Malang, Tugumalang.id – Banyak orang menganggap pagi hari hanya sebagai waktu untuk bangun dan memulai aktivitas. Padahal, kebiasaan yang dilakukan setelah bangun tidur dapat memengaruhi kesehatan tubuh, suasana hati, hingga produktivitas sepanjang hari.
Melalui kanal YouTube dr. Indra Gunawan, dijelaskan bahwa 30 menit pertama setelah bangun tidur merupakan fase penting bagi tubuh untuk menyesuaikan diri setelah beristirahat semalaman. Pada fase ini, tubuh mulai kembali aktif sehingga pola kebiasaan di pagi hari sangat menentukan kondisi fisik dan mental seseorang.
Jika pagi diawali dengan kebiasaan yang kurang tepat, keseimbangan tubuh dapat terganggu. Karena itu, penting untuk mulai menerapkan rutinitas pagi sehat agar tubuh terasa lebih segar, fokus meningkat, dan energi tetap terjaga sepanjang hari.
Baca juga: Orang Sukses Bangun Jam 5 Pagi, Ada Apa di Jam Tersebut?
Rehidrasi Setelah Bangun Tidur
Saat tidur, tubuh tetap kehilangan cairan melalui pernapasan dan keringat meskipun tidak melakukan aktivitas berat. Kehilangan cairan ini bahkan bisa mencapai 300-500 ml setiap malam. Kondisi tersebut membuat tubuh mengalami dehidrasi ringan saat bangun tidur.
Akibatnya, darah menjadi lebih kental sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Karena itu, minum air putih setelah bangun tidur sangat dianjurkan untuk membantu menggantikan cairan yang hilang selama tidur.
Sekitar 500 ml air putih dinilai cukup membantu menghidrasi tubuh di pagi hari sekaligus mendukung fungsi organ tubuh agar kembali bekerja secara optimal.
Paparan Cahaya Matahari dan Aktivitas Fisik Ringan
dr. Indra Gunawan menjelaskan bahwa cahaya matahari pagi memiliki peran penting dalam mengatur jam biologis tubuh. Di dalam mata terdapat sel yang sensitif terhadap cahaya biru alami dari matahari pagi. Paparan cahaya tersebut membantu menekan hormon melatonin yang membuat tubuh merasa mengantuk.
Karena itu, berjemur atau sekadar terkena sinar matahari pagi selama 10-20 menit dapat membantu tubuh terasa lebih segar dan siap beraktivitas.
Selain paparan cahaya matahari, aktivitas fisik ringan juga baik dilakukan setelah bangun tidur. Saat pagi hari, suhu tubuh masih relatif rendah dan otot belum sepenuhnya aktif. Gerakan ringan seperti stretching, jumping jacks, atau push up ringan dapat membantu meningkatkan suhu inti tubuh dan melancarkan aliran darah.
Aktivitas tersebut juga membantu meningkatkan suplai oksigen ke otak sehingga fokus dan konsentrasi dapat meningkat lebih baik.
Baca juga: 8 Manfaat Lari Pagi Hari, Yuk Bangun Jangan Malas
Sarapan Tinggi Protein dan Menunda Penggunaan Ponsel
Sarapan memiliki pengaruh besar terhadap energi dan fokus di pagi hari. Namun, banyak orang masih terbiasa mengonsumsi sarapan tinggi karbohidrat dan gula seperti nasi dalam porsi besar, roti selai, atau makanan manis lainnya.
Kebiasaan tersebut dapat membuat tubuh lebih cepat mengantuk setelah makan. Karena itu, sarapan tinggi protein dinilai lebih baik untuk menjaga energi tetap stabil sepanjang pagi.
Beberapa pilihan makanan tinggi protein yang dapat dikonsumsi antara lain:
- Telur
- Tahu
- Tempe
- Ikan
Selain membantu menjaga energi, protein juga mendukung rasa kenyang lebih lama sehingga tubuh terasa lebih bertenaga saat menjalani aktivitas.
Di sisi lain, kebiasaan langsung membuka ponsel setelah bangun tidur juga sebaiknya mulai dikurangi. Menurut dr. Indra Gunawan, paparan berita, pesan, atau media sosial di pagi hari dapat memicu stres lebih cepat dan membuat otak langsung berada dalam kondisi “siaga”.
Karena itu, disarankan memberi jeda sekitar 20 menit sebelum menggunakan ponsel. Waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas yang lebih menenangkan seperti berdoa, meditasi, atau menulis rasa syukur.
Kebiasaan pagi sehat ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan dan produktivitas seseorang. Jika dilakukan secara konsisten, rutinitas sederhana tersebut dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan fokus, serta membuat suasana hati lebih stabil sepanjang hari.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Intan Adelia/ Magang
redaktur: jatmiko
























