MALANG, Tugumalang.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menggelar Gladi Posko Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana Erupsi Gunung Kelud Kabupaten Malang Tahun 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi Gunung Kelud.
Gladi posko dilaksanakan di halaman belakang Kantor BPBD Kabupaten Malang, Kamis (2/7/2026) pagi. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto mengatakan kesiapsiagaan ini diperkuat melalui penyusunan Rencana Kontinjensi (Renkon) atau pedoman untuk menjalan tugas apabila terjadi bencana erupsi Gunung Kelud.
Baca Juga: PMII Al-Qolam Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru
“Seluruh pihak terkait ikut terlibat di sini untuk merencanakan. Jadi kalau benar-benar terjadi erupsi Gunung Kelud, masing-masing pihak sudah tahu mereka harus berbuat apa,” kata Purwoto.
Ia menambahkan, pelaksanaan tugas itu harus terkoordinasi serta terkomando secara detail di bawah komando operasi. Gladi posko ini merupakan simulasi komando operasi tersebut.

Purwoto menambahkan, saat ini kondisi Gunung Kelud masih normal dan tidak menunjukkan peningkatan aktivitas yang mengkhawatirkan. Namun, pengalaman erupsi tahun 2014 menjadi pelajaran penting bagi Kabupaten Malang.
Ia mengungkapkan, di tahun-tahun sebelumnya, dampak erupsi Gunung Kelud lebih banyak dirasakan wilayah Blitar dan Kediri. Namun di tahun 2014, material vulkanik juga berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Malang, seperti Kecamatan Pujon, Ngantang, dan Kasembon.
“Akibatnya, saat itu kami kalang kabut karena tidak ada persiapan,” kata Purwoto.
Pada Rabu (8/7/2026) mendatang BPBD Kabupaten Malang akan menggelar gladi lapang di kawasan Selorejo. Dalam kegiatan tersebut akan disimulasikan berbagai skenario evakuasi. Mulai dari penanganan kelompok rentan seperti ibu hamil, penyandang disabilitas, balita, hingga masyarakat yang mengungsi.
Baca Juga: Lima Gunung Api Paling Sering Erupsi di Indonesia dalam 10 Tahun Terakhir
Menurut Purwoto, latihan dan simulasi menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan seluruh komponen masyarakat. Ia menegaskan, fokus utama bukan memprediksi bencana, melainkan memastikan seluruh pihak siap ketika bencana terjadi.
“Jadi kami lebih baik berjibaku dalam latihan. Ketika nanti ada bencana, kita siap,” katanya.
Dalam penyusunan renkon dan simulasi penanganan bencana, BPBD Kabupaten Malang melibatkan berbagai pihak, mulai dari BPBD Jawa Timur, BMKG, PVMBG, Pos Pengamatan Gunung Kelud, TNI, Polri, hingga organisasi perangkat daerah terkait.
Dinas yang dilibatkan antara lain Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Peternakan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta DP3A yang berperan dalam penanganan trauma pascabencana bagi kelompok rentan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A























