Tugumalang.id – Berdasarkan data Bank Indonesia per 12 Mei 2026, kurs JISDOR rupiah berada di level Rp 17.514 per dolar AS. Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS ini membuat masyarakat mulai mencari instrumen yang lebih aman dan stabil.
Josua Pardede, seorang ekonom Indonesia menyebut diversifikasi investasi penting dilakukan di tengah melemahnya rupiah dan ketidakpastian ekonomi global untuk mengurangi risiko penilaian nilai aset dengan pilihan instrumen investasi berikut.
1. Investasi Emas
Emas menjadi salah satu pilihan investasi saat ini banyak dipilih masyarakat. Hal ini terjadi karena harga emas cenderung naik saat dolar AS menguat dan kondisi ekonomi global tidak stabil.
Baca Juga: Gadaikan Mobil Rental, Pria Asal Kepanjen Tipu Warga Gedangan hingga Puluhan Juta Rupiah
Selain itu, emas dikenal sebagai aset safe haven yang mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perkembangan bisnis emas di Indonesia terus meningkat pada 2026, dengan total pengelolaan emas mencapai lebih dari 153 ton melalui lembaga jasa keuangan resmi.
2. Saham Perusahaan Berorientasi Ekspor
Saham perusahaan yang bergerak di sektor ekspor juga dinilai memiliki peluang lebih stabil saat rupiah melemah terhadap dolar AS.
Kondisi ini terjadi karena perusahaan eksportir memperoleh pendapatan dalam mata uang asing, terutama dolar AS, sehingga nilai keuntungan dapat meningkat ketika dikonversi ke rupiah. Sejumlah sektor yang kerap diuntungkan dari kondisi tersebut antara lain pertambangan, perkebunan kelapa sawit, hingga komoditas energi.
3. Valuta Asing (Forex)
Menyimpan dana dalam mata uang asing, terutama dolar AS, dinilai dapat membantu menjaga nilai aset saat rupiah melemah. Keuntungan investasi valas berasal dari selisih kurs serta potensi bunga dari tabungan valuta asing.
Baca Juga: Merugi Miliaran Rupiah, Korban Apartemen MCP Mengadu ke DPRD Kota Malang
Sejumlah analis keuangan juga menilai instrumen ini cocok digunakan sebagai diversifikasi investasi untuk mengurangi risiko penurunan nilai rupiah.
4. Deposito Bank
Di tengah ketidakpastian pasar, deposito menjadi pilihan masyarakat yang ingin memperoleh bunga tetap tanpa terpengaruh fluktuasi pasar saham maupun nilai tukar secara langsung.
Data OJK menunjukkan pertumbuhan deposito per Februari 2026 mencapai 13 persen secara tahunan, menandakan minat masyarakat terhadap instrumen ini masih tinggi.
5. Reksa Dana
Reksa dana pasar uang juga bisa menjadi pilihan investasi yang aman, terutama bagi pemula. Dana investasi ini ditempatkan pada deposito dan surat utang jangka pendek sehingga risikonya cenderung lebih rendah dibanding reksa dana saham. Karena itu, instrumen ini cukup cocok dipilih saat kondisi pasar sedang tidak stabil.
Di tengah melemahnya rupiah dan ketidakpastian ekonomi global, masyarakat perlu lebih bijak dalam memilih instrumen investasi.
Memilih investasi dengan risiko yang lebih stabil dan melakukan diversifikasi dapat menjadi langkah untuk menjaga nilai aset agar tidak mudah tergerus kondisi pasar. Gunakan pula investasi melalui layanan dan platform yang telah diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
Editor: Herlianto. A
























