MALANG, Tugumalang.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang mencatat realisasi penerimaan pajak daerah Kabupaten Malang hingga akhir semester pertama tahun 2026 mencapai Rp351.557.056.424. Realisasi ini mencapai 46,58 persen dari target tahunan yang sebesar Rp754.677.666.534.
Dari seluruh jenis pajak daerah, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Jasa Kesenian dan Hiburan menjadi sektor dengan persentase realisasi tertinggi, yakni 60,24 persen. Dari target Rp8,13 miliar, penerimaannya telah mencapai Rp4,90 miliar.
Baca Juga: Bapenda Kota Malang Sosialisasikan Opsen PKB dan BBNKB hingga Tingkat RT RW
Sementara itu, PBJT Makanan dan/atau Minuman juga menunjukkan kinerja positif dengan realisasi Rp11,78 miliar atau 57,15 persen dari target Rp20,61 miliar. Disusul Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang telah mencapai 56,07 persen atau sebesar Rp488,26 juta dari target Rp870,83 juta.
Pada sektor lainnya, realisasi Pajak Air Tanah tercatat sebesar Rp3,82 miliar atau 53,30 persen. Sedangkan PBJT Tenaga Listrik menjadi penyumbang penerimaan terbesar secara nominal dengan realisasi Rp76,41 miliar atau 52,67 persen dari target Rp145,07 miliar.
Untuk pajak kendaraan yang menjadi kewenangan kabupaten melalui skema opsen, Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) telah terealisasi sebesar Rp75,10 miliar atau 45,53 persen. Sementara itu, Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai Rp32,39 miliar atau 50,03 persen.
Baca Juga: Bapenda Kota Malang Sosialisasikan Opsen PKB dan BBNKB hingga Tingkat RT RW
Adapun Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai salah satu penyumbang utama pendapatan daerah membukukan realisasi Rp53,73 miliar atau 42,79 persen dari target Rp125,56 miliar. Sementara Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mencapai Rp87,04 miliar atau 42,96 persen dari target Rp202,58 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara mengatakan, capaian hingga semester pertama menunjukkan tren positif. Ini menjadi penyemangat untuk mengejar target penerimaan hingga akhir tahun.
“Kami akan terus mengoptimalkan layanan dan program-program di semester kedua. Kami optimistis bisa memenuhi target di akhir tahun,” ujar Made, Selasa (30/6/2026).
Salah satu terobosan yang digalakkan oleh Bapenda Kabupaten Malang adalah Sistem Pelayanan Pajak Mandiri (Sipanji). Aplikasi ini mudah diakses oleh wajib pajak di gawai mereka masing-masing.
Sementara itu, Bapenda Kabupaten Malang juga terus menggelar program Bapenda Menyapa Warga (BMW) yang dilaksanakan di desa-desa. Program jemput bola tersebut terbukti efektif dalam memaksimalkan pendapatan daerah melalui PBB.
“BMW juga menjadi ajang edukasi soal pentingnya membayar pajak,” kata Made.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A



















