Malang, Tugumalang.id – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menginstruksikan para guru untuk tidak berleha-leha selama masa libur sekolah 2026. Disdik Jatim justru meminta para guru memanfaatkan jeda tahun ajaran untuk mematangkan kompetensi dan menyiapkan inovasi pembelajaran modern.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai menuturkan masa libur yang berlangsung sejak 22 Juni hingga 12 Juli 2026 harus dimanfaatkan guru untuk melakukan pengembangan diri. Hal ini penting agar nantinya ketika siswa kembali ke sekolah pada 13 Juli 2026, aktivitas belajar mengajar lebih berkualitas.
“Saya kira kita sebagai teladan tidak boleh lengah ya. Kalau murid memanfaatkan libur untuk mengisi energi, maka guru harus menggunakan waktu ini untuk memperkuat kompetensi. Saat siswa kembali, mereka harus bertemu guru yang kreatif, inovatif, dan mampu menjadi inspirasi,” ungkapnya, Kamis (24/6/2026).
Di tahun ajaran baru 2026/2027 nanti, terdapat tiga sasaran utama yang ingin dicapai. Di antara lain peningkatan kompetensi guru, tingkat kreativitas dalam mengajar dan termasuk meningkatkan tingkat adaptasi guru menghadapi perkembangan dunia pendidikan.
Baca juga: Pengambilan PIN SPMB 2026 Resmi Dibuka, Dindik Jatim Kerahkan 7.212 Operator
Di sisi lain, perkembangan teknologi terutama soal kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), imbau Aries, menjadi salah satu tantangan yang harus direspons guru. Sebab itu, di masa libur sekolah ini menjadi waktu yang tepat bagi para guru untuk mengadaptasikan metode pembelajaran modern sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini.
Selain meningkatkan kemampuan diri, guru juga diminta melakukan berbagai persiapan akademik. Mulai pemetaan kemampuan awal siswa melalui tes diagnostik, penyusunan program adaptasi bagi peserta didik baru, penguatan budaya literasi sekolah, hingga penetapan target capaian pembelajaran.
Tak hanya itu, Dindik Jatim juga mendorong pelaksanaan pekan refleksi pembelajaran. Kegiatan tersebut menjadi sarana evaluasi terhadap proses belajar mengajar selama satu tahun terakhir, termasuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi guru maupun siswa di kelas.
“Hasil evaluasi itu nanti menjadi dasar penyusunan strategi pembelajaran yang lebih efektif pada tahun ajaran berikutnya,” tegasnya.
Sementara, untuk menunjang kreativitas pembelajaran, guru juga diminta menyiapkan berbagai perangkat pembelajaran seperti modul ajar, LKPD, media pembelajaran digital, video edukasi, hingga proyek pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Dalam upaya mendorong lahirnya kreativitas, Dindik Jatim menggulirkan Gerakan Satu Guru Satu Inovasi. Melalui program tersebut, setiap guru didorong menghasilkan minimal satu inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
Selain itu, para guru juga diajak memperkaya wawasan melalui kegiatan membaca dan menulis selama masa liburan. Pengalaman mengajar, kisah inspiratif, maupun berbagai inovasi yang telah dilakukan di sekolah diharapkan dapat didokumentasikan dalam bentuk tulisan.
Meski sekolah tengah libur, aktivitas pendidikan tidak sepenuhnya berhenti. Melalui Program SIKAP, guru tetap menjalankan sistem piket untuk merawat tanaman, perkebunan, hingga perikanan sekolah serta melakukan dokumentasi perkembangan secara berkala.
Lewat berbagai langkah tersebut, Dindik Jatim berharap para guru dapat kembali mengajar dengan kesiapan yang lebih matang sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, bermakna, dan berdampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Timur.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


















