Sabtu, September 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Tombol ON yang Menyalakan Takdir

Redaksi by Redaksi
Juni 18, 2026 9:51 am
in Ruang Cendekia
Takdir

Ilustrasi KH Qosim Bukhori, Pendiri PP RU 2 dan santrinya Muhammad Yasin Arif.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

(Mengenang KH. Qosim Bukhori, Pendiri PP Raudlatul Ulum 2 dalam Haul ke-16)

Dua puluh satu tahun yang lalu, di sebuah lab komputer sederhana milik pesantren, takdir saya diam-diam mulai ditulis.

READ ALSO

Islam dan Perdamaian Dunia Dimulai dari Ruang Kelas

Bertahan, Bukan Menyerah!

Bukan dari ruang kelas, bukan pula saat mengkaji kitab-kitab tebal, melainkan dari sebuah tombol kecil bertuliskan ON pada komputer Pentium 2 yang sudah tua.

Tahun 2005.

Malam itu saya baru saja selesai mengaji kitab setelah Isya. Sebagai santri biasa, hidup saya tak jauh dari kitab kuning, hafalan, dan kegiatan pesantren. Tidak pernah terlintas sedikit pun bahwa teknologi akan menjadi jalan hidup saya.

Penulis Muhammad Yasin Arif,
Penulis Muhammad Yasin Arif, Founder Sabda Academy.

Tiba-tiba seorang santri datang.

“Kyai memanggil.”

Saya bergegas menuju ndalem dengan perasaan campur aduk. Berbagai pertanyaan berputar di kepala. Apakah saya melakukan kesalahan? Apakah ada tugas yang harus saya kerjakan?

Saat bertemu, beliau menatap saya lalu mengajukan pertanyaan yang sangat asing.

“Apakah kamu bisa komputer?”

Saya gugup.

“Belum pernah komputeran, Kyai.”

Beliau tersenyum tipis.

“Suatu saat semua orang akan memakai komputer. Kamu harus mempelajarinya. Kelak pasti akan berguna.”

Saya hanya mengangguk.

Dalam hati saya bertanya-tanya.

Mengapa komputer?

Mengapa saya?

Baca juga: Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Di saat santri lain berlomba mendalami Nahwu, Fikih, dan berbagai ilmu yang sedang menjadi kebanggaan saat itu, mengapa justru saya diarahkan ke sesuatu yang bahkan belum dianggap penting oleh kebanyakan orang?

Dua hari kemudian, pertanyaan itu belum terjawab. Namun malam berikutnya, Kyai kembali memanggil saya.

Kali ini beliau tidak hanya memberi nasihat, Beliau mengajak saya langsung menuju laboratorium komputer pesantren.

Ruangan itu terasa berbeda dari ruang-ruang lain di pesantren. Bau khas perangkat elektronik bercampur debu memenuhi udara. Di atas meja berjajar komputer-komputer yang saat itu terlihat sangat canggih di mata saya.

Kyai menunjuk sebuah tombol.

“Tekan itu.”

Saya menatap tombol tersebut beberapa detik.

Lalu perlahan jari saya menekannya.

Klik.

Sederhana sekali.

Tetapi saya tidak tahu bahwa suara kecil itu adalah suara pintu takdir yang sedang terbuka.

Kami menunggu layar menyala.

Lumayan lama.

Maklum, komputer saat itu bukan komputer zaman sekarang.

Di samping saya berdiri Kyai dan seorang guru komputer bernama Ustadz Hasim.

Ketika layar akhirnya menyala sempurna, Ustadz Hasim mulai mengajari saya membuka Microsoft Word.

Dua jam saya duduk di depan layar dengan kepala penuh kebingungan.

Keringat mengalir dari dahi, jari-jari saya terasa kaku.

Saya berkali-kali bertanya dalam hati:

“Ilmu apa ini?”

Namun Kyai tidak beranjak, beliau tetap menemani. Menunggu, mengawasi, mendorong. Meyakinkan saya bahwa sesuatu yang belum saya pahami sedang tumbuh malam itu.

Baca juga: Tembok Berlin Tidak Sepenuhnya Runtuh

Seolah-olah pelajaran komputer seorang santri lebih penting daripada waktu istirahat beliau sendiri.

Menjelang pukul sepuluh malam, saya berhasil mengetik beberapa huruf, lalu Kyai memberi perintah.

“Tulis nama pesantren.”

Saya mengetik perlahan

Raudlatul Ulum 2

Beliau tersenyum.

“Kasih warna biru.”

Saya mengikuti.

Beliau kembali berkata:

“Besok belajar lagi.”

Sederhana.

Tetapi ternyata itulah awal dari perjalanan yang mengubah seluruh hidup saya.

Sejak malam itu, laboratorium komputer menjadi rumah kedua saya.

Saya belajar mengetik, belajar Word, belajar Excel. Belajar memahami bahasa baru yang belum dipahami banyak orang.

Tahun 2006 saya lulus Madrasah Aliyah.

Saat teman-teman mulai memikirkan kuliah di kota atau kerja, Kyai justru meminta saya tetap di pesantren dan menjadi staf administrasi sekolah.

Saat itu saya belum memahami hikmahnya.

Namun ilmu komputer yang saya pelajari selama setahun lebih tiba-tiba menjadi sangat berguna.

Saya mengolah data siswa, merapikan administrasi, membuat surat, menyusun laporan. Menjalankan tugas-tugas yang tidak bisa dilakukan banyak orang pada masa itu.

Sesekali Kyai datang melihat pekerjaan saya.

Beliau tidak banyak bicara, tetapi setiap tatapan beliau seperti sedang memastikan bahwa benih yang ditanamnya tumbuh dengan baik.

Kemudian beliau membelikan saya dua kemeja dan dua celana jeans.

Memberi saya uang 200.000 rupiah dan menyuruh saya daftar kuliah di STAI Al-Qolam (saat ini Universitas Al-Qolam)

Namun jauh di dalam hati, saya mulai jatuh cinta pada dunia teknologi, sementara jurusan yang sedang saya jalani adalah Pendidikan.

Saya ingin belajar komputer lebih dalam. Saya ingin memahami dunia yang semakin hari semakin membuat saya penasaran.

Tahun 2008 menjadi titik balik.

Kyai terserang stroke.

Sosok yang selama ini menjadi kompas hidup saya mendadak tidak lagi bisa mendampingi seperti sebelumnya.

Saya bingung, untuk pertama kalinya saya mengambil keputusan besar sendiri. Saya masuk jurusan Teknik Informatika UIN Malang.

Di sanalah saya menemukan orang-orang yang memiliki antusias yang sama pada teknologi, saya merasa menemukan rumah baru.

Tahun demi tahun berlalu, dunia berubah semakin cepat, internet berkembang, smartphone lahir, media sosial mengubah cara manusia berkomunikasi.

Dan perlahan saya teringat sebuah kalimat yang pernah diucapkan Kyai bertahun-tahun sebelumnya.

“Suatu saat semua orang akan memakai komputer.”

Saat itu saya baru benar-benar memahami maksud beliau, ternyata beliau tidak sedang melihat zaman itu, Beliau sedang melihat masa depan.

Hari ini hampir setiap manusia membawa komputer di tangannya, namanya bukan lagi PC, tapi smartphone.

Dari diskusi-diskusi seputar teknologi yang saya ikuti, menyimpulkan satu benang merah bahwa masa depan adalah milik para pembuat konten di media sosial.

Tahun 2016 saya mulai melangkah menjadi konten kreator. Tahun 2018 direkrut menjadi staff ahli media oleh BNPT. Tahun 2019 mulai melatih berbagai instansi dalam pengelolaan media sosial. Tahun 2022 hingga 2024 mengajar di lembaga pelatihan konten kreator yang terafiliasi BNSP.

Dan pada tahun 2025 saya mendirikan Sabda Academy.

Dalam satu tahun, ribuan orang bergabung. 4.000 lebih member belajar dan bertumbuh bersama.

Komunitas besar lahir. Karier, kesempatan dan masa depan juga lahir.

Namun setiap kali orang bertanya dari mana semua ini bermula, jawaban saya selalu sama.

Semua ini bermula dari seorang Kyai yang mampu melihat masa depan jauh sebelum orang lain melihatnya.

Dan menyuruh seorang santri pada suatu malam untuk menekan sebuah tombol ON di komputer Pentium 2.

Sebuah tombol kecil.

Yang ternyata sedang menyalakan seluruh jalan hidupnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis : Muhammad Yasin Arif (Founder Sabda Academy)

editor: jatmiko

Tags: Haul KH Qosim BukhoriKH Qosim BukhoriKisah inspiratifMuhammad Yasin ArifPP Raudlatul Ulum 2Sabda Academysantri dan teknologiteknologi pesantren

Related Posts

Islam dan Perdamaian Dunia Dimulai dari Ruang Kelas
Ruang Cendekia

Islam dan Perdamaian Dunia Dimulai dari Ruang Kelas

Jumat, 18 Sep 2026
Bertahan, Bukan Menyerah!
Ruang Cendekia

Bertahan, Bukan Menyerah!

Rabu, 16 Sep 2026
Surat Imajiner Buat Gus Kikin
Ruang Cendekia

Surat Imajiner Buat Gus Kikin

Selasa, 15 Sep 2026
Sinergi Kurikulum: Mengakhiri Warisan Dualisme Pendidikan Kolonial
Ruang Cendekia

Sinergi Kurikulum: Mengakhiri Warisan Dualisme Pendidikan Kolonial

Senin, 14 Sep 2026
Membaca Pesantren dari Akar Jawa: Mengurai Dikotomi Kelembagaan Tradisional
Ruang Cendekia

Membaca Pesantren dari Akar Jawa: Mengurai Dikotomi Kelembagaan Tradisional

Minggu, 13 Sep 2026
Marah dan Cara Mengelolanya dengan Bijak
Ruang Cendekia

Marah dan Cara Mengelolanya dengan Bijak

Sabtu, 12 Sep 2026
Next Post
FIP Unikama

FIP Unikama Cetak Calon Guru Pembina Pramuka Profesional

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.