Kota Batu, Tugumalang.id – Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya dalam merevitalisasi kawasan Alun-Alun Kota Batu sebagai etalase atau wajah kota wisata yang representatif, estetik, dan terintegrasi. Keseriusan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto.
Komitmen itu mulai terlihat melalui penataan trotoar di sejumlah titik, termasuk di kawasan Alun-Alun. Trotoar kini tampil lebih menarik dengan tambahan lampu hias bergaya heritage berwarna hitam yang berpadu selaras dengan material stamped concrete, memperkuat karakter visual kawasan pusat kota.
Heli menegaskan, penataan tata ruang dan fasilitas publik menjadi bagian dari visi-misi Mbatu Sae yang diusungnya untuk lima tahun ke depan. Penataan kawasan strategis ini akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Revitalisasi ini tidak hanya Alun-alun saja, tetapi kawasan Alun-alun dan sekitarnya. Nanti revitalisasi ini juga mencakup penataan menyeluruh, termasuk menata area pedagang kaki lima hingga sistem parkir. Bagaimana ini menjadi suatu kawasan ruang publik yang saling terintegrasi,” ungkap Heli kepada Tugumalang.id, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Spot Sarapan Pagi Terbaik di Sekitar Alun-Alun Kota Batu
Ia menyebut telah menginstruksikan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Batu untuk melakukan kajian mendalam terkait konsep penataan kawasan tersebut.
“Saya harap integrasi kawasan ini bisa terwujud secara bertahap selama lima tahun ke depan. Harus ada progres meski sedikit demi sedikit,” ujarnya.
Integrasi GOR Ganesha hingga Batu Plaza
Politisi Partai Gerindra itu memaparkan, penataan kawasan akan difokuskan pada integrasi sejumlah titik vital di pusat kota agar saling terhubung dan ramah bagi pejalan kaki. Beberapa titik yang masuk dalam rencana integrasi meliputi GOR Ganesha, Alun-Alun, Batu Plaza, termasuk area parkir dan sentra pedagang kaki lima.
Konsep ini diarahkan untuk menciptakan kawasan ruang publik terpadu yang nyaman, tertata, dan memiliki daya tarik wisata. Dengan integrasi tersebut, pusat Kota Batu diharapkan tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga destinasi unggulan berbasis kawasan perkotaan.
“Kita ingin kawasan ini terintegrasi. Harapannya menjadi pusat wisata di mana orang bisa jalan-jalan dengan nyaman. Ini adalah fasilitas publik, wajah kota yang harus dijaga dan sekaligus bisa menjadi destinasi unggulan,” tegasnya.
Baca juga: Tata Ruang Alun-Alun Kota Batu Disorot, Ruang Publik Kian Tergeser Parkiran
Heli menyebut, konsep penataan kawasan ini memiliki kemiripan dengan kawasan heritage Kayutangan di Kota Malang. Namun, ia memastikan Kota Batu tetap akan memiliki ciri khas tersendiri sesuai karakter daerah.
“Nanti kajiannya akan kita konkretkan lagi hingga ke tahap Detail Engineering Design (DED). Tentu akan kita sesuaikan dengan kondisi dan tipologi daerah Batu. Intinya penataan ini siap bersaing dengan Kayutangan Heritage,” imbuhnya.
Gedung Kelurahan Sisir Jadi Opsi Parkir Terpadu
Salah satu aspek krusial dalam revitalisasi kawasan Alun-Alun Kota Batu adalah penataan pedagang kaki lima dan sistem parkir. Untuk mengatasi persoalan parkir yang kerap menjadi kendala di pusat kota, Pemkot Batu tengah mengkaji opsi pembangunan tempat parkir terpadu.
“Di sana kan banyak aset-aset pemerintah, nanti akan ada opsi memindahkan Kelurahan Sisir ke tempat lain. Bekas gedung itu nanti bisa menjadi solusi gedung atau tempat parkir terpadu,” ujarnya.
Meski demikian, Heli mengakui realisasi penataan kawasan tidak bisa dilakukan secara cepat. Rencana ini sebenarnya telah digulirkan sejak masa kepemimpinan Wali Kota sebelumnya, namun terkendala kemampuan keuangan daerah.
“Wacananya sudah sejak lama, tapi faktanya sampai hari ini kendalanya masih berkutat pada keterbatasan kemampuan keuangan daerah melalui APBD. Ditambah lagi ada efisiensi anggaran. Tapi tetap ini akan jadi prioritas kami karena juga sudah menjadi bagian dari visi-misi Mbatu Sae selama lima tahun ke depan,” pungkasnya.
Dengan kajian yang lebih konkret dan terarah, revitalisasi kawasan Alun-Alun Kota Batu diharapkan mampu memperkuat estetika kota, meningkatkan kualitas ruang publik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























