Tugumalang.id – Yayasan Insan Permata Malang menggelar Graduation XVII Generation bertema “Noble Heart, Guiding Light” di Hotel Atria Malang, Sabtu (21/6/2026). Acara kelulusan tersebut menjadi momen istimewa bagi ratusan siswa SDIT Insan Permata Malang yang siap menjadi cahaya kebaikan.
Suasana meriah, haru, dan bangga mewarnai prosesi wisuda. Selain pengalungan medali kelulusan, acara juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan bakat siswa, mulai dari seni, kreativitas, hingga penampilan inspiratif yang mengundang tepuk tangan para tamu undangan dan orang tua.
Baca Juga: Tak Hanya Belajar di Kelas, Siswa SDIT Insan Permata Malang Terjun Langsung Kenali Dunia Profesi
Tak hanya itu, SDIT Insan Permata juga memberikan penghargaan kepada sejumlah siswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik maupun nonakademik selama menempuh pendidikan di sekolah.
SDIT Insan Permata Malang juga menorehkan prestasi membanggakan. Tes Kemampuan Akademik (TKA) SDIT Insan Permata Malang mencapai angka 97, yang berada di atas rata-rata nasional.
Selain itu, 100 persen siswa dinyatakan lulus asesmen. Sekolah ini juga mencatat 19 penghargaan akademik tingkat provinsi dan nasional, serta 56 penghargaan nonakademik tingkat kota, provinsi, dan nasional.
Kepala SDIT Insan Permata Malang, Fitria Hidayati, S.Pd. (yang akrab disapa Hida), menjelaskan bahwa tema “Noble Heart, Guiding Light” dipilih sebagai doa dan harapan bagi seluruh lulusan.

Noble Heart menggambarkan hati yang dipenuhi kebaikan, ketulusan, dan karakter mulia, sementara Guiding Light bermakna menjadi cahaya yang membawa manfaat melalui ilmu, kebaikan, dan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar.
“Hari ini bukan hanya tentang kelulusan atau perpisahan. Hari ini adalah tentang pertumbuhan, kenangan, perjuangan, doa, dan harapan. Kelulusan ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal dari perjalanan baru menuju kehidupan selanjutnya,” kata Hida.
Baca Juga: SDIT Insan Permata Malang Hadirkan Program Orang Tua Mengajar: Penguatan Karakter Lewat Kolaborasi Keluarga
Selama menempuh pendidikan, para siswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga pembinaan karakter, pembiasaan ibadah, serta berbagai kegiatan yang mendukung tumbuh kembang mereka secara menyeluruh.
Prestasi siswa di bidang Al-Qur’an juga menjadi salah satu kebanggaan sekolah. Jika target minimal lulusan adalah menghafal dua juz secara mutqin, yakni juz 29 dan 30, sebanyak 42 siswa berhasil melampaui target dengan menyelesaikan hafalan hingga empat juz, yaitu juz 30, 29, 28, dan 1.
Ketua Yayasan Insan Permata Malang, Prof. Ludfi Djakfar, MSCE., Ph.D., mengatakan bahwa sejak berdiri pada tahun 2003–2004, Insan Permata hadir untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan Kota Malang dengan menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama pembelajaran.

Menurutnya, ketika pendidikan karakter belum banyak menjadi fokus sekolah dasar, Insan Permata telah menjadikannya sebagai bagian penting dalam proses pendidikan.
Ia berharap nilai-nilai yang telah ditanamkan selama di sekolah dapat terus dijaga dan dikembangkan oleh para siswa bersama dukungan keluarga.
Prof. Ludfi juga membagikan pengalaman pribadinya mengenai dampak pendidikan karakter di sekolah. Ia mengisahkan bagaimana anaknya yang masih duduk di kelas awal SD pernah mengulang langkah saat memasuki rumah karena ingin mendahulukan kaki kanan, sesuai kebiasaan yang diajarkan di sekolah.
“Pondasi karakter yang sudah dibangun selama masa SD ini mudah-mudahan dapat terus dibina hingga mereka memasuki fase kehidupan berikutnya yang penuh tantangan,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga pendidik atas dedikasi mereka dalam mendampingi para siswa hingga lulus.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, mengaku bangga terhadap berbagai prestasi yang terus ditorehkan SDIT Insan Permata.

Ia menyebut sekolah tersebut turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Malang melalui capaian akademik maupun pembinaan karakter siswa.
Dalam kesempatan itu, Suwarjana juga menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi pendidikan anak. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah, tetapi merupakan kerja sama antara lembaga pendidikan dan keluarga.
“Sukses untuk semuanya, sukses untuk Insan Permata. Terima kasih anak-anakku yang telah membuat kondusivitas pendidikan di Kota Malang. Ada orang tua yang luar biasa, ada anak yang cerdas, ada guru yang sangat luar biasa. Kota Malang kondusif, tidak pernah ada bullying karena kalian,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A


















