Selasa, Agustus 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Mengapa Umat Islam Tertinggal? Tentang Dualisme Jasmani dan Ruhani

Redaksi by Redaksi
Juni 16, 2026 3:54 pm
in Catatan
Dr Aries Munandar (kiri) dan Prof Dr H Imam Suprayogo (kanan). Foto/dok

Dr Aries Munandar (kiri) dan Prof Dr H Imam Suprayogo (kanan). Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Dr Aries Munandar & Prof Dr H Imam Suprayogo*

Tugumalang.id – Mengapa dunia Barat dan bangsa non-Muslim begitu perkasa menguasai sains, teknologi, dan kemakmuran material, sementara dunia Islam kerap tertinggal dalam urusan duniawi? Pertanyaan ini sering dijawab dengan apologetika usang yang mencampuradukkan sains dan agama secara serampangan.

READ ALSO

Ketika Biaya Hidup Membuka Pintu Eksploitasi Seksual

Guru yang Menggenggam Tangan Muridnya: Mengenang 24 Tahun Kepergian Ustadz Abdullah Bin Awad Abdun

Padahal, Islam sejak awal telah menggariskan pemisahan domain yang jelas: dualisme fungsional antara urusan jasmani dan ruhani. Pondasi ini ditegaskan kembali oleh guru saya, Prof. Dr. H. Imam Suprayogo. Beliau memberi analogi sederhana yang menusuk: jasmani punya rumah, ruhani juga punya rumah.

Pelurusan Makna Insan

Langkah awal memahami dualisme ini adalah meluruskan istilah _insan_. Prof. Imam Suprayogo menekankan bahwa penyebutan kata _insan_ lebih tertuju pada aspek fisik, jasmani, atau dzahirnya.

Baca Juga: Tegaskan Kualitas Pendidikan, Unmer Malang Kukuhkan 3 Profesor Baru

Jika ditelusuri anatomi teks Al-Qur’an, kata _al-insan_ memang dilekatkan pada konotasi negatif. Manusia digambarkan ingkar, kikir, tergesa-gesa, zalim, lagi bodoh. Itu adalah deskripsi tentang sisi jasmani dan dzahir manusia yang rapuh.

Maka ketika kita bicara _insan kamil_, kita harus jujur: yang dimaksud “manusia sempurna” bukanlah kesempurnaan fisik, melainkan transformasi dari aspek jasmani menuju ruhani. Pelurusan ini penting agar kita tidak membangun sistem pendidikan di atas asumsi yang keliru tentang manusia.

Jasmani dan Ruhani Masing-Masing Punya Rumah

Prof. Imam menjelaskan, jasmani punya rumah seperti rumah tempat kita tinggal. Semua orang mesti punya rumah. Kalau tidak punya, ia disebut gelandangan dan liar. Rumah jasmani ini diurus dengan ilmu dunia, sains, teknologi, ekonomi, dan manajemen. Di sinilah berlaku hukum _“Antum a’lamu bi umuri dunyakum”_.

Sementara rumah ruhani adalah Baitullah. Ruhani butuh tempat kembali agar tidak liar dan gelandangan secara spiritual. Rumah inilah yang diakses manusia ketika shalat. Prof. Imam mengingatkan, ketika shalat seolah kita berada di Maqom Ibrahim, di Baitullah.

Maka muslim yang sedang shalat harus paham dulu kapan dan di mana ia berada. Kesadaran ini yang membuat shalat tidak jadi ritual kosong.

Shalat: Transformasi dari Insan ke Mukmin

Di sinilah titik lurusnya. Shalat bukan kegiatan mengubah dari muslim ke mukmin, melainkan perubahan dari _insan_ ke mukmin.

Sisi _insan_ yang jasmani, dzahir, dan rapuh itulah yang dididik dan ditransformasi melalui shalat. Jika dipahami esensinya dan dijalankan benar, shalat adalah kurikulum pendidikan ruhani utama untuk menaikkan kelas manusia. Dari makhluk jasmani yang rapuh menjadi mukmin yang imannya menghujam di hati dan mewujud dalam integritas tindakan.

Al-Qur’an menegaskan, shalat yang benar mencegah perbuatan keji dan munkar. Output sosialnya adalah lahirnya pribadi berakhlak mulia di ranah jasmani. Karena saat shalat, sisi _insan_ kita sedang pulang ke rumah ruhaninya, ke Baitullah.

Ruhani sebagai Rem Spiritual

Pemisahan domain ini menjelaskan mengapa bangsa Barat mampu memimpin peradaban modern. Mereka maju secara jasmani karena serius menggarap hukum-hukum kausalitas duniawi.

Tapi kemajuan jasmani tanpa rem spiritual melahirkan kerusakan. Ketika pendidikan ruhani berjalan lurus, ruhani itu menjelma menjadi kompas moral dan rem spiritual. Manusia yang bergelut dengan dunia keras penuh godaan akan terjaga.

Ruhani yang hidup melahirkan sifat wara’: mawas diri dan kehati-hatian. Dengan _wara’_, kemajuan materi tidak bertransformasi menjadi alat perusak bumi atau penindas sesama.

Penutup

Dualisme jasmani dan ruhani mengajarkan kita bersikap jujur dan proporsional. Urusan jasmani dikejar dengan hukum duniawi secara profesional. Urusan ruhani dijaga dengan jangkar Al-Qur’an dan Hadis.

Jika dualisme ini dipahami jernih, umat Islam bisa kembali unggul secara lahir dan batin. Punya rumah jasmani yang maju, dan punya rumah ruhani yang terjaga. Bukan jadi gelandangan di dunia, dan bukan jadi gelandangan di akhirat.

 

Penulis:

*Dr. Aries Musnandar_ Pemerhati Pendidikan Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA Malang)
*Prof. Dr. H. Imam Suprayogo_Mantan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Editor: Herlianto. A

Tags: Baratdualismeumat Islam

Related Posts

Ketika Biaya Hidup Membuka Pintu Eksploitasi Seksual
Catatan

Ketika Biaya Hidup Membuka Pintu Eksploitasi Seksual

Senin, 3 Agu 2026
Guru yang Menggenggam Tangan Muridnya: Mengenang 24 Tahun Kepergian Ustadz Abdullah Bin Awad Abdun
Catatan

Guru yang Menggenggam Tangan Muridnya: Mengenang 24 Tahun Kepergian Ustadz Abdullah Bin Awad Abdun

Sabtu, 1 Agu 2026
Muktamar dan Reposisi Peran Sarjana NU Abad Kedua
Catatan

Muktamar dan Reposisi Peran Sarjana NU Abad Kedua

Jumat, 31 Jul 2026
Ketika Seks Dijadikan Bukti Cinta
Catatan

Ketika Seks Dijadikan Bukti Cinta

Senin, 27 Jul 2026
kepemimpinan nu,PBNU,NU - Menjaga Keseimbangan Kepemimpinan NU
Catatan

Menjaga Keseimbangan Kepemimpinan NU

Selasa, 21 Jul 2026
Membaca Eksistensi Estetis dan Spiritual
Catatan

Membaca Eksistensi dan Spiritual

Senin, 20 Jul 2026
Next Post
Yayasan Yasmine Indonesia

Launching Yayasan Yasmine Indonesia Maju: Siap Berkolaborasi dan Bersinergi untuk Pembangunan Berkelanjutan

BERITA POPULER

  • 5 Tempat Piknik di Malang yang Sejuk dan Tenang untuk Liburan Bersama Keluarga

    5 Tempat Piknik di Malang yang Sejuk dan Tenang untuk Liburan Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.