Malang, Tugumalang.id – Melimpahnya hasil panen tomat di Desa Belung, Poncokusumo, Kabupaten Malang, belakangan ini justru membuat petani gigit jari. Produksi yang melimpah menyebabkan harga tomat anjlok drastis hingga hanya menyentuh angka Rp500 per kilogram.
Melihat kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) turun tangan melalui program Bina Desa Aksi Nyata Untuk Negeri “Aktari 2026” yang digelar di kantor Desa Belung, Sabtu (23/05/2026).
Alih-alih membawa teknologi yang rumit, para mahasiswa justru menghadirkan solusi sederhana yang dapat langsung diterapkan warga. Tomat dengan harga murah itu diolah menjadi permen jelly dan selai tomat yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
HMTK ITN Malang Bantu Warga Tingkatkan Nilai Jual Tomat
Ketua Pelaksana Aktari 2026, Dion Fachrizal Putra Yunanto, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tahun kedua pengabdian HMTK di Desa Belung. Bahkan, kehadiran mereka kali ini merupakan permintaan langsung dari pihak desa setelah melihat dampak positif program sebelumnya.
“Kami sengaja memilih tomat karena prihatin melihat hasil panen yang sampai dibuang-buang atau dijual murah sekali. Lewat sentuhan teknologi pangan sederhana, kami ajarkan cara efisiensi produksi agar tomat-tomat ini punya nilai tambah. Harapannya bisa jadi inspirasi ide usaha baru bagi warga,” jelas Dion saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, Senin (25/05/2026).
Baca juga: Lulus 100 Persen, Lulusan ITN Malang Kantongi Sertifikat Kompetensi Konstruksi Jenjang 7
Menurut Dion, pelatihan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Sebanyak 27 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) mengikuti kegiatan dengan antusias.
Pelatihan tersebut juga didampingi dosen pembimbing HMTK, Ir. Mohammad Istnaeny Hudha, S.T., M.T., IPM dan Dyah Acfira, S.T., M.T.
Antusiasme Warga Membuat Panitia Tambah Meja Praktik
Semangat warga selama pelatihan bahkan membuat panitia kewalahan dalam arti positif. Banyak peserta ingin mencoba langsung setiap tahapan pembuatan produk olahan tomat tersebut.
“Warga di sini sangat welcome. Saking semangatnya mau mencoba setiap proses pembuatan, kami sampai harus menambah meja praktik lagi karena satu meja tidak cukup. Ibu-ibu bahkan berinisiatif mencatat setiap detail bahan dan cara pembuatan selama sesi sharing,” tambah Dion.
Tidak hanya ibu-ibu, anak-anak desa setempat juga mendapat perhatian dari HMTK ITN Malang. Meski sempat terkendala jadwal sekolah, kegiatan untuk anak-anak akhirnya tetap dapat berjalan berkat bantuan perangkat desa.
Anak-anak diajak mengikuti sesi origami, mewarnai, dan mendongeng bersama mahasiswa. Beberapa di antaranya bahkan terlihat penasaran mengintip proses pembuatan olahan tomat yang dilakukan para ibu.
Baca juga: Kreatif! Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Sukses Bikin Ecoprint Mug Bersama ITN Malang
Program Bina Desa Jadi Sarana Penguatan Soft Skill Mahasiswa
Sebagai pemateri sekaligus pendamping lapangan, Ir. Mohammad Istnaeny Hudha, S.T., M.T., IPM menegaskan bahwa program tahunan tersebut dirancang untuk mengangkat potensi lokal sekaligus membangun branding desa binaan.
Menurut dosen yang akrab disapa Istnaeny itu, mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kuliah, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah langsung di tengah masyarakat.
ITN Malang Siapkan Kolaborasi Digitalisasi Pemasaran
Melihat respons positif warga, Istnaeny menilai peluang kolaborasi lanjutan sangat terbuka. Bahkan, warga telah meminta ITN Malang kembali tahun depan dengan tema pelatihan berbeda, salah satunya pengolahan limbah kepala ikan menjadi kecap.
Baca juga: Bawa Kecap Ikan dan Alat Lab Kampus, HMTK ITN Malang Sukses Bikin Siswa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Penasaran
“Kendala warga di sini sebenarnya bukan cuma di produksi, tapi juga di pemasaran. Karena itu, ke depan kami berencana menggandeng program studi lain di ITN Malang, seperti Bisnis Digital atau Teknik Informatika, untuk membantu digitalisasi pemasarannya. Jadi, kolaborasinya bisa lebih komprehensif,” pungkas Istnaeny.
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Pj Kepala Desa Belung, Pj Ketua PKK, serta jajaran perangkat desa tersebut ditutup dengan penyerahan produk hasil olahan, paket sembako untuk peserta, dan cinderamata sebagai simbol kemitraan yang terus berlanjut.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis ITN Malang
redaktur: jatmiko


















