Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Wabah Covid-19 Tak Kunjung Usai, Warga Madiun Gelar Kesenian Dongkrek

Redaksi by Redaksi
September 1, 2021 1:22 pm
in News, Sastra & Budaya
Pertunjukan Dongkrek di dusun Kepel, desa Banjarsari, Kabupaten Madiun pada Selasa malam (31/9/2021)/tugu malang

Pertunjukan Dongkrek di dusun Kepel, desa Banjarsari, Kabupaten Madiun pada Selasa malam (31/9/2021). (Foto: Dokumen/Roni Versal)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kesenian lama, Dongkrek, dihidupkan kembali oleh warga desa Banjarsari, Kabupaten Madiun. Hal ini sebagai salah satu upaya tradisional untuk mengatasi wabah Covid-19.

Wabah Covid-19 yang belum sepenuhnya hilang membuat warga desa Banjarsari, Kecamatan Madiun menggelar kesenian Dongkrek pada Selasa malam (31/8/2021). Kesenian berupa tarian diiringi musik tersebut diyakini dapat menangkal pagebluk yang tidak kunjung selesai.

READ ALSO

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah

Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang

Menurut Agus Suwarni, salah satu warga dusun Kepel, desa Banjarsari, Dongkrek merupakan tradisi nenek moyang orang Madiun terutama di daerah Caruban. Yang mana, kesenian ini dipertunjukkan ketika wabah menyerang warga dan tidak kunjung selesai.

“Mbah-mbahku dulu menggunakan donkrek untuk mengusir roh jahat yang membuat orang sakit,” terang Agus saat menyaksikan pertunjukan Dongkrek di prempatan pasar Kepel.

Pertunjukan Dongkrek tersebut dilakukan oleh beberapa orang. Ada yang berperan sebagai penari dan penabuh alat musik. Dari sisi penari di antaranya memerankan buto kolo, yaitu simbol roh jahat yang menggunakan topeng dengan taring gigi panjang dan rambut gimbal. Peran ini ada sebanyak empat orang.

Berikutnya, dua perempuan tua yang disimbolkan sebagai warga yang lemah, keduanya juga menggunakan topeng perempuan tua dan rambut warna putih. Dan, satu lagi orang tua sakti memegang tongkat. Sosok inilah yang akan mengusir buto kolo.

Sementara dari sisik musik, menggunakan bedug atau kendang yang dapat mengeluarkan bunyi “dung”. Lalu alat musik korek yang terbuat dari kayu berbentuk bujur sangkar, di ujungnya ada tangkai kayu bergerigi yang kalau digesek berbunyi “krek.” Dari bunyi alat musik “dung” dan “krek” inilah nama Dongkrek diambil.

Adapun bentuk pertunjukannya dimulai dari ketika musik dimainkan, buto kolo memasuki arena sambil menari dengan gaya agak sedikit sempoyongan. Disusul oleh perempuan tua yang kemudian dikerumuni oleh buto kolo. Ini berarti menandakan bahwa wabah atau roh jahat sedang menyerang warga.

Pada saat itu, orang tua sakti masuk dengan menari dan memegang tongkat, lalu seketika tongkat diangkat ke atas disertai bunyu “krek” yang bertub-tubu dan sangat keras. Bersamaan dengan bunyi tersebut para buto kolo jatuh tergeletak. Ini berarti bahwa roh jahat telah berhasil dikalahkan.

Pertunjukan kesenian yang sebetulnya hampir punah ini, tidak hanya berhenti di suatu tempat tetapi berkeliling di jalan batas-batas desa yang diawali dari perempatan jalan. Kesenian ini juga dilakukan pada malam hari.

“Dulu kalau Dongkrek mainnya sambil bawa obor, karena kan malam. Kalau sekarang di jalan sudah banyak mapunya tak perlu obor,” papar Agus.

Sementara itu, sejarah Dongkrek sendiri sebagaimana dilansir Wikepedia, lahir pada tahun 1867 di Mejayan, Kawedanan Caruban, Kabupaten Madiun.

Pada awalnya Dongkrek merupakan kesenian untuk mengisahkan perjuangan Raden Ngabei Lo Prawirodipuro dalam mengatasi pageblug mayangkoro. Raden Ngabei Lo adalah Palang, yaitu jabatan setingkat kepala desa.

Pada sekitar tahun 1867-1902 Dongkrek mengalami masa kejayaannya. Namun setelah ini pamor Dongkrek kian menurun, bahkan pada zaman Belanda menguasasi Indonesia sempat dilarang untuk dipertontonkan untuk rakyat.

Reporter : Roni Versal

Editor : Herlianto. A

Tags: DongkrekDongkrek Usir WabahKesenian Dongkrek

Related Posts

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah
News

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah

Senin, 31 Agu 2026
Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang
News

Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang

Senin, 31 Agu 2026
Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta
News

Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta

Senin, 31 Agu 2026
66 Angkot Pelajar Gratis Mulai Beroperasi di Kota Malang
News

66 Angkot Pelajar Gratis Mulai Beroperasi di Kota Malang

Senin, 31 Agu 2026
Muktamar NU ke-35 Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU
News

Muktamar ke-35 NU Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU

Senin, 31 Agu 2026
Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan
Advertorial

Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan

Minggu, 30 Agu 2026
Next Post
CEO Paragon, menyampaikan materi di sesi akhir Fellowship Jurnalisme Pendidikan

Salman Subakat: Fellowship Jurnalisme Pendidikan seperti Laboratorium Hidup Kembangkan Dunia Edukasi di Indonesia

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.