Tugumalang.id – Suasana penuh humor dan meriah terasa dalam acara bersih desa di Kampung Tempe Sanan, Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, senin malam (22/6/2026).
Pembicara dalam pengajian tersebut yakni Dr (HC) KH Abdullah Sam S.Psi, M.Pd berhasil mengocok ratusan warga sanan yang menghadiri kegiatan tersebut.
Ada banyak humor yang disajikan pria yang akrab disapa Kiai Sableng tersebut. Mulai dari perbedaan antara Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dan sejumlah humor khas lainnya.
Kiai Sableng juga membuat guyonan kalau warga sanan sangat religius. Ini dibuktikan bahwa masjid selalu full. ”Tapi itu saat salat Idul Fitri dan Idul Adha,” kata Kiai Sableng disambut gelak tawa para tamu undangan.
Baca Juga: Kampung Mandiri di Sanan Kota Malang, Produsen Tempe dan Keripik yang Mampu Menghasilkan Bio Gas
Alumnus Fakultas Psikologi UIN Malang tersebut menyebut bahwa warga sanan wajib bahagia dalam mengarungi kehidupan ini.

Lantaran, dalam sebuah hadis nabi, orang yang membaca ‘la ilaha illah’ atau tidak ada Tuhan selain Allah SWT, makan akan masuk surga. ”Ayo kita baca bareng-bareng, la ilaha illah, berarti jenengan masuk surga semua, amin amin,” kata Kiai Sableng.
Dalam ceramahnya yang berlangsung kurang lebih 100 menit itu, kiai sableng salah satunya menjelaskan tentang ciri-ciri wajah para ahli surga sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitab Islam klasik.
Pertama, adalah wajah yang selalu berseri. ”Dan mudah tersenyum, jangan mencureng terus,” katanya.
Selanjutnya, ahli surga lisan yang fasih dalam berzikir dan berselawat. ”Ketiga adalah tangan yang loman atau suka memberi, dan memberi tidak akan mengurangi harta,” katanya.
Baca Juga: Festival Tempe Kampung Sanan, Agenda Tahunan Dinas Pariwisata Kota Malang
Dia mencontohkan dirinya, meski setiap hari memberi makan gratis santri di pesantrennya yakni Pesantren Rakyat, dia tidak justru tambah miskin. Melainkan, tambah sejahtera.”Salah satunya dari pengajian gini ini yang laris,” katanya lalu tertawa.

Selanjutnya, ahli surga ciri-cirinya adalah selalu takut kepada Allah SWT. ”Bagi yang sudah ikut tarekat, usahakan di hati selalu berzikir,” imbuhnya.
Untuk diketahui, acara tadi malam digelar oleh Kampung Sanan Bersatu yang terdiri dari dua Rukun Warga (RW) di Sanan. Ini adalah kegiatan pertama digelar berupa pengajian. Biasanya, digelar kirab budaya.
Acara ini selain bersih desa, juga digelar dalam rangka memperingati tahun baru islam atau 1 Muharram 1448 H.
Acara ditutup dengan do’a yang dibacakan oleh Prof Dr KH Muhtadi Ridwan, warga setempat yang kebetulan menjabat sebagai Rais Syuriah PCNU Kota Malang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Irham Thoriq
Editor: Herlianto. A


















