Tugumalang.id – Sponge make up telah menjadi salah satu alat rias yang cukup populer dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya digunakan oleh makeup artist profesional, alat ini juga menjadi andalan banyak orang untuk mendapatkan hasil riasan yang halus dan merata.
Namun, perlu diketahui, sponge make up memiliki berbagai bentuk yang dirancang untuk fungsi tertentu.
Bentuk sponge juga dapat memengaruhi cara aplikasi produk, tingkat ketebalan, hingga hasil akhir makeup. Terdapat enam jenis sponge make up berdasarkan bentuknya. Berikut penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis tersebut beserta kelebihan dan kekurangannya.
1. Teardrop Sponge
Jenis pertama dan paling populer adalah sponge berbentuk teardrop atau yang sering dikenal sebagai beauty blender. Bentuknya bulat di bagian bawah dan runcing di bagian atas.
Baca Juga: Tips Make Up Flawless yang Tahan Lama
Desain ini membuatnya sangat multifungsi. Bagian bawah yang membulat cocok untuk meratakan foundation di area pipi dan dahi, sementara ujung runcingnya ideal untuk menjangkau sudut hidung dan area bawah mata.
Hasil akhirnya cenderung lebih natural dan halus. Namun, sponge jenis ini cukup menyerap produk sehingga penggunaan foundation bisa terasa lebih boros.
2. Flat atau Angled Sponge
Jenis sponge kedua ini berbentuk potongan miring atau memiliki sisi datar. Bentuk ini memudahkan pengguna untuk melakukan teknik baking dan contour karena sisi datarnya dapat menekan produk dengan lebih presisi.
Sponge ini juga membantu menghasilkan coverage yang lebih tinggi. Meski demikian, fleksibilitasnya sedikit lebih terbatas dibandingkan sponge tetes air, terutama untuk menjangkau area yang sangat kecil.
3. Hourglass Sponge
Berikutnya adalah sponge berbentuk hourglass atau jam pasir. Ciri khasnya terletak pada lekukan di bagian tengah yang memudahkan pegangan. Bentuk ini memudahkan pengguna agar lebih stabil saat mengaplikasikan makeup dalam waktu lama.
Hourglass sponge juga bisa digunakan untuk area besar maupun kecil. Kekurangannya, lekukan tersebut terkadang lebih sulit dibersihkan dan fungsinya tidak jauh berbeda dari bentuk teardrop yakni untuk pengaplikasian base make up seperti BB atau CC cream.
4. Mini Sponge
Jenis keempat adalah sponge mini. Biasanya berukuran kecil dengan bentuk yang beragam mulai dari teardrop, flat, hingga hourglass. Sponge ini sangat cocok untuk aplikasi concealer di bawah mata atau untuk menutupi bekas jerawat di wajah.
Baca Juga: 3 Tren Make Up yang Buat Tampil Beda Saat Lebaran
Kelebihannya terletak pada bentuknya yang kecil sehingga produk yang digunakan menjadi lebih hemat. Namun, jenis sponge yang satu ini hanya bisa digunakan untuk mengerjakan detail kecil dan tidak bisa digunakan untuk mengaplikasikan base maku up seperti foundation ke seluruh permukaan wajah.
5. Wedges Sponge
Meskipun sama-sama digunkan untuk pengaplikasian jenis make up liquid, wedges sponge ini memiliki fungsi dan kelebihan tersendiri. Bentuknya yang cenderung kaku dengan sudut yang tajam sangat cocok digunakan untuk contouring.
Wedges sponge juga memiliki bentuk yang beragam, mulai dari segitiga, segi empat, hingga belah ketupat. Kelebihan lainnya dari jenis sponge ini ialah daya serapnya yang rendah sehingga produk yang digunakan tidak terbuang sia-sia karena terserap oleh pori-pori sponge.
6. Silicone Sponge
Jenis Sponge yang terakhir adalah Silicone sponge. Berbeda dengan sponge berpori, jenis ini tidak menyerap produk sama sekali sehingga lebih hemat foundation. Sehingga sponge yang satu ini pernah menjadi primadona pada masanya.
Permukaannya transparan dan sangat mudah dibersihkan. Namun, banyak pengguna merasa sponge silikon lebih sulit untuk membaurkan produk, sehingga hasilnya bisa terlihat kurang natural di kulit.
Dengan memahami perbedaan ini, pengguna dapat memaksimalkan fungsi sponge make up dan mendapatkan hasil riasan yang lebih optimal.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang
Editor: Herlianto. A
























