MALANG, Tugumalang.id – Pegadaian CP Kepanjen terus memperluas kegiatan literasi keuangan kepada masyarakat di Malang Selatan. Hal ini merupakan upaya meningkatkan pemahaman terhadap layanan digital dan berbagai produk pembiayaan.
Salah satu fokus edukasi yang dilakukan adalah mengenalkan aplikasi Tring kepada masyarakat. Selama ini masih banyak warga di wilayah pedesaan yang belum tersentuh layanan digital.
Pimpinan Pegadaian CP Kepanjen, Muh Rasyidi melalui Manajer Bisnis, Ugi Lestari mengatakan, penggunaan aplikasi Tring di kalangan nasabah terus meningkat. Namun, masyarakat yang belum menjadi nasabah, terutama yang tinggal di desa-desa, masih membutuhkan edukasi mengenai manfaat dan kemudahan layanan tersebut.
“Nah, itu yang perlu kita edukasi juga melalui kegiatan literasi,” ujar Ugi.
Baca Juga: Tak Perlu Tunggu Lama, Pegadaian Malang Siap Wujudkan Impian Haji dan Umrah
Menurut Ugi, Pegadaian secara rutin menggelar kegiatan literasi di berbagai instansi dan daerah layanan. Selain mengikuti kegiatan-kegiatan publik, edukasi juga dilakukan melalui jaringan unit pelayanan yang tersebar di wilayah kerja Cabang Kepanjen.
Saat ini, Pegadaian CP Kepanjen memiliki 12 unit pelayanan yang mencakup sejumlah wilayah, di antaranya Pagak, Turen, Ngajum, Donomulyo, Pagelaran, Wagir, Bululawang, Kalipare, Wonosari, hingga Sumbermanjing Kulon. Keberadaan unit-unit tersebut dimanfaatkan untuk mendekatkan layanan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

Ugi mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan literasi cukup tinggi. Bahkan, dalam beberapa kegiatan, peserta tidak hanya mengenal aplikasi Tring, tetapi juga mulai memanfaatkan berbagai produk Pegadaian.
“Beberapa waktu lalu kami melakukan literasi di wilayah Donomulyo. Minat masyarakat cukup banyak. Ada yang langsung membeli logam mulia, ada juga yang mulai menggunakan aplikasi Tring,” terang Ugi.
Baca Juga: Kupedes Pegadaian Jadi Andalan Petani Tebu Malang Selatan untuk Tambah Modal Usaha
Di kegiatan literasi, Pegadaian juga memperkenalkan beragam produk kepada masyarakat, seperti Cicil Emas, Arisan Emas, layanan gadai, pembiayaan perjalanan ibadah melalui Arrum Haji, hingga pembiayaan kendaraan bermotor melalui produk Amanah.
Tak hanya itu, Pegadaian juga mengenalkan produk pembiayaan usaha dengan agunan BPKB melalui Kupedes. Menurut Ugi, sebagian besar masyarakat sebenarnya sudah mengenal produk-produk pembiayaan berbasis jaminan, namun pemanfaatan layanan digital masih perlu terus didorong.
“Kalau produk-produk pembiayaan, sebagian besar masyarakat sudah banyak yang tahu. Yang mungkin belum begitu dipahami adalah penggunaan aplikasinya. Karena itu edukasi kami lebih banyak diarahkan ke generasi milenial dan Gen Z, sedangkan untuk masyarakat yang lebih senior kami masih memberikan pendampingan secara manual,” tutur Ugi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A
























