama orang tua. Kalau saya mau kerjakan tugas, juga pasti nunggu orang tua pulang kerja dulu,” ujarnya.

Siswa Kelas III, Narendra Axellio Gibran Affandy, juga senang bisa masuk sekolah. Alasannya karena siswa yang biasa disapa Axel ini, bisa bertemu dengan teman-temannya. Selama ini kata dia, bertemu teman-teman hanya di kelas online. “Sangat senang bisa sekolah seperti biasa, bertemu teman-teman dan guru,” ucapnya.

Pertama masuk sekolah setelah sekian lama belajar secara daring, Axel mengaku bingung mencari kelas barunya. Saat masih pandemi dan sekolah dilaksanakan online, Axel masih duduk di Kelas I, lalu naik Kelas II. Sekarang Axel sudah Kelas III.

“Pertama masuk sekolah (tahun ajaran saat ini) saya bingung cari kelas. Saya kelas berapa? 3B, saya cari tidak ada. Eh, ternyata kelasnya di ujung,” kata Axel sambil tersenyum.

Begitu juga dengan siswa Kelas V C, Keandre Agra Rizqullah Ramadhan, merasa belajar di kelas dapat lebih mudah memahami pelajaran. Belajar langsung dengan guru kata dia, tidak sama dengan belajar via online. Apalagi lanjutnya, pelajaran matematika selalu sulit.

“Misal kalau online, sekolahnya lewat Zoom kadang juga Google Classroom. Banyak bingungnya, apalagi matematika, rumus lupa semua,” terangnya sembari tertawa.

Guru dan Orang Tua Senang
Wali murid siswa Kelas I A Muhammad Azzam, Lailatul Fitria, tidak keberatan dengan pemberlakuan pembelajaran tatap muka. Situasi saat ini kata dia, memang serba sulit. Meski dirinya yakin, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan pihak sekolah tidak sembarangan mengambil kebijakan dan langkah ini. Apalagi kata dia, anak-anak sudah cenderung bosan belajar secara online di rumah.

“Kami orang tua ya ikut senang, karena anak-anak juga sudah bosan ya belajar online, sudah ingin sekolah. Sekolah kan juga menerapkan prokes, jadi tidak masalah. Kalau tatap muka ini kan enak, orang tua seperti saya, agak ribet kalau ngurus belajar di rumah,” kata Fitri.

Tidak hanya siswa, guru juga merasa pembelajaran tatap muka lebih memudahkan interaksi guru dan siswa. Selain karena pembelajaran daring banyak kendala hingga terjadi kekeliruan informasi, kerinduan guru akan mengajar di kelas juga tak terelakkan. Seperti yang dikatakan Wali Kelas I B, Eni Sudaryati. Dirinya senang mendengar anak-anak berteriak, antusias belajar di kelas.

Duta Satgas SD Kasin melakukan apel siaga sebelum sekolah dimulai.

“Padahal saya kasih tugas kuis, itu anak-anak saya lihat benar-benar mengerjakan, mungkin saking gembiranya. Karena selesai mengerjakan tugas, banyak yang teriak hore kegirangan. Saya senang sekali melihat mereka gembira,” tuturnya.

Pembelajaran online yang dialami Eni, lebih banyak dukanya. Tidak semua siswa bisa mengakses internet, sehingga guru harus lebih telaten memberikan materi bagi siswa, jika sudah bisa akses. Belum lagi, tidak semua orang tua siswa kata dia, mempunyai handphone atau laptop.

“Pernah ada siswa yang hampir dua pekan tidak ikut kelas online, kami hubungi juga tidak bisa. Sampai pihak sekolah bingung dan bertemu orang tuanya. Ternyata memang tidak punya hanphone, tapi alhamdulillah sekolah bisa bantu, dibelikan handphone, supaya si anak bisa ikut belajar lagi,” kata Eni.

Pakai Sistem Ganjil Genap
Kepala SDN 1 Kasin Budi Hartono menambahkan, pihaknya selalu memperhatikan proses belajar siswa. Selama hampir dua pekan pembelajaran tatap muka diterapkan, pihaknya masih terus mencari pola dan inovasi agar pembelajaran bisa berjalan lebih baik. Salah satunya seperti menjaring 36 siswa dari masing-masing kelas, untuk menjadi Duta Satgas COVID-19 SDN 1 Kasin, yang menerapkan fungsi pengawasan sederhana, mengingatkan teman-temannya patuh prokes.

“Kami terapkan sistem ganjil genap siswa masuk sekolah. Semua siswa yang masuk juga sudah mendapatkan persetujuan dari orang tua. Kemarin ada siswa kami pulangkan, karena sedang sakit, dan kami minta agar istirahat hingga pulih,” kata Budi.

SDN 1 Kasin juga menyediakan makan siang bagi siswa Kelas I secara terkoordinir yang dianggarkan oleh Forum Komunikasi Kelas (FKK). Sekolah juga menyiapkan alat makan, dan proses masak makan siang dikerjakan oleh guru dan sejumlah wali murid. Setiap hari, menunya berbeda. Ada sayur sop, nugget, telur puyuh, sosis, roti, hingga susu.

Para siswa Duta Satgas COVID-19 SD Kasin mengecek temannya sendiri yang akan masuk kelas. dok

Terpisah, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menegaskan kebijakan pembelajaran tatap muka terbatas, memperhatikan banyak aspek. Salah satunya juga imbauan agar pihak sekola dan wali murid tidak memaksakan siswa masuk kelas jika sedang sakit. Pihak sekolah juga dilarang menggelar pembelajaran tatap muka jika sarana prokes tidak siap.

“Maka saya tekankan agar tidak memaksakan kondisi. Sekolah, guru, siswa, kondisinya harus siap,” terangnya.

Pemkot Malang juga berencana menyediakan tabung oksigen dan oxymeter di sekolah, sebagai sarana penanganan antisipatif Covid-19 di lingkungan sekolah. Hal itu dia sampaikan saat meninjau proses pembelajaran tatap muka di SMPN 5 Kota Malang bersama pihak terkait.

“Saya juga minta ada kerja sama dengan Puskesmas untuk melakukan pengecekan kesehatan di sekolah secara reguler,” pungkasnya. (Ads)

Reporter: Feny Yusnia
Editor: Soejatmiko

Tags: Kominfo Pemkot Malangkota malangpemkot malangSD KasinTatap Muka Terbatas

Related Posts

Lepas Kontingen PORSENI XV, Polinema Tekankan Tentang Prestasi dan Pembentukan Karakter Mahasiswa
Pendidikan

Lepas Kontingen PORSENI XV, Polinema Tekankan Tentang Prestasi dan Pembentukan Karakter Mahasiswa

Rabu, 22 Jul 2026
Pembekalan KKN Unikama, 618 Mahasiswa Siap Dorong Transformasi Desa Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal
Pendidikan

Pembekalan KKN Unikama, 618 Mahasiswa Siap Dorong Transformasi Desa Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal

Selasa, 21 Jul 2026
Polinema dan Unisma Perkuat Kolaborasi Energi Terbarukan Bersama Lorraine University Prancis
Advertorial

Polinema dan Unisma Perkuat Kolaborasi Energi Terbarukan Bersama Lorraine University Prancis

Selasa, 21 Jul 2026
Tim Pengabdian UM Latih Warga Jengglungharjo Olah Pisang dan Kopi Bernilai Tambah
Pendidikan

Tim Pengabdian UM Latih Warga Jengglungharjo Olah Pisang dan Kopi Bernilai Tambah

Senin, 20 Jul 2026
Kuliah Gratis
Pendidikan

Ingin Kuliah Gratis di Unisma? Berikut Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026

Minggu, 19 Jul 2026
Kota Batu Pimpin Program SIKAP, 32 Sekolah Terapkan Ketahanan Pangan di Malang Raya
Pendidikan

Kota Batu Pimpin Program SIKAP, 32 Sekolah Terapkan Ketahanan Pangan di Malang Raya

Minggu, 19 Jul 2026
Next Post
Ilustrasi DNA

Cegah Penyakit Genetik, Manfaat Tes DNA yang Anda Belum Tahu

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.