Tugumalang.id – Menjelang bulan suci Ramadan tahun 2026, harga cabai rawit di Kota Batu, Jawa Timur, meroket hingga di angka Rp90 ribu, nyaris mencapai Rp100 ribu per kilogram. Fluktuasi harga ini juga dipengaruhi musim hujan yang intens turun dalam beberapa pekan terakhir.
Seperti diungkapkan Sumirah (67) salah satu pedagang di Pasar Induk yang menerangkan jika harga cabai mulai menyentuh angka Rp90 ribu. Jika sebelumnya berkisar di harga Rp40 hingga 50 ribu.
”Naiknya mulai minggu lalu, awalnya Rp70 ribu sampai ke Rp90 ribu pekan ini,” kata dia, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga: Masuk Musim Hujan, Harga Cabai di Kota Batu Meroket
Temuan yang sama ditemukan Tim gabungan yang dipimpin Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI. Tak hanya cabai rawit, sejumlah kebutuhan lain juga terbilang naik. Seperti bawang merah dan bawang putih yang berkisar di angka Rp 28-35 ribu.
Di sektor beras, harga bervariasi tergantung merek. Beras SPHP terpantau Rp60 ribu per kemasan 5 kilogram. Sedangkan beras premium seperti merek Lahap dan Pandan Alam berada di kisaran Rp75 ribu hingga Rp77 ribu per 5 kilogram.
“Untuk komoditas protein hewani, harga masih tergolong stabil. Daging sapi dijual Rp 125.000 per kilogram, daging ayam Rp 40.000 per kilogram, dan telur ayam ras berkisar Rp 29.500 hingga Rp 30.000 per kilogram,” paparnya.
Adapun bahan pokok lainnya, minyak goreng Minyakita dijual Rp15.700 per liter dan Sunco Rp41.000 untuk kemasan 2 liter. Gula pasir berada di angka Rp16.500 per kilogram. Kedelai Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram, serta jagung pipilan kering Rp8.000 per kilogram.
Baca Juga: Harga Cabai di Kota Malang Makin Pedas, Rp 110 Ribu Per Kilogram
Kenaikan ini terjadi dipicu dua faktor utama yakni meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan yang memunculkan efek psikologis pasar dan adanya keterlambatan pasokan dari distributor. Meski begitu, Bapanas RI memastikan ketersediaan stok masih aman.
Kasat Reskrim Polres Batu AKP Joko Supriyanto menegaskan turut memperketat pengawasan guna mengantisipasi praktik penimbunan. Sinergi antara Polres Batu dan pemerintah daerah akan dilakukan melalui monitoring rutin di pasar-pasar tradisional maupun distributor.
“Kami tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk bermain harga. Pengawasan akan terus dilakukan,” kata Joko.
Meski cabai rawit sudah menyentuh Rp90 ribu per kilogram, aktivitas jual beli di Pasar Among Tani tetap berjalan normal. Pedagang berharap pasokan segera stabil agar harga kembali turun dan daya beli masyarakat tidak terganggu.
Joko menyampaikan, dengan tren permintaan yang biasanya meningkat tajam menjelang puasa, stabilitas distribusi menjadi kunci. Pemerintah berharap koordinasi lintas sektor mampu menjaga dapur masyarakat tetap ‘mengepul’ tanpa gejolak harga berlebihan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























