Tugumalang.id – Universitas Brawijaya (UB) secara resmi meluncurkan BOUMI, brand personal kidscare anak berbahan alami dari minyak atsiri hingga rambut jagung. Produk anak ini semakin melengkapi pilihan orang tua yang ingin memberikan perawatan terbaik dan sehat bagi anak.
Produk BOUMI sendiri dikenalkan secara perdana di Batu Flower Garden (Baloga) Jatim Park Kota Batu pada Jumat (18/4/2026). Menariknya, produk hasil riset ini lahir dari kolaborasi lintas pihak. Mulai akademisi, perusahaan, pelaku wisata, pemerintah dan media.
Kaprodi Kesehatan Kulit Universitas Brawijaya, Dr. Sinta menjelaskan jika latar belakang lahirnya riset produk personal care ini berawal dari gambaran pasar yang masih terjebak di dua kutub ekstrem. Di satu sisi terdapat produk bayi yang formulasinya terlalu ringan untuk merespons aktivitas fisik anak usia sekolah yang tinggi.
Baca Juga: Universitas Brawijaya Bebaskan UKT Mahasiswa Korban Bencana Aceh – Sumatera
”Di sisi lain, banyak orang tua yang memilih produk dewasa yang kandungannya terlalu keras bagi kulit anak yang masih berkembang. Mayoritas produk kidscare masih menggunakan formulasi ini. Celah inilah yang menjadi titik lahirnya BOUMI,” jelasnya.
Sebab itu, BOUMI dirancang dari awal dengan pendekatan dermatologi pediatrik: pH-balanced, bebas pewangi sintetis keras, dan menggunakan emolien yang mendukung perkembangan skin barrier anak secara optimal. Salah satu bahan yang digunakan adalah minyak atsiri.
Prof. Warsito, Kepala Institute Atsiri UB, menjelaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen minyak atsiri terbesar dunia — nilam, cengkeh, pala, dan jahe merah ada di antara yang paling dikenal — namun rantai nilainya hampir seluruhnya diekspor dalam bentuk mentah.
“Boumi mengubah paradigma itu. Senyawa aktif dari atsiri lokal yang kami gunakan bukan sekadar pemberi aroma. Mereka punya fungsi antimikroba, antiinflamasi, dan moisturizing untuk kulit anak. Ini bukan klaim pemasaran, ini data saintifik yang lahir dari lebih dari sepuluh tahun riset pada lebih dari 40 spesies tanaman atsiri Indonesia,” tegasnya.
Baca Juga: Akademisi Universitas Brawijaya: Jalur Alternatif Candi Panggung Bisa Urai Kemacetan Kota Malang
Seluruh formulasi BOUMI, terang dia, telah melewati uji keamanan dan efikasi secara ketat sebelum masuk ke lini produksi bersama Cedefindo. “Atsiri bukan sekadar wangi. Aatsiri adalah sains dan Boumi membuktikannya.” imbuhnya.
Selain itu, dari tujuh produk BOUMI, Hi-To-Go Sun Protector cukup mencuri perhatian dari kalangan ilmiah maupun industri. Produk ini menggunakan Stigma Silk atau yang lebih dikenal sebagai rambut jagung sebagai bahan aktif utama dalam formulasi sunscreen-nya.
Selama ini, stigma silk adalah limbah pertanian yang dibuang begitu saja atau dibakar oleh petani jagung di seluruh pelosok Indonesia. Dr. Ocha, dosen Teknologi Pertanian UB sekaligus penemu inovasi ini, mengungkapkan bahwa penelitiannya menemukan bahwa stigma silk mengandung senyawa ferulic acid dan flavonoid yang memiliki kapasitas absorpsi UV signifikan.
Formulasi sunscreen berbasis stigma silk ini telah melewati uji SPF secara in vitro maupun in vivo, dengan hasil yang konsisten memenuhi standar SPF 30+ yang direkomendasikan untuk anak-anak di iklim tropis.
”Yang selama ini kita buang ternyata menyimpan perlindungan. Itulah esensi inovasi berbasis alam dan ini juga berarti bahwa setiap botol Hi-To-Go Sun Protector yang terjual secara langsung menciptakan permintaan baru atas bahan baku dari petani jagung lokal,” jelasnya.
Diketahui, BOUMI hadir sebagai satu rangkaian lengkap yang menemani anak usia 4 – 14 tahun dari bangun pagi hingga kembali ke rumah setelah beraktivitas. Lini pertamanya mencakup tujuh produk:
– Unbelie Bubble Natural Shampoo dengan kandungan Camellia Sinensis dan botanical extract beraroma bubblegum;
– Bubble Pop Natural Body Wash dengan ekstrak chamomile dan calendula beraroma herbal citrus;
– Hi-To-Go Sun Protector SPF 30+ berbasis inovasi stigma silk dengan aroma lavender;
– Spring Daze Cologne dari minyak atsiri jeruk yang tahan hingga tiga jam;
– Mossy Body Spray, pelindung dari gigitan nyamuk berbasis eucalyptus oil dan lavender;
– Bibble Babble Hand Wash dengan pro-vitamin B5 dan citrus oil; serta
– Peppy Pomade dengan argan oil untuk menata rambut anak sebelum beraktivitas.
Lebih lanjut, Wakil Rektor Bidang V UB bidang Riset, Inovasi, dan Kerjasama, Prof. Unti Ludigdo menyebut BOUMI sebagai model paling konkret dari Penta Helix ABCGM yang selama ini digaungkan dalam kebijakan inovasi nasional: sebuah rantai yang dimulai dari riset, melewati kolaborasi bisnis dan komunitas, diperkuat peran pemerintah, dan diperluas jangkauannya oleh media.
Dari sisi Akademisi, UB menyumbang riset dasar, formulasi, dan pengelolaan kekayaan intelektual melalui Direktorat IKST. Pilar Business diisi oleh Cedefindo dari Martha Tilaar Group, yang memastikan produk kampus memenuhi standar produksi GMP sehingga layak bersaing di pasar nasional dan berpotensi diekspor.
Pilar Community diwakili oleh Batu Love Garden (Jatimpark), yang membuka jalur distribusi langsung ke segmen wisata keluarga dan orang tua yang mengunjungi Jatimpark adalah persis profil konsumen BOUMI: sadar kualitas, peduli produk untuk anak.
Pilar Government hadir melalui BMU UB sebagai Badan Multi Usaha yang merancang model revenue sharing antara UB, mitra industri, dan peneliti, menjaga keberlanjutan ekosistem inovasi dari waktu ke waktu.
Adapun pilar Media berperan memperluas jangkauan narasi inovasi lokal ini kepada publik yang lebih luas bahwa riset Indonesia mampu melahirkan produk premium berdaya saing global.
“Kami tidak ingin riset kami hanya dibaca. PR ke depan kami harus membangun ekosistem dengan mahasiswa dan alumni kita sehingga produk ini kemudian bisa dikenal khalayak lebih luas dengan harga yang terjangkau semua kalangan,” harapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























