Malang, Tugumalang.id – Peluang investasi properti di Kota Malang terus menunjukkan tren positif, terutama pada sektor hunian kos yang menyasar kawasan pendidikan. Tomoland sebagai pengembang hunian eksklusif di Malang belakangan gencar menghadirkan konsep investasi praktis dan menjanjikan melalui pembangunan hunian kos di lokasi-lokasi strategis.
Kota Malang yang dikenal sebagai kota pendidikan dengan puluhan perguruan tinggi menjadi magnet tersendiri bagi kebutuhan hunian sementara seperti kos. Tingginya mobilitas mahasiswa dan pekerja muda menciptakan permintaan hunian yang stabil, bahkan cenderung meningkat setiap tahunnya.
Potensi Besar Hunian Produktif di Kota Pendidikan
Melihat potensi tersebut, Tomoland menghadirkan konsep investasi unit kos siap huni di lokasi strategis dekat kampus. Tidak hanya menyediakan bangunan fisik, Tomoland juga menawarkan kemudahan bagi investor, mulai dari manajemen pengelolaan hunian kos hingga membantu mencarikan penghuni.
“Konsep kami bukan sekadar untuk menjual unit, tapi juga memastikan unit tersebut produktif. Pemilik unit tidak perlu repot mencari penyewa kosnya karena sudah kami bantu kelola dan pasarkan,” kata Yaffa Manuela, Content Planner Tomoland.
Baca juga: Kepadatan Penduduk di Kota Malang Capai 8.029 Jiwa per Kilometer, Klojen Terpadat
Graha Agung Jadi Contoh Hunian Kos Produktif
Salah satu hunian kos strategis yang dikembangkan Tomoland dan terbilang sukses adalah Graha Agung di Merjosari, Lowokwaru, Kota Malang.
Di lokasi ini terdapat sekitar 190 unit hunian kos dengan jumlah kamar lebih dari 600 kamar. Sebanyak 80 persen pengelolaannya dibantu oleh Tomoland.
“Saat ini, 500 kamar kos sudah terisi. Ini kami bantu carikan penghuninya. Kami memiliki tim khusus yang siap mencarikan penghuni kos,” urainya.
Baca juga: 88 Warga Kota Batu Dapat Program Bantuan Rumah Layak Huni
Tak hanya itu, manajemen pengelolaan hunian produktif di Tomoland juga menyediakan SDM kebersihan hingga perbaikan fasilitas jika terjadi kerusakan atau membutuhkan pembenahan maupun renovasi.
Investasi Kos Dinilai Stabil dan Menjanjikan
Konsep investasi ini dinilai strategis bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan finansial jangka panjang. Tidak hanya investor lokal, skema ini juga cocok untuk masyarakat luar kota.
“Kalau di Graha Agung mayoritas pemilik unit berasal dari luar kota. Konsep investasi ini cocok untuk mereka yang belum memahami peta Malang, pemasaran kos, hingga pengelolaan dan perawatan yang semuanya kami fasilitasi,” terangnya.
Unit kos yang ditawarkan dirancang modern dengan fasilitas yang menyesuaikan kebutuhan generasi muda. Hal ini menjadi nilai tambah dalam menarik minat penyewa, khususnya mahasiswa dan pekerja urban.
Selain itu, lokasi hunian yang berada dekat kawasan pendidikan menjadi faktor utama yang menjaga produktivitas investasi. Kedekatan dengan kampus, pusat kuliner, serta akses transportasi membuat tingkat hunian diproyeksikan tetap stabil.
Dari sisi investasi, model bisnis kos dinilai lebih stabil dibandingkan properti lain karena menghasilkan pemasukan rutin bulanan. Dengan pengelolaan yang tepat, investor berpeluang mendapatkan passive income sekaligus potensi kenaikan nilai aset dalam jangka panjang.
“Pasar kos di Malang ini unik. Selama masih ada mahasiswa dan aktivitas pendidikan, kebutuhan hunian akan terus ada. Ini yang membuat investasi kos relatif aman,” tambahnya.
Tren ini juga sejalan dengan perubahan gaya investasi masyarakat yang mulai beralih ke aset riil dengan penghasilan berkelanjutan. Hunian kos menjadi salah satu pilihan karena dinilai lebih terjangkau dibandingkan membeli rumah tapak atau properti komersial besar.
Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, investasi unit kos yang dikembangkan Tomoland diproyeksikan menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang ingin mengembangkan properti di Kota Malang.
“Kami masih memiliki unit hunian kos maupun hunian pribadi di berbagai titik strategis di Kota Malang dan sekitarnya, mulai dari Merjosari, Tlogomas, Sulfat, Sukun, hingga Dau,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko


















