Tugumalang.id – Universitas Brawijaya (UB) Malang mencatatkan kenaikan signifikan di pemeringkatan QS World University Rankings (WUR) 2027. UB Malang kini menempati posisi ke-616 dunia, melonjak 64 peringkat dari posisi ke-680 pada tahun sebelumnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik UB Prof. Imam Santoso menjelaskan kenaikan peringkat ini sangat berarti karena tidak semua Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Indonesia mengalami peningkatan di tahun ini.
”Di antara PTNBH, UB mencatatkan kenaikan tertinggi hingga 64 poin. Beberapa PTNBH ada yang naik, namun ada juga yang mengalami penurunan,” ujar Imam, Kamis (18/6/2026).
Imam menerangkan capaian ini merupakan hasil kerja keras dan konsistensi sivitas akademika dalam melakukan riset, inovasi, publikasi hingga membangun kemitraan global.
Ia berharap akselerasi ini dapat dipertahankan melalui penguatan jejaring dengan universitas dunia, kolaborasi profesor, dan peningkatan publikasi bersama (joint publication) di jurnal bereputasi tinggi.
Baca Juga: Grand Mercure Malang Mirama Hadirkan Promo Public Sale, Diskon Kamar hingga 25 Persen
Naiknya peringkat tersebut diikuti dengan peningkatan skor keseluruhan UB dari 25,9 pada 2026 menjadi 28,0 pada 2027, atau bertambah sekitar 8,1 persen.
Posisi relatif UB juga semakin kuat. Dalam QS WUR 2027, UB berada di atas sekitar 59,1 persen universitas yang dipublikasikan, meningkat dari 54,9 persen pada tahun sebelumnya.
Capaian ini menjadi semakin penting karena kompetisi global terus meningkat. QS mengevaluasi 8.808 institusi dari 106 lokasi pada edisi 2027, bertambah dari 8.467 institusi pada edisi sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.504 universitas dipublikasikan dalam QS World University Rankings 2027.
Reputasi akademik menjadi penggerak utama
Peningkatan peringkat UB terutama didukung oleh menguatnya Academic Reputation. Pada indikator ini, UB naik dari peringkat 404 dunia pada 2026 menjadi peringkat 367 dunia pada 2027, atau meningkat 37 posisi.
Skor Academic Reputation juga bertambah dari 30,1 menjadi 33,4. Dengan bobot sebesar 30 persen dalam metodologi QS, Academic Reputation merupakan indikator yang memberikan kontribusi terbesar terhadap skor UB.
Pada edisi 2027, indikator ini menyumbang sekitar 34,3 persen dari total skor UB. Hasil tersebut menunjukkan semakin kuatnya pengakuan akademisi internasional terhadap kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kontribusi keilmuan Universitas Brawijaya.
Sementara itu, Employer Reputation tetap menjadi salah satu kekuatan utama UB. Universitas Brawijaya berada di peringkat 223 dunia dengan skor 53,3. Indikator ini memberikan kontribusi sekitar 27,4 persen terhadap skor keseluruhan.
Baca Juga: SNPMB 2026 UB Malang Gunakan Sistem Baru, Celah Kecurangan Makin Ditekan
Secara bersama-sama, reputasi akademik dan reputasi pemberi kerja menyumbang lebih dari 60 persen capaian skor UB dalam QS WUR 2027. Posisi tersebut memperlihatkan bahwa lulusan UB tetap memiliki tingkat pengakuan yang tinggi di kalangan dunia usaha, industri, pemerintahan, dan organisasi pengguna lulusan, meski peringkat Employer Reputation mengalami penurunan tipis dari posisi 218 pada tahun sebelumnya.
Kemajuan penting juga dicatat pada indikator International Faculty. Peringkat UB meningkat dari 531 menjadi 471 dunia, atau naik 60 posisi. Skornya meningkat tajam dari 35,9 menjadi 49,6. Capaian tersebut menunjukkan bahwa UB semakin menarik sebagai tempat mengajar, meneliti, dan berkolaborasi bagi akademisi internasional.
Penguatan internasionalisasi dosen diharapkan tidak hanya meningkatkan visibilitas global, tetapi juga mendorong publikasi bersama, pengembangan kurikulum internasional, pembimbingan mahasiswa, mobilitas akademik, serta pembentukan jejaring penelitian berkelanjutan.
“Rasio dosen dan mahasiswa semakin baik Indikator Faculty Student Ratio juga memperlihatkan perkembangan positif. Peringkat UB meningkat dari kelompok 801+ menjadi peringkat 725 dunia, dengan skor yang naik dari 20,4 menjadi 25,2. Kondisi tersebut meningkatkan rasio dari 11,3 menjadi 13,2 dosen per 100 mahasiswa,” kata Ketua UPT Global Partnership and Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan.
Ia menambahkan rasio ini lebih tinggi dibandingkan median global sebesar 7,7 dosen per 100 mahasiswa. Secara akademik, rasio yang semakin baik memberikan peluang bagi peningkatan kualitas pembelajaran, pendampingan mahasiswa, pembimbingan tugas akhir, dan interaksi dosen–mahasiswa.
Selain itu sustainability menjadi kekuatan baru. Skor Sustainability naik dari 53,3 menjadi 60,4, sedangkan peringkat global meningkat dari sekitar 636 menjadi 614 dunia. Pada QS WUR 2027, Sustainability menyumbang sekitar 10,3 persen terhadap skor total UB.
Hasil ini mencerminkan semakin kuatnya kontribusi universitas dalam pendidikan keberlanjutan, penelitian terkait Sustainable Development Goals, pengelolaan lingkungan kampus, dampak sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.
Peningkatan ini memperlihatkan bahwa keberlanjutan telah berkembang menjadi salah satu kekuatan strategis UB, selain reputasi akademik dan reputasi pemberi kerja.
Produksi dan sitasi publikasi tumbuh signifikan
Dari sisi penelitian, data QS menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Jumlah publikasi bersih yang digunakan dalam perhitungan meningkat dari sekitar 8.443 menjadi 9.259 publikasi, atau bertambah hampir 10 persen.
Jumlah sitasi tanpa sitasi mandiri juga meningkat dari sekitar 28.941 menjadi 37.981 sitasi, atau tumbuh lebih dari 31 persen. Sementara itu, jumlah sitasi ternormalisasi naik dari sekitar 28.989 menjadi 38.355.
Pertumbuhan penelitian terjadi pada berbagai rumpun keilmuan. Pada Life Sciences and Medicine, jumlah publikasi meningkat dari 3.545 menjadi 4.177 artikel, sedangkan sitasinya bertambah dari 13.041 menjadi 18.009. Sitasi pada Engineering and Technology meningkat menjadi 15.296, sementara Social Sciences and Management mencatat 11.131 sitasi.
Walaupun demikian, indikator Citations per Faculty masih menjadi tantangan. Skor UB berada pada angka 1,9 dan masih masuk kelompok peringkat 801+ dunia. Rasio sitasi ternormalisasi per dosen meningkat dari 5,5 menjadi 6,5, tetapi masih berada di bawah median global sebesar 59,9.
Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah publikasi UB perlu dilanjutkan dengan peningkatan kualitas, visibilitas, dan dampak sitasi.
Strategi ke depan perlu lebih diarahkan pada publikasi dalam jurnal bereputasi tinggi, riset kolaboratif internasional, pengembangan tema unggulan global, dan penguatan ekosistem peneliti berproduktivitas serta berdampak tinggi.
Sementara itu, meskipun menunjukkan pertumbuhan yang baik, indikator International Students masih berada dalam kelompok 801+ dunia dan belum mencapai median global sebesar 8,8 mahasiswa internasional per 100 mahasiswa.
Mahasiswa internasional UB berasal dari sedikitnya 57 negara. Ke depan, UB perlu meningkatkan tidak hanya jumlah mahasiswa internasional, tetapi juga keberagaman negara asal melalui program internasional, beasiswa, promosi global, joint degree, double degree, pertukaran mahasiswa, dan program berbahasa Inggris.
Indikator International Research Network juga masih memerlukan perhatian. Indeks UB meningkat dari 29,7 menjadi 31,0, tetapi masih berada di bawah median global sebesar 41,0. Hal ini menunjukkan perlunya perluasan jejaring penelitian lintas negara dan lintas disiplin yang menghasilkan publikasi, pendanaan, serta inovasi bersama.
Di tengah berbagai peningkatan, indikator Employment Outcomes mengalami penurunan dari peringkat 567 menjadi 690 dunia. Skornya turun dari 29,1 menjadi 24,0. Tingkat pekerjaan lulusan yang tercatat dalam fact file 2027 adalah 94,1 persen, berdasarkan survei yang dilakukan 12–15 bulan setelah kelulusan.
Angka ini tidak sepenuhnya dapat dibandingkan secara langsung dengan data tahun sebelumnya karena adanya perbedaan informasi waktu survei dan kemungkinan metode pengolahan data.
Hasil ini menjadi masukan bagi UB untuk memperkuat sistem tracer study, basis data karier alumni, hubungan dengan dunia kerja, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta dokumentasi alumni yang memiliki dampak penting dalam pemerintahan, industri, kewirausahaan, akademik, dan masyarakat.
UB semakin dekat menuju 500 besar dunia
Secara nasional, UB berada pada posisi sekitar peringkat kedelapan di Indonesia dalam QS WUR 2027. UB juga menempati posisi kelima nasional pada indikator Academic Reputation dan Employer Reputation.
Kenaikan menuju peringkat 616 dunia memperlihatkan bahwa UB berada dalam tren yang positif. Modal utama UB terletak pada reputasi akademik, reputasi lulusan, internasionalisasi dosen, rasio dosen dan mahasiswa, serta keberlanjutan.
Untuk melanjutkan peningkatan menuju kelompok 500 besar, UB akan memprioritaskan penguatan dampak penelitian dan sitasi, perluasan jejaring riset internasional, peningkatan mahasiswa asing, diversifikasi negara mitra, serta penguatan keterlacakan karier dan kontribusi alumni.
Capaian QS WUR 2027 bukan hanya menjadi pengakuan terhadap peningkatan posisi UB di tingkat global, tetapi juga menjadi dasar evaluasi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, internasionalisasi, keberlanjutan, serta dampak universitas bagi masyarakat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A


















