Tugumalang.id – Selain menambah jumlah guru besar, Universitas Islam Malang (Unisma) juga mengumumkan pembukaan dua program studi (prodi) baru. Dua prodi di jenjang Strata 1 (S1) dan Strata 2 (S2) tersebut dinilai masih sangat langka, namun memiliki prospek besar di Indonesia.
Adapun dua program studi baru itu yakni S1 Sains Lingkungan dan S2 Pertanian Berkelanjutan (Sustainable Agriculture). Kehadiran dua prodi tersebut semakin melengkapi jumlah program studi yang dimiliki Unisma menjadi total 40 prodi.
Unisma Jadi Sedikit Kampus yang Miliki Prodi Langka
Diketahui, Prodi S1 Sains Lingkungan menjadi salah satu program studi yang masih sangat terbatas di Indonesia. Izin operasional prodi tersebut baru diterbitkan pada 6 Maret 2026.
Dengan izin tersebut, Unisma menjadi satu dari delapan perguruan tinggi di Indonesia yang menyelenggarakan Prodi Sains Lingkungan di tingkat sarjana.
Sementara itu, program S2 Pertanian Berkelanjutan menjadi prodi terbaru yang izin operasionalnya diterima pada 5 Mei 2026. Program magister ini juga diklaim menjadi satu-satunya di Malang yang menggunakan nomenklatur bidang keilmuan secara spesifik pada sektor pertanian berkelanjutan.
Baca juga: Solutif! Fakultas Hukum Unisma Luncurkan Program Tabungan PKPA Sejak Semester 2
Rektor Unisma Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D. menjelaskan, kehadiran dua prodi baru tersebut menjadi bagian dari langkah strategis kampus dalam menuju milestone The World Class University.
“Berbagai upaya terus kami hadirkan untuk menuju perguruan tinggi kelas dunia. Salah satunya dengan kehadiran dua prodi baru di kami. Kami pastikan program ini akan mulai dibuka pada tahun akademik 2026 ini,” ungkap Prof. Jun, sapaan akrabnya.
Prospek Tinggi di Tengah Kebutuhan Pasar
Prof. Jun menegaskan, pembukaan dua program studi tersebut juga didasarkan pada analisis kebutuhan pasar dan perkembangan dunia kerja ke depan.
Menurutnya, kebutuhan tenaga ahli di bidang lingkungan saat ini terus meningkat di tengah tantangan modernitas dan isu keberlanjutan yang semakin masif. Namun, jumlah perguruan tinggi yang menyediakan bidang keilmuan tersebut masih sangat terbatas.
“Sementara di bidang Pertanian Berkelanjutan untuk jenjang magister, mahasiswa sarjana dari pertanian itu pilihan bidang ilmu tentang pertanian berkelanjutan tidak banyak pilihannya,” ujarnya.
Baca juga: Kukuhkan 3 Guru Besar ke-27, Amunisi Baru Unisma Menuju World Class University
Melihat kondisi tersebut, Unisma optimistis kehadiran Prodi Sains Lingkungan dan S2 Pertanian Berkelanjutan dapat menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat, negara, hingga lingkungan.
“Kami optimistis prodi ini akan banyak diminati masyarakat, apalagi izinnya turun saat kami masih berada di gelombang satu penerimaan mahasiswa baru,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko























